Dunia adalah tempat yang licin nan menggelincirkan, rumah yang hina, bangunan-bangunannya akan runtuh, penghuninya akan beralih ke kuburan, perpisahan dengannya adalah sesuatu keniscayaan, kekayaan di dunia sewaktu-waktu bisa berubah menjadi kemiskinan, bermegah-megahan adalah suatu kerugian, maka memohonlah perlindungan Allah swt, terimalah dengan hati yang lapang segala karunia-Nya.
Jangan terpesona dengan kehidupanmu di dunia sehingga meninggalkan kehidupan Akhirat. Ketahuilah, sesungguhnya hidupmu di dunia akan sirna, dindingnya juga miring dan hancur, maka perbanyaklah perbuatan baik dan jangan terlalu banyak berangan-angan.
Imam Syafi'i
Tampilkan postingan dengan label Tausiyah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tausiyah. Tampilkan semua postingan
Rabu, 21 September 2016
Hidup Ini Misterius
Sudah menjadi ketentuan Allah bahwa HIDUP INI MISTERIUS. Tak seorang pun yang bisa mengetahui nasib dan masa depannya.
Kalau mau hidup tenang, jalankan saja sesuai arahan Allah. Indikasinya:
1⃣ Semakin hari semakin diberi Allah kefahaman tentang Islam.
2⃣ Semakin hari semakin dekat pada Allah.
3⃣ Semakin hari semakin yakin, bertawakkal dan bertaqwa pada Allah.
4⃣ Semakin hari semakin bertambah ilmu tentang Islam dan amal shaleh.
5⃣ Semakin hari semakin siap menghadapi kematian.
6⃣ Semakin hari semakin berharap /rindu bertemu Allah dan semakin takut pada azab neraka.
📍Ada 5 hal yang Allah rahasiakan :
---------------------------------
1| Tak seorang pun tahu kapan persisnya kiamat itu terjadi.
2| Berapa jumlah / kuantitas hujan yang Allah turunkan.
3| Bagaimana nasib bayi yang ada dalam kandungan.
4| Apa yang akan dilakukan seseorang esok hari.
5| Di atas belahan bumi mana ia wafatkan kita.
Sungguh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Berpengetahuan..
إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ ﴿٣٤﴾
"Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal."
(Q.S.31:34)
Kalau mau hidup tenang, jalankan saja sesuai arahan Allah. Indikasinya:
1⃣ Semakin hari semakin diberi Allah kefahaman tentang Islam.
2⃣ Semakin hari semakin dekat pada Allah.
3⃣ Semakin hari semakin yakin, bertawakkal dan bertaqwa pada Allah.
4⃣ Semakin hari semakin bertambah ilmu tentang Islam dan amal shaleh.
5⃣ Semakin hari semakin siap menghadapi kematian.
6⃣ Semakin hari semakin berharap /rindu bertemu Allah dan semakin takut pada azab neraka.
📍Ada 5 hal yang Allah rahasiakan :
---------------------------------
1| Tak seorang pun tahu kapan persisnya kiamat itu terjadi.
2| Berapa jumlah / kuantitas hujan yang Allah turunkan.
3| Bagaimana nasib bayi yang ada dalam kandungan.
4| Apa yang akan dilakukan seseorang esok hari.
5| Di atas belahan bumi mana ia wafatkan kita.
Sungguh Allah Maha Mengetahui lagi Maha Berpengetahuan..
إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلسَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ ٱلْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِى نَفْسٌۢ بِأَىِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌۢ ﴿٣٤﴾
"Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal."
(Q.S.31:34)
Who Am I? / Aku Kie Sopo?
💕Kalimat Cinta Bagi Para Pecinta Al-Quran🎀
👆🏻 Cukuplah satu ayat yang terlupa dari hafalan yang ada sebagai teguran keras dari Allah pada diri seorang penghafal Al-Qur’an.
💌 Teringat akan perkataan ustadz bahwa Al-Qur’an itu suci dan hanya mau melekat di hati orang-orang yang suci (selalu berusaha menjaga kesucian diri dari dosa dan kesalahan).
📒 Al-Qur’an itu sensitif dan sangat cemburu ketika ia tak lagi jadi prioritas dan tidak dijaga dengan baik.
💾 Hafalan yang benar-benar lancar tanpa cacat akan sangat terasa nikmatnya ketika kegiatan muraja’ah atau mengulang hafalan.
❓❓Lalu bagaimana seandainya yang terlupa tidak hanya satu atau dua ayat, tapi satu atau dua juz bahkan lebih?
Seakan-akan hafalan tersebut hilang visualisasinya dalam memori saat lisan tak lagi bisa melantunkannya secara refleks.
💔 Cukuplah itu sebagai tanda bahwa ada yang salah dengan perilaku kita, ada yang salah dari manajemen waktu dan kesibukan, ada malam yang mungkin sering terlewatkan dari kegiatan menjaga Al-Qur’an, ada hati yang sering terlenakan, frekuensi muraja’ah dan tilawah yang tak berimbang, dan mungkin ada dosa dan kesalahan yang dilakukan.
📜 Evaluasi diri dan segera lakukan perbaikan bagaimanapun caranya agar Allah mengembalikan lagi kepercayaanNya pada diri kita.
🔐 Karena menghafal adalah sebuah proses perjuangan, ia tidak mungkin bisa diperjuangkan dengan ala kadarnya.
Kenapa berjuang itu manis? Karena ada niat yang harus senantiasa diluruskan dan diperbarui, ada pengorbanan yang harus terus dilakukan, juga ada cinta yang selalu meminta untuk dibuktikan.
🌨 Ya Allah jika nanti telah habis masa kami di dunia ini, ingin rasanya diri ini engkau panggil dalam kondisi husnul khatimah, dengan simpanan ayat-ayat Al-Qur’an yang sempurna, teramalkan, lagi terjaga dengan baik.
Allohumma Aamiin...
#Artikel dari ODOJ
Kebersihan Hati dan Ladang Pahala
1. Jika Kita Memelihara Kebencian/Dendam, maka
seluruh 'Waktu & Pikiran' yg kita miliki akan habis begitu saja & kita tidak akan pernah menjadi 'Orang Yang Produktif'.
2. Kekurangan Orang Lain adalah Ladang Pahala' bagi kita untuk :
» Memaafkannya,
» Mendoakannya,
» Memperbaikinya, dan
» Menjaga Aib-nya.
3. Bukan Gelar, Jabatan dan kekayaan yg menjadikan 'Orang Menjadi Mulia', Jika kualitas pribadi kita buruk, semua itu hanyalah 'Topeng Tanpa Wajah'.
4. Ciri Seseorang (Pemimpin ) itu " Baik' akan Tampak dari :
» Kematangan Pribadi,
» Buah Karya,
» serta Integrasi antara 'Kata & Perbuatan'-nya.
5. Jika Kita Belum bisa membagikan Harta atau membagikan Kekayaan, maka Bagikanlah 'Contoh Kebaikan' karena Hal itu akan 'Menjadi Tauladan'.
6. Jangan Pernah Menyuruh Orang lain utk Berbuat Baik, Sebelum Menyuruh Diri Sendiri',
Awali segala sesuatunya untuk kebaikan dari Diri Kita Sendiri.
7. Pastikan Kita sudah melakukan yg terbaik n 'Beramal' hari ini, Baik dengan :
» Materi,
» dengan Ilmu,
» dengan Tenaga,
» atau Minimal dgn
'Senyuman yg Tulus'...
8. Para Pembohong akan
'Dipenjara oleh Kebohongannya' sendiri.
Orang yg Jujur akan
'Menikmati Kemerdekaan' dalam Hidupnya.
9. Bila Memiliki 'Banyak Harta', maka Kita lah yg akan 'Menjaga Harta'.
Namun Jika Kita Memiliki 'Banyak Ilmu', maka Ilmu lah yg akan 'Menjaga Kita'.
10. Bila 'Hati Kita Bersih',
Tak ada Waktu untuk :
» Berpikir Licik,
» Curang,
» atau Dengki,
sekalipun terhadap Orang lain.
11. Bekerja Keras adalah 'Bagian Dari Fisik', Bekerja Cerdas merupakan 'Bagian Dari Otak', sedangkan Bekerja Ikhlas adalah
'Bagian Dari Hati'.
12. Jadikanlah setiap 'Kritik' bahkan 'Penghinaan' yg Kita Terima sebagai 'Jalan Untuk Memperbaiki Diri'.
13.Kita tdk pernah tahu Kapan 'Kematian' akan 'Menjemput Kita, tapi yg Kita Tahu adalah kematian itu pasti datang n seberapa Banyak Bekal yg Kita Miliki untuk Menghadapinya..
Barokallaahu fiikum ajma'iin (semoga barokah Allah untukmu sekalian) ... 😊😊😃⛅
🌼🌼Do'a Pagi ...🌼🌼
Yaa Rabb..
Hamba-Mu yang dhaif lagi hina ini datang menghadap-Mu, mengadukan segala keluh kesah, kelemahan dan kekurangan serta kealpaan dalam menjalankan sistem hidup yang Engkau ciptakan untuk kebahagiaan hidup kami di dunia dan akhirat.
Terimalah taubat kami,
Maafkan kesalahan kami,
Ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami, limpahkan kasih sayang-Mu kepada mereka sebagaimana mereka menyayangi kami di waktu kecil.
Hindarkan kami dari godaan dunia dengan segala pernak perniknya.
Jadikanlah dunia dan segala fasilitasnya sebagai sarana dan jembatan kami menuju ridho dan syurgamu.
Kabulkanlah semua permintaan kami yang baik-baik. Sampaikanlah cita-cita kami yg baik-baik.
Satukanlah hati kami dalam ketaatan pada-Mu dan berdakwah di jalan-Mu.
Matikanlah kami dalam keadaan husnul khatimah sedangkan Engkau ridho pada kami.
Himpunkan kami di syurga Al-Firdaus al-A'la bersama Rasulullah tercinta, orang tua kami, anak cucu kami, istri-istri/suami-suami kami dan sahabat kami.
Aamiin yaa Mujibassaailin....
seluruh 'Waktu & Pikiran' yg kita miliki akan habis begitu saja & kita tidak akan pernah menjadi 'Orang Yang Produktif'.
2. Kekurangan Orang Lain adalah Ladang Pahala' bagi kita untuk :
» Memaafkannya,
» Mendoakannya,
» Memperbaikinya, dan
» Menjaga Aib-nya.
3. Bukan Gelar, Jabatan dan kekayaan yg menjadikan 'Orang Menjadi Mulia', Jika kualitas pribadi kita buruk, semua itu hanyalah 'Topeng Tanpa Wajah'.
4. Ciri Seseorang (Pemimpin ) itu " Baik' akan Tampak dari :
» Kematangan Pribadi,
» Buah Karya,
» serta Integrasi antara 'Kata & Perbuatan'-nya.
5. Jika Kita Belum bisa membagikan Harta atau membagikan Kekayaan, maka Bagikanlah 'Contoh Kebaikan' karena Hal itu akan 'Menjadi Tauladan'.
6. Jangan Pernah Menyuruh Orang lain utk Berbuat Baik, Sebelum Menyuruh Diri Sendiri',
Awali segala sesuatunya untuk kebaikan dari Diri Kita Sendiri.
7. Pastikan Kita sudah melakukan yg terbaik n 'Beramal' hari ini, Baik dengan :
» Materi,
» dengan Ilmu,
» dengan Tenaga,
» atau Minimal dgn
'Senyuman yg Tulus'...
8. Para Pembohong akan
'Dipenjara oleh Kebohongannya' sendiri.
Orang yg Jujur akan
'Menikmati Kemerdekaan' dalam Hidupnya.
9. Bila Memiliki 'Banyak Harta', maka Kita lah yg akan 'Menjaga Harta'.
Namun Jika Kita Memiliki 'Banyak Ilmu', maka Ilmu lah yg akan 'Menjaga Kita'.
10. Bila 'Hati Kita Bersih',
Tak ada Waktu untuk :
» Berpikir Licik,
» Curang,
» atau Dengki,
sekalipun terhadap Orang lain.
11. Bekerja Keras adalah 'Bagian Dari Fisik', Bekerja Cerdas merupakan 'Bagian Dari Otak', sedangkan Bekerja Ikhlas adalah
'Bagian Dari Hati'.
12. Jadikanlah setiap 'Kritik' bahkan 'Penghinaan' yg Kita Terima sebagai 'Jalan Untuk Memperbaiki Diri'.
13.Kita tdk pernah tahu Kapan 'Kematian' akan 'Menjemput Kita, tapi yg Kita Tahu adalah kematian itu pasti datang n seberapa Banyak Bekal yg Kita Miliki untuk Menghadapinya..
Barokallaahu fiikum ajma'iin (semoga barokah Allah untukmu sekalian) ... 😊😊😃⛅
🌼🌼Do'a Pagi ...🌼🌼
Yaa Rabb..
Hamba-Mu yang dhaif lagi hina ini datang menghadap-Mu, mengadukan segala keluh kesah, kelemahan dan kekurangan serta kealpaan dalam menjalankan sistem hidup yang Engkau ciptakan untuk kebahagiaan hidup kami di dunia dan akhirat.
Terimalah taubat kami,
Maafkan kesalahan kami,
Ampunilah dosa kami dan dosa kedua orang tua kami, limpahkan kasih sayang-Mu kepada mereka sebagaimana mereka menyayangi kami di waktu kecil.
Hindarkan kami dari godaan dunia dengan segala pernak perniknya.
Jadikanlah dunia dan segala fasilitasnya sebagai sarana dan jembatan kami menuju ridho dan syurgamu.
Kabulkanlah semua permintaan kami yang baik-baik. Sampaikanlah cita-cita kami yg baik-baik.
Satukanlah hati kami dalam ketaatan pada-Mu dan berdakwah di jalan-Mu.
Matikanlah kami dalam keadaan husnul khatimah sedangkan Engkau ridho pada kami.
Himpunkan kami di syurga Al-Firdaus al-A'la bersama Rasulullah tercinta, orang tua kami, anak cucu kami, istri-istri/suami-suami kami dan sahabat kami.
Aamiin yaa Mujibassaailin....
Doa dan Jawaban Allah SWT
Bunda Rusni Channel Post by Bunda Rusni, Bunda Vita dan mb Wulan. share yang bermanfaat demi mencari ridho ALLAH SWT
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Suatu hari
Aku meminta kepada Allah agar Allah mengangkat kesombongan dan keangkuhan yang ada padaku.
Allah menjawab :
“TIDAK.....!!
Kamulah yang harus merendahkan hatimu, bertindak melayani bagi sesamamu, maka kesombongan dan keangkuhanmu pun akan hilang.”
Aku meminta kepada Allah agar Allah memberikan kesabaran kepadaku.
Allah menjawab :
“TIDAK......!!
Kesabaran bukan suatu pemberian cuma cuma.
Kesabaran harus dilatih, kesabaran adalah hasil masa sulitmu, renungkan lah firman-KU dan lakukanlah, maka kesabaranmu akan bertambah.”
Aku meminta kepada Allah agar Allah mengangkat beban hidupku
Allah menjawab: :
“TIDAK......!!
Beban hidupmu menjauh kan kamu dari kesukaan duniawi dan membuat kamu tidak mengandalkan dirimu sendiri, melainkan AKU, sehingga membuat kamu lebih dekat kepada-KU.
Dan AKU akan senantiasa menemani kamu dimasa sulitmu, serta memampu kan kamu melewati masa sulitmu.”
Aku meminta agar Allah memberiku kebahagiaan.
Allah menjawab :
“TIDAK.......!!
AKU memberimu segala berkah, kebahagian tergantung penerimaan hatimu dalam mensyukurinya.”
Aku meminta agar Allah membuat kehidupan rohaniku bertumbuh.
Allah menjawab :
"TIDAK.......!!
Kehidupan Rohanimu, kamulah yang harus membuatnya bertumbuh, dengan semakin seringnya engkau bersekutu dengan-KU, AKU akan menyirami nya, sehingga akan membuahkan hasil yang baik.”
Aku meminta agar Allah menolongku untuk mengasihi sesama seperti Allah mengasihiku..
Allah menjawab :
“HambaKU.... Inilah permintaaan terbaikmu hari ini, lakukanlah.....!!
Kasihilah sesamamu, pasti AKU akan menolongmu”...
Perbanyaklah silaturrahim dengan saling menyayangi dan saling menasehati dalam kebaikan, maka Insya Allah akan memudahkan urusan kita.....!!
Semoga kita diberi kemudahan utk selalu dpt berbuat kebajikan, bersilaturahim dengan niat lillahi ta'ala ...
Robbana Taqobbal Minna,
Yaa Allaah terimalah dari kami (amalan kami)..Aamiin🌺
Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Suatu hari
Aku meminta kepada Allah agar Allah mengangkat kesombongan dan keangkuhan yang ada padaku.
Allah menjawab :
“TIDAK.....!!
Kamulah yang harus merendahkan hatimu, bertindak melayani bagi sesamamu, maka kesombongan dan keangkuhanmu pun akan hilang.”
Aku meminta kepada Allah agar Allah memberikan kesabaran kepadaku.
Allah menjawab :
“TIDAK......!!
Kesabaran bukan suatu pemberian cuma cuma.
Kesabaran harus dilatih, kesabaran adalah hasil masa sulitmu, renungkan lah firman-KU dan lakukanlah, maka kesabaranmu akan bertambah.”
Aku meminta kepada Allah agar Allah mengangkat beban hidupku
Allah menjawab: :
“TIDAK......!!
Beban hidupmu menjauh kan kamu dari kesukaan duniawi dan membuat kamu tidak mengandalkan dirimu sendiri, melainkan AKU, sehingga membuat kamu lebih dekat kepada-KU.
Dan AKU akan senantiasa menemani kamu dimasa sulitmu, serta memampu kan kamu melewati masa sulitmu.”
Aku meminta agar Allah memberiku kebahagiaan.
Allah menjawab :
“TIDAK.......!!
AKU memberimu segala berkah, kebahagian tergantung penerimaan hatimu dalam mensyukurinya.”
Aku meminta agar Allah membuat kehidupan rohaniku bertumbuh.
Allah menjawab :
"TIDAK.......!!
Kehidupan Rohanimu, kamulah yang harus membuatnya bertumbuh, dengan semakin seringnya engkau bersekutu dengan-KU, AKU akan menyirami nya, sehingga akan membuahkan hasil yang baik.”
Aku meminta agar Allah menolongku untuk mengasihi sesama seperti Allah mengasihiku..
Allah menjawab :
“HambaKU.... Inilah permintaaan terbaikmu hari ini, lakukanlah.....!!
Kasihilah sesamamu, pasti AKU akan menolongmu”...
Perbanyaklah silaturrahim dengan saling menyayangi dan saling menasehati dalam kebaikan, maka Insya Allah akan memudahkan urusan kita.....!!
Semoga kita diberi kemudahan utk selalu dpt berbuat kebajikan, bersilaturahim dengan niat lillahi ta'ala ...
Robbana Taqobbal Minna,
Yaa Allaah terimalah dari kami (amalan kami)..Aamiin🌺
Kamis, 01 September 2016
Mari Memerdekakan Diri
Sahabat Odojers yang senantiasa istiqomah ...
jauh sudah masa sulit itu berlalu,
direnggut waktu yang terus mengukir kisah baru,
masa ketika banyak darah mengalir,
banyak nyawa dipertaruhkan,
demi Indonesia tercinta.
Tak terasa ... 71 tahun berlalu,
mari sejenak kita berkaca diri!
Para mujahid/mujahidah bangsa ini telah menuntaskan tugas mulia merebut kemerdekaan.
Lalu,
apakah diri kita sudah merdeka?
Merdeka dari hawa nafsu,
kemalasan, membuang-buang waktu, dan dari mengerjakan hal yang sia-sia ...
Apakah diri kita sudah istiqomah?
Sehari satu juz saja terkadang terasa sulit, bahkan seringkali lalai.
Kenapa mengeluh tentang kesulitan?
Di dalam hidup ini,
kita pasti menghadapi kesulitan.
Semua orang menghadapinya.
Disiplin, sabar, tekun, dan komitmen memang sulit,
namun diperlukan untuk hidup yang lebih baik.
Jangan mengeluh sulit sahabatku!
Ayo, tingkatkan kualitas diri agar kita sanggup melaluinya!
Mari, tanamkan niat yang kuat dalam hati kita,
agar dapat merdeka dari belenggu setan!
Merdeka Negeriku!
Merdeka Bangsaku!
Merdeka Indonesiaku!
Merdeka bersama Al Qur'an!
Mari, memerdekakan diri!
# mengenang hari kemerdekaan RI
(17-8-1945 ... 17-8-2016)
#1day1juz/odoj/lovequr'an
Salam FULL Semangat...!!!
Santi Hidayani Sitorus
Divisi Training Motivasi
Cp. 081364942465
PSDM/TM/144/23/08/2016
jauh sudah masa sulit itu berlalu,
direnggut waktu yang terus mengukir kisah baru,
masa ketika banyak darah mengalir,
banyak nyawa dipertaruhkan,
demi Indonesia tercinta.
Tak terasa ... 71 tahun berlalu,
mari sejenak kita berkaca diri!
Para mujahid/mujahidah bangsa ini telah menuntaskan tugas mulia merebut kemerdekaan.
Lalu,
apakah diri kita sudah merdeka?
Merdeka dari hawa nafsu,
kemalasan, membuang-buang waktu, dan dari mengerjakan hal yang sia-sia ...
Apakah diri kita sudah istiqomah?
Sehari satu juz saja terkadang terasa sulit, bahkan seringkali lalai.
Kenapa mengeluh tentang kesulitan?
Di dalam hidup ini,
kita pasti menghadapi kesulitan.
Semua orang menghadapinya.
Disiplin, sabar, tekun, dan komitmen memang sulit,
namun diperlukan untuk hidup yang lebih baik.
Jangan mengeluh sulit sahabatku!
Ayo, tingkatkan kualitas diri agar kita sanggup melaluinya!
Mari, tanamkan niat yang kuat dalam hati kita,
agar dapat merdeka dari belenggu setan!
Merdeka Negeriku!
Merdeka Bangsaku!
Merdeka Indonesiaku!
Merdeka bersama Al Qur'an!
Mari, memerdekakan diri!
# mengenang hari kemerdekaan RI
(17-8-1945 ... 17-8-2016)
#1day1juz/odoj/lovequr'an
Salam FULL Semangat...!!!
Santi Hidayani Sitorus
Divisi Training Motivasi
Cp. 081364942465
PSDM/TM/144/23/08/2016
Rabu, 31 Agustus 2016
Nasihat Pendek Untuk KIta
Syaidina Ustman Bin 'Affan r.a BerKata :
Ketahuilah, keSedihan
Dalam Urusan Dunia
Dapat mengGelapkan Hati.
Sementara itu,
keSedihan
Dalam Urusan Akhirat
Bisa meNerangi Hati
(Ustman bin 'Affan)
SeseOrang berTanya
Kepada Ibnu Mas'ud r.a.
"Tempat Mana
Yang Harus aku Datangi
Saat aku Mendapati
keAdaan Galau Dan Terkucil?
Jawaban Ibnu Mas'ud r.a
"Datangilah Tempat
Yang Al-Quran
Sering diBacakan,
Niscaya kamu Akan Dapati
keTenangan
Lalu, Datangi Tempat2
Yang kamu dI Ajak
Untuk mengIngat Dan
meNyebut اللهِ
Serta
Akan berTambah ilmumu.
terAkhir,
Datangi Alas Sajadahmu
di keHeningan Malam
Dan
mengAdulah Kepada Rabb
Pengatur Hidupmu."
Sahabat2ku:
😇
Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم
berSabda,
"Barangsiapa
memBiasakan Diri
ber-Istighfar, Maka اَللّهُ
Akan memBerinya
Jalan Keluar seTiap Kali ia
mengAlami keSempitan,
Dan memBerinya Hiburan
seTiap Kali ia diRundung
keSedihan,
Dan memBerinya Rizqi
Dari Arah
Yang Tidak diDuga"
(Hadist Riwayat Abu Dawud,
Ibnu Majah, Dan Ahmad)
Ketahuilah, keSedihan
Dalam Urusan Dunia
Dapat mengGelapkan Hati.
Sementara itu,
keSedihan
Dalam Urusan Akhirat
Bisa meNerangi Hati
(Ustman bin 'Affan)
SeseOrang berTanya
Kepada Ibnu Mas'ud r.a.
"Tempat Mana
Yang Harus aku Datangi
Saat aku Mendapati
keAdaan Galau Dan Terkucil?
Jawaban Ibnu Mas'ud r.a
"Datangilah Tempat
Yang Al-Quran
Sering diBacakan,
Niscaya kamu Akan Dapati
keTenangan
Lalu, Datangi Tempat2
Yang kamu dI Ajak
Untuk mengIngat Dan
meNyebut اللهِ
Serta
Akan berTambah ilmumu.
terAkhir,
Datangi Alas Sajadahmu
di keHeningan Malam
Dan
mengAdulah Kepada Rabb
Pengatur Hidupmu."
Sahabat2ku:
😇
Rasulullah صلى الله عليه وآله وسلم
berSabda,
"Barangsiapa
memBiasakan Diri
ber-Istighfar, Maka اَللّهُ
Akan memBerinya
Jalan Keluar seTiap Kali ia
mengAlami keSempitan,
Dan memBerinya Hiburan
seTiap Kali ia diRundung
keSedihan,
Dan memBerinya Rizqi
Dari Arah
Yang Tidak diDuga"
(Hadist Riwayat Abu Dawud,
Ibnu Majah, Dan Ahmad)
Selasa, 23 Agustus 2016
Lihatlah Sejenak Hubungan Pertemanan Kalian
Saudaraku, Renungilah sejenak pesan ini…
Apakah engkau memiliki banyak sahabat..?
Banyak pertemanan..?
Berapakah jumlah yang engkau miliki..?
5 orang..?
20 orang..?
30 orang..?
Atau 100 orang..?
Atau bahkan hingga lebih 1000 orang..?
Saudaraku sebanyak apapun teman yang engkau miliki, atau yang engkau akrab dengan mereka, tetapi JIKA :
🔴 Tidak ada satupun yang mengajakmu dalam kebaikan.
🔴 Tidak satupun yang mengajakmu serta mengingatkanmu "hijrah" kearah yang lebih baik.
🔴 Tidak satupun yang mengajakmu mengenal sunnah-sunnah Nabi shalallahu alaihi wasallam yang disampaikan dalam riwayat hadits-hadits shohihnya.
🔴 Tidak satupun yang mengajakmu berangkat ke kajian untuk menuntut ilmu agama.
🔴 Tidak satupun mengingatkanmu untuk menunaikan sholat.
🔴 Bahkan tidak satupun yang mengajakmu ingat kepada Allah.
📌 Jika benar demikian, ketahuilah wahai saudaraku bahwa persahabatan kalian sebenarnya dalam kondisi yang tidak baik, meskipun kalian memandangnya baik (baik itu dengan alasan hobi, kesenangan dan lainnya), karena persahabatan tersebut hakikatnya hanya akan menjadikan permusuhan bagi kalian di hari kiamat!
🍃 Allah berfirman :
اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَئِذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ
"Teman-teman karib pada hari itu (kiamat) nanti saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa." (Qs. Az-Zukhruf 67)
👤 Ibnu Katsir rahimahullah berkata :
"Bahwa setiap persahabatan yang dilandasi cinta karena selain Allah, maka pada hari kiamat nanti akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan. Kecuali persahabatannya dilandasi cinta karena Allah, inilah yang kekal selamanya." (Tafsir Ibnu Katsir)
Maka jika hubungan persahabatan yang tidak didasari oleh niat cinta karena Allah, dimana didalamnya tidak ada saling menasehati karna Allah, tidak ada saling mengajak hijrah kembali dijalan Allah.. maka kelak pada hari kiamat nanti hal itu hanya akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan.
Karena yang hanya akan kekal sampai hari kiamat kelak adalah persahabatan yang dimana isinya saling menasehati, saling mengingatkan dalam ketakwaan dan saling mengajak kembali ke jalan Allah. Dan itulah persahabatan yang tidak pernah akan ada kerugian didalamnya..
🍃 Allah berfirman :
وَالْعَصْرِ (١) اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ (٢) اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ(٣)
"(1) Demi masa. (2) Sungguh, manusia berada dalam kerugian, (3) KECUALI orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (Qs. Al-'Asr 1-3)
🍃 Saudaraku, mari segera kita perbaiki lingkungan pertemanan kita, carilah lingkungan yang baik (yang sholih dan sholihah)..
✔ Yang selalu mengingatkanmu dan saling menasihati dijalan Allah..
✔ Yang berani menegurmu jika engkau salah..
✔ Yang berani mengajakmu untuk menuntut ilmu agama..
✔ Yang berani 'nge-tag' berisi postingan-postingan yang bermanfaat bagi agamamu..
✔ Bahkan yang berani share tentang peringatan-peringatan yang berisi kebaikan untuk mengajakmu kembali kejalanNya..
✔ Dan yang tidak bosan menegurmu agar senantiasa memperbaiki diri agar lebih baik..
Persahabatan yang sedikit tetapi peduli akan akhiratmu itu amat jauh lebih baik dibandingkan persahabatan yang banyak jumlahnya tetapi tidak ada yang mempedulikan akhiratmu.
👤 Imam Syafi'i berkata :
“Jika engkau punya teman (yang selalu membantumu dalam ketaatan kepada Allah) maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau melepaskannya. Karena mencari 'teman baik' itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali.”
Ingatlah saudaraku..
"Biasakanlah mengikuti hal yang benar (dalam mensikapi), bukan membenarkan apa yang biasa dilakukan."
___________
👤 Abdullah bin Suyitno (عبدالله بن صيتن)
@ShahihFiqihWanita
Apakah engkau memiliki banyak sahabat..?
Banyak pertemanan..?
Berapakah jumlah yang engkau miliki..?
5 orang..?
20 orang..?
30 orang..?
Atau 100 orang..?
Atau bahkan hingga lebih 1000 orang..?
Saudaraku sebanyak apapun teman yang engkau miliki, atau yang engkau akrab dengan mereka, tetapi JIKA :
🔴 Tidak ada satupun yang mengajakmu dalam kebaikan.
🔴 Tidak satupun yang mengajakmu serta mengingatkanmu "hijrah" kearah yang lebih baik.
🔴 Tidak satupun yang mengajakmu mengenal sunnah-sunnah Nabi shalallahu alaihi wasallam yang disampaikan dalam riwayat hadits-hadits shohihnya.
🔴 Tidak satupun yang mengajakmu berangkat ke kajian untuk menuntut ilmu agama.
🔴 Tidak satupun mengingatkanmu untuk menunaikan sholat.
🔴 Bahkan tidak satupun yang mengajakmu ingat kepada Allah.
📌 Jika benar demikian, ketahuilah wahai saudaraku bahwa persahabatan kalian sebenarnya dalam kondisi yang tidak baik, meskipun kalian memandangnya baik (baik itu dengan alasan hobi, kesenangan dan lainnya), karena persahabatan tersebut hakikatnya hanya akan menjadikan permusuhan bagi kalian di hari kiamat!
🍃 Allah berfirman :
اَلْاَخِلَّاۤءُ يَوْمَئِذٍۢ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ اِلَّا الْمُتَّقِيْنَ
"Teman-teman karib pada hari itu (kiamat) nanti saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa." (Qs. Az-Zukhruf 67)
👤 Ibnu Katsir rahimahullah berkata :
"Bahwa setiap persahabatan yang dilandasi cinta karena selain Allah, maka pada hari kiamat nanti akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan. Kecuali persahabatannya dilandasi cinta karena Allah, inilah yang kekal selamanya." (Tafsir Ibnu Katsir)
Maka jika hubungan persahabatan yang tidak didasari oleh niat cinta karena Allah, dimana didalamnya tidak ada saling menasehati karna Allah, tidak ada saling mengajak hijrah kembali dijalan Allah.. maka kelak pada hari kiamat nanti hal itu hanya akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan.
Karena yang hanya akan kekal sampai hari kiamat kelak adalah persahabatan yang dimana isinya saling menasehati, saling mengingatkan dalam ketakwaan dan saling mengajak kembali ke jalan Allah. Dan itulah persahabatan yang tidak pernah akan ada kerugian didalamnya..
🍃 Allah berfirman :
وَالْعَصْرِ (١) اِنَّ الْاِنْسَانَ لَفِيْ خُسْرٍ (٢) اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ عَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ(٣)
"(1) Demi masa. (2) Sungguh, manusia berada dalam kerugian, (3) KECUALI orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (Qs. Al-'Asr 1-3)
🍃 Saudaraku, mari segera kita perbaiki lingkungan pertemanan kita, carilah lingkungan yang baik (yang sholih dan sholihah)..
✔ Yang selalu mengingatkanmu dan saling menasihati dijalan Allah..
✔ Yang berani menegurmu jika engkau salah..
✔ Yang berani mengajakmu untuk menuntut ilmu agama..
✔ Yang berani 'nge-tag' berisi postingan-postingan yang bermanfaat bagi agamamu..
✔ Bahkan yang berani share tentang peringatan-peringatan yang berisi kebaikan untuk mengajakmu kembali kejalanNya..
✔ Dan yang tidak bosan menegurmu agar senantiasa memperbaiki diri agar lebih baik..
Persahabatan yang sedikit tetapi peduli akan akhiratmu itu amat jauh lebih baik dibandingkan persahabatan yang banyak jumlahnya tetapi tidak ada yang mempedulikan akhiratmu.
👤 Imam Syafi'i berkata :
“Jika engkau punya teman (yang selalu membantumu dalam ketaatan kepada Allah) maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau melepaskannya. Karena mencari 'teman baik' itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali.”
Ingatlah saudaraku..
"Biasakanlah mengikuti hal yang benar (dalam mensikapi), bukan membenarkan apa yang biasa dilakukan."
___________
👤 Abdullah bin Suyitno (عبدالله بن صيتن)
@ShahihFiqihWanita
Selasa, 09 Agustus 2016
Jangan Meninggalkan Amal
Jangan meninggalkan amal krn takut tdk ikhlas. Beramal sambil meluruskan niat lebih baik daripada tdk beramal sama sekali.
Jangan meninggalkan zikir krn ketidakhadiran hati. Kelalaian kita dari zikir lebih buruk daripada kelalaian kita saat berzikir.
Jangan meninggalkan tilawah karna tak tau maknanya. Ketidaktauan makna dalam tilawah masih lebih baik daripada ketidakmauan membaca firman-Nya.
Jangan meninggalkan dakwah karna kecewa. Kesabaran kita bersama orang2 shalih lebih baik daripada kesenangan kita bersama orang2 yg tidak shalih.
Jangan meninggalkan amanah karna berat. Beratnya amanah yg kita emban insyaAllah sebanding dengan beratnya timbangan amal yg akan kita dapatkan.
Jangan meninggalkan medan juang karna terluka. Kematian di medan juang lebih baik baik daripada hidup dalam keterlenaan.
Jangan meninggalkan kesantunan karna lingkungan kasar. Santun kita saat dikasari hanya akan menambah kemuliaan dan mengundang simpati-Nya.
"Allahumma mushorrifal quluub shorif quluubana 'ala tho'atik, Yaa muqollibal quluub tsabbit quluubanaa 'alaa diinik,.."
"Ya Allah yg memalingkan hati manusia, palingkanlah hati kami di atas ketaatan pd-Mu, Wahai yg membolak balikkan hati, teguhkanlah hati kami di jalanMu"
Aamiin ya Rabbal'aalamin.
📖
Jangan meninggalkan zikir krn ketidakhadiran hati. Kelalaian kita dari zikir lebih buruk daripada kelalaian kita saat berzikir.
Jangan meninggalkan tilawah karna tak tau maknanya. Ketidaktauan makna dalam tilawah masih lebih baik daripada ketidakmauan membaca firman-Nya.
Jangan meninggalkan dakwah karna kecewa. Kesabaran kita bersama orang2 shalih lebih baik daripada kesenangan kita bersama orang2 yg tidak shalih.
Jangan meninggalkan amanah karna berat. Beratnya amanah yg kita emban insyaAllah sebanding dengan beratnya timbangan amal yg akan kita dapatkan.
Jangan meninggalkan medan juang karna terluka. Kematian di medan juang lebih baik baik daripada hidup dalam keterlenaan.
Jangan meninggalkan kesantunan karna lingkungan kasar. Santun kita saat dikasari hanya akan menambah kemuliaan dan mengundang simpati-Nya.
"Allahumma mushorrifal quluub shorif quluubana 'ala tho'atik, Yaa muqollibal quluub tsabbit quluubanaa 'alaa diinik,.."
"Ya Allah yg memalingkan hati manusia, palingkanlah hati kami di atas ketaatan pd-Mu, Wahai yg membolak balikkan hati, teguhkanlah hati kami di jalanMu"
Aamiin ya Rabbal'aalamin.
📖
Jangan Meremehkan Kebaikan Sekecil Apapun
🌷Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah... barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat
🌷 Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju syurga.
🌷Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.
🌷Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia... barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.
🌷Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak2 mu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu... yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.
📌 JIKA ENGKAU TIDAK BISA BERBUAT KEBAIKAN SAMA SEKALI, MAKA TAHANLAH TANGAN DAN LISANMU DARI MENYAKITI... SETIDAKNYA ITU MENJADI SEDEKAH UNTUK DIRIMU.
⏩ Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata:
رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ
“Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya”
Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda
🌹Rasulullah bersabda:
« لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ ».
“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya)bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum".
(HR. Muslim)
🌷 Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju syurga.
🌷Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.
🌷Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia... barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.
🌷Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak2 mu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu... yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.
📌 JIKA ENGKAU TIDAK BISA BERBUAT KEBAIKAN SAMA SEKALI, MAKA TAHANLAH TANGAN DAN LISANMU DARI MENYAKITI... SETIDAKNYA ITU MENJADI SEDEKAH UNTUK DIRIMU.
⏩ Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata:
رُبَّ عَمَلٍ صَغِيرٍ تُعَظِّمُهُ النِّيَّةُ ، وَرُبَّ عَمَلٍ كَبِيرٍ تُصَغِّرُهُ النِّيَّةُ
“Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya”
Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda
🌹Rasulullah bersabda:
« لاَ تَحْقِرَنَّ مِنَ الْمَعْرُوفِ شَيْئًا وَلَوْ أَنْ تَلْقَى أَخَاكَ بِوَجْهٍ طَلْقٍ ».
“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya)bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum".
(HR. Muslim)
Kunci Membuat Hidup Lebih Baik
terdiri atas
--Personality,
--Community and
--Life.
Berikut penjelasannya:
A. PERSONALITY:
1. Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui.
2. Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang dijalani saat ini, secara positif
3. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda.
4. Jangan memaksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna.
5. Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip.
6. Bermimpilah saat anda bangun (bukan saat tertidur).
7. Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda.
8. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan pasangan Anda di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini.
9. Hidup terlalu singkat untuk membenci siapapun itu. Jangan membenci.
10. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak menganggu masa ini.
11. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda.
12. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang Anda dapat bertahan seumur hidup.
13. Senyumlah dan tertawalah.
14. Anda tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan.
B. COMMUNITY:
15. Hubungi keluarga Anda sesering mungkin
16. Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain.
17. Ampuni setiap orang untuk segala hal
18. Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun.
19. Coba untuk membuat paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari.
20. Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda.
21. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda di saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda. Tetaplah berhubungan baik
C. LIFE:
22. Jadikan Allah sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda.
23. Allah menyembuhkan segala sesuatu.
24. Lakukan hal yang benar.
25. Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah.
26. Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan keluarlah!.
27. Yang terbaik belumlah tiba.
28. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan.
29. Ketika Anda bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Allah untuk itu.
30. Jika Anda mengenal Allah, Anda akan selalu bersukacita. So, be happy.
Mati tdk menunnggu Tua....Mati tidak menunggu sakit...nikmati hidup....sebelum hidup tidak bisa di nikmati.😊😊😊😊
--Personality,
--Community and
--Life.
Berikut penjelasannya:
A. PERSONALITY:
1. Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui.
2. Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang dijalani saat ini, secara positif
3. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda.
4. Jangan memaksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna.
5. Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip.
6. Bermimpilah saat anda bangun (bukan saat tertidur).
7. Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda.
8. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan pasangan Anda di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini.
9. Hidup terlalu singkat untuk membenci siapapun itu. Jangan membenci.
10. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak menganggu masa ini.
11. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda.
12. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang Anda dapat bertahan seumur hidup.
13. Senyumlah dan tertawalah.
14. Anda tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan.
B. COMMUNITY:
15. Hubungi keluarga Anda sesering mungkin
16. Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain.
17. Ampuni setiap orang untuk segala hal
18. Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun.
19. Coba untuk membuat paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari.
20. Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda.
21. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda di saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda. Tetaplah berhubungan baik
C. LIFE:
22. Jadikan Allah sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda.
23. Allah menyembuhkan segala sesuatu.
24. Lakukan hal yang benar.
25. Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah.
26. Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan keluarlah!.
27. Yang terbaik belumlah tiba.
28. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan.
29. Ketika Anda bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Allah untuk itu.
30. Jika Anda mengenal Allah, Anda akan selalu bersukacita. So, be happy.
Mati tdk menunnggu Tua....Mati tidak menunggu sakit...nikmati hidup....sebelum hidup tidak bisa di nikmati.😊😊😊😊
Renungan Bagi Manula
Saudaraku.
Hari berganti hari tanpa terasa.
Usia kita semakin bertambah, namun serasa masih terus muda seperti dulu.
Waktu terus berjalan.
Dulu otot dan badan kita kencang, kini kendor.
Dulu kita gagah, kini mulai renta.
Dulu kita kuat, kini berangsur lemah.
Ingatlah kata-kata bijak :
•Besi itu kuat, tapi api dapat melelehkannya.
• Api itu kuat, tapi air mampu memadamkannya.
• Air itu kuat, tapi matahari bisa menguapkannya.
• Matahari itu kuat, tapi awan bisa menghalanginya.
• Awan itu kuat, tapi angin mampu memindahkannya.
• Angin itu kuat, tapi manusia mampu mengendalikannya dengan layar perahu.
• Manusia itu kuat, tapi dosa dan nafsu duniawi dapat melemahkannya.
• Dosa itu kuat, tapi Iman bisa mengatasinya.
Maka, yang terkuat adalah :
IMAN dan KEBAIKAN, karena TAK AKAN HILANG SETELAH KEMATIAN ...
Dan yang paling indah dalam hidup ini adalah :
- Saat kita pergi ada yang mendoakan.
- Saat kita jauh ada yang merindukan.
- Saat kita sedih ada yang menghibur.
- Saat kita bertemu ada senyum yang Indah.
Tapi yang terindah dari segalanya adalah :
Ketika Allah masih berkenan memberikan NAFAS untuk kita hidup di hari ini & bisa bersilahturahmi, walaupun tidak bertatap muka tapi saya bersyukur dgn group WA ini kita bisa bertegur sapa.......
Mari kita senantiasa ber-SYUKUR kepada-NYA..
Selamat menikmati hari2 tua yang indah
Hari berganti hari tanpa terasa.
Usia kita semakin bertambah, namun serasa masih terus muda seperti dulu.
Waktu terus berjalan.
Dulu otot dan badan kita kencang, kini kendor.
Dulu kita gagah, kini mulai renta.
Dulu kita kuat, kini berangsur lemah.
Ingatlah kata-kata bijak :
•Besi itu kuat, tapi api dapat melelehkannya.
• Api itu kuat, tapi air mampu memadamkannya.
• Air itu kuat, tapi matahari bisa menguapkannya.
• Matahari itu kuat, tapi awan bisa menghalanginya.
• Awan itu kuat, tapi angin mampu memindahkannya.
• Angin itu kuat, tapi manusia mampu mengendalikannya dengan layar perahu.
• Manusia itu kuat, tapi dosa dan nafsu duniawi dapat melemahkannya.
• Dosa itu kuat, tapi Iman bisa mengatasinya.
Maka, yang terkuat adalah :
IMAN dan KEBAIKAN, karena TAK AKAN HILANG SETELAH KEMATIAN ...
Dan yang paling indah dalam hidup ini adalah :
- Saat kita pergi ada yang mendoakan.
- Saat kita jauh ada yang merindukan.
- Saat kita sedih ada yang menghibur.
- Saat kita bertemu ada senyum yang Indah.
Tapi yang terindah dari segalanya adalah :
Ketika Allah masih berkenan memberikan NAFAS untuk kita hidup di hari ini & bisa bersilahturahmi, walaupun tidak bertatap muka tapi saya bersyukur dgn group WA ini kita bisa bertegur sapa.......
Mari kita senantiasa ber-SYUKUR kepada-NYA..
Selamat menikmati hari2 tua yang indah
Tazkiyatun Nufus
Oleh Ustadz Najmi Umar Bakkar
�� Selamatkanlah Dirimu Dari Api Neraka Dengan Bersedekah, Meskipun Sedikit ��
➖➖➖➖➖➖➖
�� Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :
يَامَعْشَرَ النِّسَاءِ تَصَدَّقْنَ وَأَكْثِرْنَ مِنَ اْلاِسْتِغْفَارِ . فَإنِّيْ رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ
"Wahai para wanita, bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar. Karena sesungguhnya aku melihat bahwa mayoritas kalian akan menjadi penghuni neraka." ▶ (HR. Ibnu Majah no.4003)
�� Bagaimana kaum wanita bisa bersedekah, sementara mayoritas mereka disibukkan dengan mengurus rumah dan mereka tidak memiliki gaji untuk bisa menunaikan sedekah itu...?
�� Dan apabila kaum wanita mendengar tentang keutamaan bersedekah, mereka pun merasa pilu, sangat berangan-angan lalu berkata : "Bagaimana saya bisa bersedekah, sementara saya orang yang tidak memiliki apa-apa...?
✅ Kesedihan dan rasa takut akan semakin bertambah dalam jiwa...?
❗Wahai saudariku...
Sesungguhnya keutamaan Allah sangatlah luas dan kemuliaan-Nya tiadalah terbatas…
��Allah tidaklah menjadikan sedekah itu hanya terbatas pada harta semata...
��Bahkan Dia telah menjadikan semua pintu-pintu kebaikan sebagai sedekah...
�� Berikut ini ada 33 contoh sedekah yang dapat dilakukan oleh para wanita, seperti yang disabdakan oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam :
��(01). Setiap tahlil (membaca Laa ilaaha illallah) adalah sedekah dan setiap takbir (membaca Allahu akbar) adalah sedekah...
��(02). Setiap tasbih (membaca Subhanallah) adalah sedekah dan setiap tahmid (membaca Alhamdulillah) adalah sedekah...
��(03). Setiap istighfar (membaca Astaghfirullah) adalah sedekah...
��(04). Setiap shalawat kepada Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah sedekah...
��(05). Setiap kalian memerintahkan kepada kebajikan adalah sedekah, dan setiap kalian mencegah dari kemungkaran adalah sedekah...
��(06). Ucapkanlah kalimat-kalimat yang baik, karena setiap kalimat yang baik adalah sedekah...
��(07). Senyummu kepada suami dan anak-anakmu serta saudarimu sesama kaum muslimah adalah sedekah...
��(08). Setiap shalat adalah sedekah untuk setiap ruas tulangmu...
��(09). Shalat dhuha dua rakaat itu setara dengan 360 sedekah...
��(10). Shaum sunnah yang berfungsi sebagai zakat bagi tubuh adalah sedekah...
��(11). Tahanlah diri kalian dari berbuat keburukan, karena ia adalah sedekah...
��(12). Bersedekahlah dengan perangai yang baik terhadap orang yang mencela dan mencacimu, maafkanlah ia, sesungguhnya Allah Ta'ala akan menerima sedekah dari orang yang bersedekah dengan perangai yang baik...
��(13). Singkirkanlah gangguan yang ada di tengah jalan, karena ia adalah sedekah...
��(14). Tebarkanlah salam kepada orang yang kalian temui, karena ia adalah sedekah...
��(15). Berlaku adil-lah terhadap dua orang yang bertikai, karena ia adalah sedekah...
��(16). Hidangkanlah makanan kepada para pelayan sebagaimana makanan yang kalian santap, karena ia adalah sedekah...
��(17). Berilah makan kepada burung, hewan tunggangan atau orang lain, karena ia merupakan sedekah...
��(18). Muliakanlah tamu yang lebih dari tiga hari, maka ia adalah sedekah bagimu...
��(19). Tunjukkanlah jalan kepada orang yang tersesat, maka ia adalah sedekah...
��(20). Tuntunlah orang yang buta, maka ia adalah sedekah...
��(21). Jelaskanlah maksud ucapan bagi orang yang sulit berbicara, maka ia adalah sedekah...
��(22). Berikanlah bantuan kepada orang yang sedang teraniaya, karena ia adalah sedekah bagimu...
��(23). Berikanlah pinjaman, maka bagimu setiap hari pahala sedekah...
��(24). Berikanlah tempo kepada orang yang mengalami kesulitan untuk membayar hutang, maka itu adalah sedekah bagimu...
��(25). Berharaplah pahala dari barang milikmu yang telah dicuri, karena ia adalah sedekah...
��(26). Belajarlah, ajarkanlah dan tebarkanlah ilmu dengan berbagai cara menurut kemampuan kalian, bisa lewat audio (suara), bacaan maupun tulisan di Hp dll, karena ia adalah sedekah...
��(27). Air minum yang diberikan kepada orang yang kehausan adalah sedekah...
��(28). Bantulah seseorang untuk menaiki kendaraannya, maka ia adalah sedekah bagimu...
��(29). Bantulah seseorang untuk mengangkat barang-barangnya ke atas kendaraan, maka ia adalah sedekah bagimu...
��(30). Didiklah anak-anak dengan pendidikan yang Islami dan mulia, maka ia pun sedekah bagimu...
��(31). Berharaplah disertai niat yang tulus untuk bisa bersedekah meskipun tidak punya harta, maka kalian pun akan mendapatkan pahala sedekah...
��(32). Ajaklah dan tunjukkanlah orang lain untuk bersedekah, maka itu adalah sedekah bagimu...
��(33). Perbanyaklah berbuat baik, karena setiap kebaikan adalah sedekah bagimu...
Seperti berbakti kepada kedua orang tua, menjalin hubungan silaturrahim, berbuat baik kepada tetangga, berbuat baik kepada anak yatim, mengunjungi orang sakit dll.
Orang-orang terdekat adalah golongan yang paling utama untuk mendapatkan kebaikan (yaitu kedua orang tua, suami dan anak-anak kalian). Mereka itu lebih utama, baru setelah itu yang terdekat dan yang terdekatnya lagi...
Ingatlah wahai saudariku...
▫Sesungguhnya sedekah itu akan memadamkan kemurkaan Allah dan akan menghapus kesalahan laksana air memadamkan api...
▫Sesungguhnya sedekah itu akan memberikan keberkahan umur dan memberikan kesehatan...
▫Sesungguhnya sedekah itu dapat menolak bala' dan mencegah datangnya musibah...
▫Sesungguhnya sedekah itu akan menjadi sebab kematian dalam keadaan husnul khatimah dan menghindarkan pelakunya dari siksa kubur...
▫Sesungguhnya sedekah itu akan dapat mengusir syaithan dan menyelamatkan dari siksa neraka...
Tebarkanlah tulisan ini sebagai bagian dari sedekah atas dirimu dengan izin Allah...
Semoga Allah memberikan taufik-Nya kepada kalian wahai saudariku terhadap apa yang Dia cintai dan ridhai...
��Dan sebutlah namaku dalam do'a-do'a kalian agar Allah mengampuni dosa-dosanya...
Kamis, 28 Juli 2016
Berlatih Bersyukur
Lihatlah orang sakit, perhatikan yg tertimpa bencana, lihat org terpenjara, kan kau dapati, pada dirimu ternyata menyimpan segudang nikmat...
Nikmat itu yang penting bukan apa yang kita miliki, tapi apa yang kita rasakan dan syukuri...
Dua orang mendpatkan keuntungan yg sama; Bisa jadi yg satu merasa untung tiada kira, yg satu merasa kurang dan merana...
Ini soal bagaimana mensyukuri...
Dalam bhs Arab antara nikmat نعمة dan niqmah نقمة yang berarti azab sangat tipis bedanya. Nikmat yg sama dpt jadi berkah, dpt jadi azab..
Nikmat menjadi barokah, ketika kt gunakan pada apa yg Allah cintai dan ridhai, tp jadi sumber azab, kalau digunakan di jalan kemaksiatan..
Bahkan dlam kekurangan, keterbatasan, keterhalangan, keterdesakan boleh jadi tersimpan nikmat.
Betapa banyak kekurangan kita menyebabkan berkurangnya potensi keburukan yang akan kita dptkan apabila diberi kelebihan....
Betapa banyak keterhalangan kita, menghalangi kita untuk melakukan perbuatan nista dan tercela dibanding bila segalanya terbuka...
Betapa banyak keterdesakan kita, mendesak kita utk kuat berikhtiar dan kian pasrah, dibanding apabila segalanya serba lapang kt rasakan..
Betapa banyak keterpurukan kita, membuat kita terpuruk dan tersungkur di hadapan kebesaran Allah, memohon ampun dan pertolongannya....
Belajarlah mensyukuri hal2 yg dianggap sepele; Udara segar, tidur pules, pedasnya sambel :) anak2 sehat, keluarga rukun... dll
Yang mudah mensyukuri hal-hal kecil, tentu akan lebih bersyukur pada kenikmatan yang lebih besar.
Nikmat itu yang penting bukan apa yang kita miliki, tapi apa yang kita rasakan dan syukuri...
Dua orang mendpatkan keuntungan yg sama; Bisa jadi yg satu merasa untung tiada kira, yg satu merasa kurang dan merana...
Ini soal bagaimana mensyukuri...
Dalam bhs Arab antara nikmat نعمة dan niqmah نقمة yang berarti azab sangat tipis bedanya. Nikmat yg sama dpt jadi berkah, dpt jadi azab..
Nikmat menjadi barokah, ketika kt gunakan pada apa yg Allah cintai dan ridhai, tp jadi sumber azab, kalau digunakan di jalan kemaksiatan..
Bahkan dlam kekurangan, keterbatasan, keterhalangan, keterdesakan boleh jadi tersimpan nikmat.
Betapa banyak kekurangan kita menyebabkan berkurangnya potensi keburukan yang akan kita dptkan apabila diberi kelebihan....
Betapa banyak keterhalangan kita, menghalangi kita untuk melakukan perbuatan nista dan tercela dibanding bila segalanya terbuka...
Betapa banyak keterdesakan kita, mendesak kita utk kuat berikhtiar dan kian pasrah, dibanding apabila segalanya serba lapang kt rasakan..
Betapa banyak keterpurukan kita, membuat kita terpuruk dan tersungkur di hadapan kebesaran Allah, memohon ampun dan pertolongannya....
Belajarlah mensyukuri hal2 yg dianggap sepele; Udara segar, tidur pules, pedasnya sambel :) anak2 sehat, keluarga rukun... dll
Yang mudah mensyukuri hal-hal kecil, tentu akan lebih bersyukur pada kenikmatan yang lebih besar.
Orang Benar Akan bertunas Seperti Pohon Kurma
Ada kata2 bijak kuno yang mengatakan bahwa " orang benar akan bertunas seperti pohon kurma "
Pohon kurma lazim dijumpai di Timur Tengah. Dgn kondisi tanah yg kering, gersang, tandus & kerap dihantam badai gurun yg dahsyat, hanya pohon kurma yg bisa bertahan hidup. Tak berlebihan kalau pohon kurma dianggap sebagai pohon yg tahan banting.
Kekuatan pohon kurma ada di akar2nya. Petani di Timur Tengah menanam biji kurma ke dlm lubang pasir lalu ditutup dgn batu. Mengapa biji itu hrs ditutup batu? Ternyata, batu tsb memaksa pohon kurma berjuang utk tumbuh ke atas. Justru krn pertumbuhan batang mengalami hambatan, hal tsb membuat pertumbuhan akar ke dlm tanah menjadi maksimal. Setelah akarnya menjadi kuat, barulah biji pohon kurma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yg menekan diatasnya.
"Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah."
Bukankah itu prinsip kehidupan yg luar biasa?
Sekarang kita tahu mengapa Allah kerapkali mengijinkan tekanan hidup datang. Bukan utk melemahkan & menghancurkan kita, sebaliknya
Allah mengijinkan tekanan hidup itu utk membuat kita berakar makin kuat. Tak sekedar bertahan, tapi ada waktunya benih yg sdh mengakar kuat itu akan menjebol "batu masalah" yg selama ini menekan kita. Kita keluar menjadi pemenang kehidupan.
Allah mendesain kita seperti pohon kurma. Sebab itu jadilah tangguh, kuat & tegar menghadapi beratnya kehidupan.
Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup tak akan pernah bisa melemahkan, justru tekanan hidup akan memunculkan kita menjadi pemenang2 kehidupan.
Sebait catatan nasihat
(Alm) Ustadz Rahmat Abdullah
Pohon kurma lazim dijumpai di Timur Tengah. Dgn kondisi tanah yg kering, gersang, tandus & kerap dihantam badai gurun yg dahsyat, hanya pohon kurma yg bisa bertahan hidup. Tak berlebihan kalau pohon kurma dianggap sebagai pohon yg tahan banting.
Kekuatan pohon kurma ada di akar2nya. Petani di Timur Tengah menanam biji kurma ke dlm lubang pasir lalu ditutup dgn batu. Mengapa biji itu hrs ditutup batu? Ternyata, batu tsb memaksa pohon kurma berjuang utk tumbuh ke atas. Justru krn pertumbuhan batang mengalami hambatan, hal tsb membuat pertumbuhan akar ke dlm tanah menjadi maksimal. Setelah akarnya menjadi kuat, barulah biji pohon kurma itu bertumbuh ke atas, bahkan bisa menggulingkan batu yg menekan diatasnya.
"Ditekan dari atas, supaya bisa mengakar kuat ke bawah."
Bukankah itu prinsip kehidupan yg luar biasa?
Sekarang kita tahu mengapa Allah kerapkali mengijinkan tekanan hidup datang. Bukan utk melemahkan & menghancurkan kita, sebaliknya
Allah mengijinkan tekanan hidup itu utk membuat kita berakar makin kuat. Tak sekedar bertahan, tapi ada waktunya benih yg sdh mengakar kuat itu akan menjebol "batu masalah" yg selama ini menekan kita. Kita keluar menjadi pemenang kehidupan.
Allah mendesain kita seperti pohon kurma. Sebab itu jadilah tangguh, kuat & tegar menghadapi beratnya kehidupan.
Milikilah cara pandang positif bahwa tekanan hidup tak akan pernah bisa melemahkan, justru tekanan hidup akan memunculkan kita menjadi pemenang2 kehidupan.
Sebait catatan nasihat
(Alm) Ustadz Rahmat Abdullah
Selasa, 26 Juli 2016
Siapa Sahabatmu?
Makanya, saya heran kenapa ada orang-orang yang enggan mencari sahabat yang bertaqwa?
Nggak ada resikonya, bahkan Sufyan ats-Tsauri mengatakan,
”Lebih baik punya musuh yang bertaqwa daripada teman yang fasik.”
Allahu Akbar...
Lebih baik punya musuh yang bertaqwa daripada teman yang fasik.
Kenapa?
Kalau kita bermusuhan dengan orang yang bertaqwa, enak.
Dia tidak akan mendzalimi kita, dia tidak akan menghalalkan segala cara.
Kalaupun diqishos, qishos yang sesuai dengan kesalahan kita.
Daripada kita punya teman yang fasik, jangan berharap banyak dengan teman yang fasik.
Kenapa demikian??
Rabbnya, Penciptanya saja dia maksiati.
Apalagi kita, apa yang sudah kita berikan kepada dia?
Nggak ada !!
Rabbnya, Allah Subhaanahu Wata’ala yang memberikan mata, telinga, mulut, lisan, otak, jantung, ginjal.
Ginjal kita kalau tidak berfungsi kita harus beli di pasar graph, di atas 1 milyar. Allah kasih gratis, lalu dimaksiati??!!
Lalu kita punya harapan dengan orang seperti itu ?!!
Rabbnya saja, yang memberikan rezeki dikhianati oleh dia, dilanggar oleh dia, dikerjakan larangan-Nya oleh dia, lalu kita mengharapkan dia setia dengan kita?!!
Bagaimana mungkin?!!
Oleh karena itu, carilah orang-orang yang bertaqwa.
Dia akan berinteraksi dengan kita menggunakan dalil, bukan mengikuti hawa nafsu, bukan bermain dengan perasaan, bukan mengikuti ego, bukan mengikuti kemauan.
Dia akan memandang kita dengan objektivitas bukan dengan subjektivitas.
Apa alasan kita tidak mencari orang yang bertaqwa??
Jangan tertipu dengan euforia sementara, karena sahabat yang bertaqwa menawarkan kesetiaan, ketulusan, menawarkan akhlak yang mulia, menawarkan keimanan.
Dan ini yang harus kita cari, karena kita hidup di dunia hanya sementara.”
________
[ Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri ]
Nggak ada resikonya, bahkan Sufyan ats-Tsauri mengatakan,
”Lebih baik punya musuh yang bertaqwa daripada teman yang fasik.”
Allahu Akbar...
Lebih baik punya musuh yang bertaqwa daripada teman yang fasik.
Kenapa?
Kalau kita bermusuhan dengan orang yang bertaqwa, enak.
Dia tidak akan mendzalimi kita, dia tidak akan menghalalkan segala cara.
Kalaupun diqishos, qishos yang sesuai dengan kesalahan kita.
Daripada kita punya teman yang fasik, jangan berharap banyak dengan teman yang fasik.
Kenapa demikian??
Rabbnya, Penciptanya saja dia maksiati.
Apalagi kita, apa yang sudah kita berikan kepada dia?
Nggak ada !!
Rabbnya, Allah Subhaanahu Wata’ala yang memberikan mata, telinga, mulut, lisan, otak, jantung, ginjal.
Ginjal kita kalau tidak berfungsi kita harus beli di pasar graph, di atas 1 milyar. Allah kasih gratis, lalu dimaksiati??!!
Lalu kita punya harapan dengan orang seperti itu ?!!
Rabbnya saja, yang memberikan rezeki dikhianati oleh dia, dilanggar oleh dia, dikerjakan larangan-Nya oleh dia, lalu kita mengharapkan dia setia dengan kita?!!
Bagaimana mungkin?!!
Oleh karena itu, carilah orang-orang yang bertaqwa.
Dia akan berinteraksi dengan kita menggunakan dalil, bukan mengikuti hawa nafsu, bukan bermain dengan perasaan, bukan mengikuti ego, bukan mengikuti kemauan.
Dia akan memandang kita dengan objektivitas bukan dengan subjektivitas.
Apa alasan kita tidak mencari orang yang bertaqwa??
Jangan tertipu dengan euforia sementara, karena sahabat yang bertaqwa menawarkan kesetiaan, ketulusan, menawarkan akhlak yang mulia, menawarkan keimanan.
Dan ini yang harus kita cari, karena kita hidup di dunia hanya sementara.”
________
[ Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri ]
Ujian Itu Ada 2 Macam
[ Ujian Itu Ada Dua Macam ]
Ibnul Qayyim pernah berkata:
Ujian itu ada dua macam. Ujian untuk mengingatkan dan ujian untuk mengangkat derajat.
Apabila seorang hamba banyak maksiat lagi lalai dalam masalah dunianya, cuek kepada Tuhannya maka itu ujian untuk mengingatkannya dari dosa dan maksiat serta untuk mengingatkannya kepada Allah.
Apabila seorang hamba yang diuji itu seorang mukmin yang taat kepada Tuhannya, berarti ia diuji supaya membersihkannya dari dosa dan mengangkat posisinya di hadapan Allah.
Maka kedua ujian itu bukti kecintaan, rahmat dan kelembutan Allah terhadap hamba-Nya.
Andaikan kita mengetahui hal yang gaib, pasti kita akan memilih segala pilihan Allah Yang Maha Penyayang untuk diri kita.
Andaikan kalian tahu bagaimana Allah mengatur urusan hidupmu pasti hatimu akan meleleh karena cinta kepada-Nya.
________
[ Ibnul Qayyim Rahimahullaah ]
Ibnul Qayyim pernah berkata:
Ujian itu ada dua macam. Ujian untuk mengingatkan dan ujian untuk mengangkat derajat.
Apabila seorang hamba banyak maksiat lagi lalai dalam masalah dunianya, cuek kepada Tuhannya maka itu ujian untuk mengingatkannya dari dosa dan maksiat serta untuk mengingatkannya kepada Allah.
Apabila seorang hamba yang diuji itu seorang mukmin yang taat kepada Tuhannya, berarti ia diuji supaya membersihkannya dari dosa dan mengangkat posisinya di hadapan Allah.
Maka kedua ujian itu bukti kecintaan, rahmat dan kelembutan Allah terhadap hamba-Nya.
Andaikan kita mengetahui hal yang gaib, pasti kita akan memilih segala pilihan Allah Yang Maha Penyayang untuk diri kita.
Andaikan kalian tahu bagaimana Allah mengatur urusan hidupmu pasti hatimu akan meleleh karena cinta kepada-Nya.
________
[ Ibnul Qayyim Rahimahullaah ]
Hidup Terlalu SIngkat, Jangan Sia-siakan
Umur kita terlalu singkat
... hingga ALLAH kurniakan lailatul qadar untuk menambah umur amal.
Umur kita terlalu singkat
... ALLAH pinta bersilatulrahim untuk memanjangkannya.
Umur kita terlalu singkat
... ALLAH kurniakan puasa enam syawal spt berpuasa setahun.
Umur kita terlalu singkat
... ALLAH kurniakan surah Al Ikhlas spt membaca sepertiga Al-Quran.
Umur kita terlalu singkat
... ALLAH kurniakan solat diMasjidil Haram spt solat 100 ribu lebih di masjid lain.
Umur kita terlalu singkat
... ALLAH kurniakan solat berjemaah 27x lebih dpd solat sendirian.
Umur kita terlalu singkat
... ALLAH kurniakan solat sunat di rumah 25x lebih dpd solat di mata orang
Hidup ini terlalu singkat
... ALLAH kurniakan satu huruf bacaan Al-Quran dgn 10 pahala.
Hidup ini terlalu singkat
...ALLAH kurniakan sesiapa yg beramal soleh/bersedekah, meninggalkan ilmu bermanafaat tinggalkan anak yg soleh, pahala mengalir ke alam kuburnya.
HIDUP INI TERLALU SINGKAT...JANGAN SIA-SIAKAN...
... hingga ALLAH kurniakan lailatul qadar untuk menambah umur amal.
Umur kita terlalu singkat
... ALLAH pinta bersilatulrahim untuk memanjangkannya.
Umur kita terlalu singkat
... ALLAH kurniakan puasa enam syawal spt berpuasa setahun.
Umur kita terlalu singkat
... ALLAH kurniakan surah Al Ikhlas spt membaca sepertiga Al-Quran.
Umur kita terlalu singkat
... ALLAH kurniakan solat diMasjidil Haram spt solat 100 ribu lebih di masjid lain.
Umur kita terlalu singkat
... ALLAH kurniakan solat berjemaah 27x lebih dpd solat sendirian.
Umur kita terlalu singkat
... ALLAH kurniakan solat sunat di rumah 25x lebih dpd solat di mata orang
Hidup ini terlalu singkat
... ALLAH kurniakan satu huruf bacaan Al-Quran dgn 10 pahala.
Hidup ini terlalu singkat
...ALLAH kurniakan sesiapa yg beramal soleh/bersedekah, meninggalkan ilmu bermanafaat tinggalkan anak yg soleh, pahala mengalir ke alam kuburnya.
HIDUP INI TERLALU SINGKAT...JANGAN SIA-SIAKAN...
Terjebak Macet Di Akhirat
Ustadz Abdullah Zaen. MA
Terjebak macet, siapa yang mau? Jenuh, gerah, bosan, pengap dan bising, itu sebagian alasannya. Terlebih bila berada di dalam sebuah kendaraan yang tidak layak pakai dan dalam waktu yang lama pula. Pendek kata, “macet” telah menjadi suatu momok yang menakutkan.
.
Segala cara dilakukan, baik oleh pribadi maupun institusi, untuk menghindari atau mengurai kemacetan. Mencari jalur alternatif, menentukan waktu yang tepat untuk bepergian, memilih kendaraan yang nyaman dan full fasilitas guna membunuh kejenuhan bilamana harus terjebak kemacetan, dan sekian banyak usaha lainnya.
.
Tapi pernahkah kita berpikir, bahwa kemacetan itu bukan hanya terjadi di dunia? Ada kemacetan lain yang jauh lebih mengerikan, yakni di akhirat. Lalu apa pula yang sudah kita persiapkan agar tidak terjebak di dalam kemacetan tersebut?
.
Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan,
.
“لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ”
.
“Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia manfaatkan, tentang ilmunya apa yang sudah diamalkan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia nafkahkan, serta tentang tubuhnya untuk apa ia pergunakan.” (HR. Tirmidzy dari Abu Barzah al-Aslamy radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan sahih oleh Tirmidzy)
.
Empat jenis pertanggungjawaban di atas inilah yang akan merintangi jalan seorang hamba di akhirat. Umur, ilmu, harta dan tubuh.
.
1.Umur yang Allah berikan kepada kita di dunia ini, lebih sering kita isi dengan sesuatu yang diridhai-Nya, atau justru sebaliknya?
.
2.Ilmu yang kita ketahui, seberapa persen yang sudah kita amalkan?
.
3.Harta yang kita punyai, didapatkan dengan cara seperti apa? Lalu digunakan untuk apa? Pertanyaan dobel inilah yang akan diajukan pada kita kelak, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas harta yang Allah rizkikan pada kita.
.
4.Tubuh yang kita miliki, lebih banyak kita pergunakan untuk apa? Untuk menjalankan ketaatan kepada Allah kah? Atau untuk berbuat maksiat kepada-Nya?
.
Ketika seluruh karunia di atas bisa kita pertanggungjawabkan dengan baik, saat itulah perjalanan kita berikutnya di alam akhirat akan lancar. Namun, bila justru yang terjadi adalah sebaliknya, maka bersiaplah untuk terjebak macet di akhirat! Kedua kaki ini akan terpancang kaku! Na’udzubillah min dzalik…
.
Berhasil atau tidaknya kita melewati rintangan ini, tergantung taufik dari Allah ta’ala. Juga sejauh mana persiapan kita di dunia ini untuk menghadapi hari yang maha dahsyat. Selamat bersiap-siap menghadapi hari itu!
Terjebak macet, siapa yang mau? Jenuh, gerah, bosan, pengap dan bising, itu sebagian alasannya. Terlebih bila berada di dalam sebuah kendaraan yang tidak layak pakai dan dalam waktu yang lama pula. Pendek kata, “macet” telah menjadi suatu momok yang menakutkan.
.
Segala cara dilakukan, baik oleh pribadi maupun institusi, untuk menghindari atau mengurai kemacetan. Mencari jalur alternatif, menentukan waktu yang tepat untuk bepergian, memilih kendaraan yang nyaman dan full fasilitas guna membunuh kejenuhan bilamana harus terjebak kemacetan, dan sekian banyak usaha lainnya.
.
Tapi pernahkah kita berpikir, bahwa kemacetan itu bukan hanya terjadi di dunia? Ada kemacetan lain yang jauh lebih mengerikan, yakni di akhirat. Lalu apa pula yang sudah kita persiapkan agar tidak terjebak di dalam kemacetan tersebut?
.
Rasulullah shallallahu’alaihiwasallam mengingatkan,
.
“لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ عِلْمِهِ فِيمَ فَعَلَ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ اكْتَسَبَهُ وَفِيمَ أَنْفَقَهُ، وَعَنْ جِسْمِهِ فِيمَ أَبْلَاهُ”
.
“Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang umurnya untuk apa ia manfaatkan, tentang ilmunya apa yang sudah diamalkan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia nafkahkan, serta tentang tubuhnya untuk apa ia pergunakan.” (HR. Tirmidzy dari Abu Barzah al-Aslamy radhiyallahu’anhu dan dinyatakan hasan sahih oleh Tirmidzy)
.
Empat jenis pertanggungjawaban di atas inilah yang akan merintangi jalan seorang hamba di akhirat. Umur, ilmu, harta dan tubuh.
.
1.Umur yang Allah berikan kepada kita di dunia ini, lebih sering kita isi dengan sesuatu yang diridhai-Nya, atau justru sebaliknya?
.
2.Ilmu yang kita ketahui, seberapa persen yang sudah kita amalkan?
.
3.Harta yang kita punyai, didapatkan dengan cara seperti apa? Lalu digunakan untuk apa? Pertanyaan dobel inilah yang akan diajukan pada kita kelak, sebagai bentuk pertanggungjawaban atas harta yang Allah rizkikan pada kita.
.
4.Tubuh yang kita miliki, lebih banyak kita pergunakan untuk apa? Untuk menjalankan ketaatan kepada Allah kah? Atau untuk berbuat maksiat kepada-Nya?
.
Ketika seluruh karunia di atas bisa kita pertanggungjawabkan dengan baik, saat itulah perjalanan kita berikutnya di alam akhirat akan lancar. Namun, bila justru yang terjadi adalah sebaliknya, maka bersiaplah untuk terjebak macet di akhirat! Kedua kaki ini akan terpancang kaku! Na’udzubillah min dzalik…
.
Berhasil atau tidaknya kita melewati rintangan ini, tergantung taufik dari Allah ta’ala. Juga sejauh mana persiapan kita di dunia ini untuk menghadapi hari yang maha dahsyat. Selamat bersiap-siap menghadapi hari itu!
Mari Menjadi Cermin Terbaik Bagi Anak Kita
Bismillah…
Kumulai kalimatku dengan basmalah lantaran banyak sekali alpa dari diri ini. Juga karena kelemahan-kelemahan yang kami miliki.
Sahabat Surgaku…
Bagi kita para orang tua, terutama ibu memiliki peran penting dalam pendidikan anak-anaknya. Posisi yang sangat strategis bagi kita yakni bukan hanya menjadi seorang ibu, namun menjadi guru, sahabat, pendesign masa depan anak-anaknya.
Saatnya bercermin…
Hati-hatilah bunda bila bersikap…
Hati-hatilah bunda bila berucap…
Hati-hati pula kala berperilaku, lantaran bisa jadi akan ditiru.
Menjadi ibu yang sejati tidaklah mudah. Butuh perjuangan bahkan pengorbanan. Untuk itulah kita sebagai ibu harus senantiasa belajar untuk menjadi lebih baik. Bukan hanya untuk kepentingan pribadi namun demi kebaikan anak-anak kita juga.
Mengapa harus ibu??
Dalam diri ibu ada perasaan lembut, batin yang halus, jiwa yang peka, air mata bahagia, keindahan, ketegaran, dan ketangguhan.
Siapa ibu??
Ia bak padanan kehidupan, tempat mengadu, tiang pancang tegaknya urusan, damainya rumah, dan kunci kesuksesan.
Siapa ibu??
Dia makhluk yang paling lembut namun sosok tegarnya bagaikan karang yang tak mudah runtuh diterjang gelombang.
Siapa ibu??
Dia adalah teman baik kala jiwa gundah, sahabat dekat kala hati bahagia, sumber ketenangan dan rasa aman.
Begitu banyak kata yang teruntai dalam kalimat tak kan sanggup menggambarkan sosok ibu.
Ibu adalah wanita yang hebat. Bahkan sangat hebat dan luar biasa. Tidak ada satu katapun yang pantas dan bisa untuk melukiskan kehebatan kasih sayang seorang ibu.
Ibu adalah sosok pribadi yang pemberi. Seorang pemberi tanpa pamrih dan selalu diiringi dengan hangatnya kasih sayang. Mulai dari do’a, pengorbanan yang tulus, tenaga, fikiran, waktu, harta benda dan juga air mata telah diberikan oleh seorang ibu kepada kita.
Hanya satu harapan ibu, yaitu supaya kita −anak-anaknya− bisa bahagia dan hidup sejahtera. Sederhana bukan?
Ya, tapi tidak dengan pengorbanan ibu untuk kita, pegorbanan beliau sungguh luar biasa bukan pengorbanan yang sederhana.
Kadang agar kita bahagia, tidak jarang seorang ibu harus mengabaikan kebahagiaan untuk dirinya sendiri.
Mari kita belajar untuk menjadi orang tua yang baik. Mengapa perlu belajar? Karena ilmu menjadi ibu itu mudah diucapkan namun berat untuk dilakukan. Maka belajar dan belajar menjadi kewajiban bagi kita.
Ada beberapa hal yang harus kita penuhi ketika ingin menjadi ibu teladan bagi anak-anaknya.
1. Mendidik anak butuh ILMU
– Ilmu agama adalah sumber pengetahuan maka dari itu dimana saja dan dari mana kita berusaha mencari untuk kita pelajari tentang ilmu agama tersebut.
2. Mendidik anak memerlukan keshalihan orang tua.
– Ketika anak kita mulai membuka mata yang pertama dilihat adalah orang tuanya. Kebiasaan yang dilakukan para orang tua akan dicontoh oleh anak-anak kita. Maka mari kita biasakan diri dengan hal yang baik agar anak-anak kita meniru hal yang baik dari diri kita. Itulah keteladanan.
3. Mendidik anak memerlukan keikhlasan.
– Semua aktivitas, mari kita niatkan karena Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ikhlaslah yang akan menguatkan
langkah kita dalam menjalani berbagai kesulitan yang akan kita hadapi dalam mendidik anak-anak kita. Dengan ikhlas pula segala yang dirasa sulit akan menjadi mudah. Segala yang sempit akan terlapangkan.
4. Mendidik anak memerlukan kesabaran.
– Liku-liku dalam mendidik anak butuh kelapangan hati. Menjadi sabar butuh proses. Bersabar menjadi pendengar bagi anak kita, bersabar kala keadaan tak sama dengan yang diharapkan. Menjadi sabar itu butuh penguat yakni keimanan kita yang mendalam kepada Allah dan meyakini setiap episode yang kita lalui tak lepas dari skenario Nya.
5. Mendidik anak dengan menyertakan Doa.
– Ikhtiar sudah kita lakukan yang menjadi puncak dari segala usaha adalah doa. Doa ibu akan menjadi pembuka kesuksesan anak-anaknya. Kekuatan ikatan batin dari seorang ibu inilah yang mampu menjadikan anak-anak seperti yang diharapkan.
Maka mari bersama-sama meneladankan diri, menjadikan diri kita untuk lebih baik agar kebaikan terwariskan pada anak-anak kita. Aamiin
Untuk semua helaan nafas, desah rasa, degup pikir, derap langkah, dan persembahan terbaik yang telah kita lakukan hingga detik ini untuk menjadi seorang ibu.
Berharap Allah Subhanahu wa Ta'ala pasti memberikan yang terbaik dari setiap lelah yang tertanggungkan. Hal jaza’ul ihsan illal ihsan… Ar Rahman: 60.
Demikian sedikit berbagi semoga Allah menjaga kita dalam kebaikan.
________
[ Ummi Rochma Yulika ]
Kumulai kalimatku dengan basmalah lantaran banyak sekali alpa dari diri ini. Juga karena kelemahan-kelemahan yang kami miliki.
Sahabat Surgaku…
Bagi kita para orang tua, terutama ibu memiliki peran penting dalam pendidikan anak-anaknya. Posisi yang sangat strategis bagi kita yakni bukan hanya menjadi seorang ibu, namun menjadi guru, sahabat, pendesign masa depan anak-anaknya.
Saatnya bercermin…
Hati-hatilah bunda bila bersikap…
Hati-hatilah bunda bila berucap…
Hati-hati pula kala berperilaku, lantaran bisa jadi akan ditiru.
Menjadi ibu yang sejati tidaklah mudah. Butuh perjuangan bahkan pengorbanan. Untuk itulah kita sebagai ibu harus senantiasa belajar untuk menjadi lebih baik. Bukan hanya untuk kepentingan pribadi namun demi kebaikan anak-anak kita juga.
Mengapa harus ibu??
Dalam diri ibu ada perasaan lembut, batin yang halus, jiwa yang peka, air mata bahagia, keindahan, ketegaran, dan ketangguhan.
Siapa ibu??
Ia bak padanan kehidupan, tempat mengadu, tiang pancang tegaknya urusan, damainya rumah, dan kunci kesuksesan.
Siapa ibu??
Dia makhluk yang paling lembut namun sosok tegarnya bagaikan karang yang tak mudah runtuh diterjang gelombang.
Siapa ibu??
Dia adalah teman baik kala jiwa gundah, sahabat dekat kala hati bahagia, sumber ketenangan dan rasa aman.
Begitu banyak kata yang teruntai dalam kalimat tak kan sanggup menggambarkan sosok ibu.
Ibu adalah wanita yang hebat. Bahkan sangat hebat dan luar biasa. Tidak ada satu katapun yang pantas dan bisa untuk melukiskan kehebatan kasih sayang seorang ibu.
Ibu adalah sosok pribadi yang pemberi. Seorang pemberi tanpa pamrih dan selalu diiringi dengan hangatnya kasih sayang. Mulai dari do’a, pengorbanan yang tulus, tenaga, fikiran, waktu, harta benda dan juga air mata telah diberikan oleh seorang ibu kepada kita.
Hanya satu harapan ibu, yaitu supaya kita −anak-anaknya− bisa bahagia dan hidup sejahtera. Sederhana bukan?
Ya, tapi tidak dengan pengorbanan ibu untuk kita, pegorbanan beliau sungguh luar biasa bukan pengorbanan yang sederhana.
Kadang agar kita bahagia, tidak jarang seorang ibu harus mengabaikan kebahagiaan untuk dirinya sendiri.
Mari kita belajar untuk menjadi orang tua yang baik. Mengapa perlu belajar? Karena ilmu menjadi ibu itu mudah diucapkan namun berat untuk dilakukan. Maka belajar dan belajar menjadi kewajiban bagi kita.
Ada beberapa hal yang harus kita penuhi ketika ingin menjadi ibu teladan bagi anak-anaknya.
1. Mendidik anak butuh ILMU
– Ilmu agama adalah sumber pengetahuan maka dari itu dimana saja dan dari mana kita berusaha mencari untuk kita pelajari tentang ilmu agama tersebut.
2. Mendidik anak memerlukan keshalihan orang tua.
– Ketika anak kita mulai membuka mata yang pertama dilihat adalah orang tuanya. Kebiasaan yang dilakukan para orang tua akan dicontoh oleh anak-anak kita. Maka mari kita biasakan diri dengan hal yang baik agar anak-anak kita meniru hal yang baik dari diri kita. Itulah keteladanan.
3. Mendidik anak memerlukan keikhlasan.
– Semua aktivitas, mari kita niatkan karena Allah Subhanahu wa Ta'ala. Ikhlaslah yang akan menguatkan
langkah kita dalam menjalani berbagai kesulitan yang akan kita hadapi dalam mendidik anak-anak kita. Dengan ikhlas pula segala yang dirasa sulit akan menjadi mudah. Segala yang sempit akan terlapangkan.
4. Mendidik anak memerlukan kesabaran.
– Liku-liku dalam mendidik anak butuh kelapangan hati. Menjadi sabar butuh proses. Bersabar menjadi pendengar bagi anak kita, bersabar kala keadaan tak sama dengan yang diharapkan. Menjadi sabar itu butuh penguat yakni keimanan kita yang mendalam kepada Allah dan meyakini setiap episode yang kita lalui tak lepas dari skenario Nya.
5. Mendidik anak dengan menyertakan Doa.
– Ikhtiar sudah kita lakukan yang menjadi puncak dari segala usaha adalah doa. Doa ibu akan menjadi pembuka kesuksesan anak-anaknya. Kekuatan ikatan batin dari seorang ibu inilah yang mampu menjadikan anak-anak seperti yang diharapkan.
Maka mari bersama-sama meneladankan diri, menjadikan diri kita untuk lebih baik agar kebaikan terwariskan pada anak-anak kita. Aamiin
Untuk semua helaan nafas, desah rasa, degup pikir, derap langkah, dan persembahan terbaik yang telah kita lakukan hingga detik ini untuk menjadi seorang ibu.
Berharap Allah Subhanahu wa Ta'ala pasti memberikan yang terbaik dari setiap lelah yang tertanggungkan. Hal jaza’ul ihsan illal ihsan… Ar Rahman: 60.
Demikian sedikit berbagi semoga Allah menjaga kita dalam kebaikan.
________
[ Ummi Rochma Yulika ]