Selasa, 07 Juni 2016

Kekhusyukan Shalat DIlihat Dari Salam Hingga Takbir

ada satu pesan yang menarik dr ceramah ust Salim A Fillah:

Katanya _"kekhusyukan solat itu dihitungnya dari salam hingga takbir"_

Loh, ngga kebalik? Solat kan mulainya takbir dulu baru salam di akhir.

Lalu dijelaskan, maksudnya kekhusyukan solat seseorang dihitung dari perilakunya dari salam hingga takbir di solat berikutnya.

Jadi jika khusyuk solat subuhnya, maka ia tidak akan melakukan (atau setidaknya menjauhi diri dari) perbuatan yang 'keji dan mungkar' hingga takbir di sholat zuhur.

Artinya, fungsi solat adalah latihan dan pembersih hati rutin agar ingat dan dekat dengan Allah (dzikrullah) setiap saat, bukan cuma pas solatnya aja.

Kalo abis sholat masih marah-marah, berbuat curang atau zolim... ya wis tobat dan tingkatkan lagi 'kekhusyukan' solatnya he he.

Analogi yang sama juga harusnya bisa kita gunakan dalam menyikapi ibadah puasa di bulan Ramadhan ini.
Satu bulan kedepan ini adalah sarana latihan dan pembersihan hati yang paling spesial agar kita semakin berserah diri dan ikhlas pada Allah, serta giat berbuat baik dan memberi manfaat bagi keluarga, orang-orang terdekat hingga masyarakat luas.

Dan ajang pembuktian kekhusyukannya, adalah di hari lebaran yang akan datang hingga sahur pertama di tahun berikutnya.

Selamat menunaikan ibadah puasa and may we all be among those who receive the benefits and blessings of Ramadhan! 

June 6th, 2016

Via:
Twitter.com/Alkhudorii

Tidak ada komentar:

Posting Komentar