Jumat, 16 September 2016

Api Tauhid

Judul : Api Tauhid, Cahaya Keagungan Cinta Sang Mujaddid [Novel Sejarah Pembangun Jiwa]
Penulis : Habiburrahman El Shirazy
Penerbit : Republika
Jumlah Halaman : XXXV + 587

Novel ini Bunda pinjam dari teman kantor. Beliau meminjamkan novel ini, karena Bunda ke-gap sedang menulis fiksi di PC kantor (whatta bad attitude at the office anyway. he..he..). ok... Kita Mulai saja dengan ringkasan ceritanya.

Adalah Fahmi, sosok mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan S2 nya di madinah. Saat ia berlibur di rumahnya di Lumajang, Jawa Timur, ia ditawari untuk melamar Nur Jannah, gadis shalihah anak pak Lurah. Orang tua Fahmi setuju, tapi Fahmi memilih istikharah. Selang beberapa pekan datang juga tawaran dari Kyai Arselan agar fahmi melamar Nuzula, putrinya. Fahmi akhirnya menikahi Nuzula. Pernikahan yang dilakukan aecara syriah saja, dan belum tercatat di catatan sipil. Karena Nuzula masih kuliah, dan ia ingin menyembunyikan identitasnya jika sudah menikah. Dan orang tua Nuzula pun membatasi Fahmi agar tidak bercampur dahulu dengan Nuzula. Setelah menikah, Fahmi pun melanjutkan studinya ke madinah, dan Nuzula pun melanjutkan kuliahnya di Jakarta.

Pada suatu hari. saat Fahmi di Madinah, ia mendapart surat dari Kyai Arselan yang isinya meminta Fahmi untuk menceraikan Nuzula. Fahmi tidak mengerti. Karena Kyai Arselan hanya mengatakan ini untuk kebaikan Fahmi dan Nuzula. Fahmi bingung. Dalam kekalutannya, ia memutuskan untuk melakukan 40 kalikhatam Qur'an tetapi melalui hafalan, bukan tilawah. Teman-teman kuliahnya meminta Fahmi menghentikan rutinitas ini, karena khawatir Fahmi kelelahan. Dan ternyata kekhawatiran mereka benar, Fahmi pun pingsan dan mimisan. Fahmi akhirnya dirawat di Rumah Sakit di Madinah. Setelah teman-temannya mengetahui duduk persoalan yang dialami fahmi, mereka berinisiatif megajak Fahmi berlibur. Mereka pun berlibur ke Turki, kampung halaman Hamza, sambil napak tilas perjuangan dakwah Ulama terkenal Badiuzzaman Said Nursi. 

Saat liburan tersebut, Fahmi berlibur bersama Hamza, Subki, Bilal, Aysel (sepupu Hamza) yang juga sedang berlibur, atau 'kabur' tepatnya ke Turki, dan Emel (adik hamza). Mereka berkeliling kota-kota Turki, ke tempat-tempat bersejarah. 

Aysel adalah sepupu dan saudara sepersusuan Hamza dan Emel. Pemilik Vila di Istambul. Ia dibesarkan secara Eropa, dan tinggal di London, Inggris. Ia terjerumus dalam pergaulan bebas dengan seorang pria bernama carlos. Carlos ternyata sindikat penjahat prostitusi. Ia berniat menjual Aysel untuk dijadikan prostitusi. Aysel berhasil kabur dari carlos, dan menuju Turki. 

Ternyata carlos dan dua orang temannya mencari Aysel ke Turki. Hingga tiba di Uludag, setelah mereka bermain ski, Carlos menyekap Aysel. Fahmi yang melihat kejadian itu mengejar carlos dan kawannya. Tetapi Fahmi kalah. Keduanya disekap ke dalam container. Fahmi disiksa oleh pengawal carlos. Pada akhirnya, Carlos ingin membawa Aysel  ke tempat trafficking, dan Fahmi akan dibunuh dengan cara melepaskan anjing buas. Tetapi atas kuasa Allah, melalui dzikir dan doa fahmi yang tidak putus, anjing buas itu malah jinak di hadapan Fahmi, dan berbalik menyerang Carlos dan dua pengawalnya. Akhirnya mereka berdua bebas. Fahmi dirawat di rumah sakit karena luka-lukanya. Dokter menyarankan amputasi, tetapi Fahmi bersikeras untuk mempertahankan kakinya, karena kaki itu yang selalu menemani ia shalat, dan melaksanakan aktivitas-aktivitas lain. Bujukan teman-temannya tidak cukup kuat untuk melemahkan keputusan Fahmi. 

Saat di rumah sakit itu, Subki berinisiatif mengajak Ali, teman sekampung Fahmi juga, dan Nuzula untuk datang ke rumah sakit. Akhirnya Fahmi bertemu lagi dengan Nuzula. Dan Nuzula mengisahkan hal yang sebenarnya mengapa Kyai Arselan memintanya menceraikan Nuzula. oenyebabnya adalah tadinya Nuzula tidak ingin menikah dengan Fahmi. ia sudah berpacaran di jakarta. Ia berbohong pada ayahnya bahwa ia sudah hamil dengan pacarnya, agar Nuzula bisa menikah dengan pacarnya dan berpisah dengan Fahmi. Tapi ternyata pacar Nuzula adalah orang yang tidak baik. Nuzula pernah hampir diperkosa, namun bisa selamat. Akhirnya Fahmi menerima Nuzula lagi. Mereka pun menikah secara resmi (Undang-Undang catatan kependudukan di KJRI). 

Selama libura berkeliling kota di Turki, Hamza menceritakan dengan detail sepak terjang perjuangan ulama terkenal Badiuzzaman Said Nursi. Dari masa kecilnya yang sudah terlihat paling menonjol di antara saudara-saudara yang lain, masa remaja yang cerdas, dalam usia 15 tahun sudah hafal 80 kitab ulama terkenal, dan dikisahkan juga jihad ulama tersebut saat Khalifah Utsmani jatuh ke tangan sekuler Kemal Ataturk, serta perjuangan dalam perang dunia ke-2. Juga dikisahkan bagaimana penjara tidak membuat Ust. Said Nursi berhenti berdakwah. Walau dipenjara dengan kondisi yang sangat tidak manusiawi. Di buku ini hamza tidak menceritakan akhir hidup Ust Said Nursi, karena ia kerap larut dalam kesedihan saat berkisahmengenai meninggalnya Ust. Said Nursi. 

Nah, sekarang kita bahas ya...

Genre novel ini adalah romance. Tetapi Kang Abik juga ingin menyajikan sejarah Ulama yang mahsyur di Turki, ust. Badiuzzaman Said Nursi. Latar tempat yang disajikan Kang Abik cukup memberikan gambaran pad apembaca yang belum pernah mengunjungi Turki (seperti Bunda ini lho... he..he..). Alur cerita juga dibuat mengalir. Novel ini unik, karena membingkai cerita dalam cerita. Jadi membaca novel ini kita seperti mendapat dua kisah sekaligus. Kisah fahmi, dan biografi Badiuzzaman Said Nursi.

Kalau  pendapat Bunda pribadi sih.... aduh, maaf ih Kang Abik. Kang Abik ini sepertinya kebanyakan ide cerita, dan mencoba menuangkannya ke dalam satu fiksi. Padahal, semua kisah, baik fahmi maupun biografi Badiuzzaman Said Nursi, semuanya memiliki tema yang tajam yang bisa ditonjolkan.

Bunda berfikir, andaikan cerita ini dijadikan dua novel terpisah, yaitu :
1. Novel romance yang bercerita tentang Fahmi dan Nuzula. Mengangkat tema yang paradoks, anak Kyai yang terlibat pacaran di tengah kota, lalu dijodohkan dengan Fahmi. Dan konflik diperkaya dengan hadirnya juga kisa Aysel, yang juga merupakan suatu paradoks, dimana umat muslim pun, apabila salah cara mendidik, bisa terjerumus pada pergaulan bebas seperti yang dialami Aysel di London.
2. Novel Fiksi sejarah Badiuzzaman Said Nursi. kang Abik sangat kaya dengan data-data sejarah. Risetnya Masya Allah, detail hingga ke tahun kejadian sejarahnya. Ini adalah modal besar untuk Kang Abik membuat fiksi sejarah macam The Road to The Empire nya Bu Sinta Yudisia.

Overall, Alhamdulillah Bunda sudah membaca fiksi ini. Memperkaya pengetahuan Bunda, terutama mengenai Ottoman Turki dan bagaimana awal sekulerisme di Turki dimulai. Jazakallah Kang Abik yang sudah berpayah menuliskan novel ini untuk dinikmati pembaca muslim di tanah air.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar