Oleh: Rochma Yulika
Dakwah itu energi dahsyat dalam hidupku.
Dengan dakwah aku belajar bagaimana pantang menyerah. Dengan dakwah aku berusaha untuk tak mudah berkeluh kesah. Dan dengan dakwah memacu diri untuk istiqamah hingga mampu meraih syahadah.
Di jalan dakwah aku memahami benar seperti apa Allah memberikan kasih sayang Nya tiada berbatas bagi hamba-hamba yang ikhlas.
Aku pun bersyukur bisa berada di barisan ini.
Meski keadaan diri yang sangat terbatas namun tak urungkan niat untuk berusaha menjadikan diri pantas berada di antara para pejuang yang tak kenal lelah.
Apalah artinya rasa sakit bila surga itu sangat manis dan indah.
Banyak hal yang menginspirasi hidupku ketika menapaktilasi kisah para pendahulu yang berjuang hingga berdarah-darah untuk memperjuangkan panji-panji Islam.
Mereka merelakan apa saja yang dimilikinya untuk dihibahkan sebagai modal tegaknya sebuah peradaban.
Bila bukan karena iman, langkah-langkah ini tiada kekuatan. Semangat tak lagi mampu dikobarkan.
Dan jiwa melemah pun tak terelakkan.
Menjaga iman agar perjalanan hadirkan banyak kebermaknaan.
Belajar dari banyak kisah salafusshalihlah yang mampu menguatkan langkah ini.
Meski kadang langkah tinggal satu-satu.
Bahkan tubuh mulai melayu.
Namun dakwah mampu menjadi sumber kekuatan untuk menjadi bagian dari orang-orang beriman.
Saat ini yang aku tahu, bahwa perjuangan ini tak bisa dihentikan dengan keterbatasan yang aku miliki.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah yang berkata, "Aku, Surga dan tamanku ada di dalam dadaku, kemana pun aku pergi ia selalu bersamaku, tidak meninggalkanku. Jika aku dipenjara, bagiku itu adalah khalwah. Jika aku dibunuh, bagiku itu adalah syahadah. Dan jika aku diusir dari negeriku, bagiku itu adalah siyahah (jalan-jalan).
Menyadari dan merenungi bahwa setiap ujian yang bertandang itu selayaknya tamu, ia akan datang namun tak lama pun jua akan segera berlalu. Insya Allah.
◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇•◇◇
AIHQ - DK PSDM ODOJ
AIHQ/165/25/06/2016
oaseodoj@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar