Kamis, 28 Juli 2016

Dulu dan Kini Tentang Menghafal Al Quran

1. DULU, ayat bertemu dengan hati yang gelisah, maka hati yang gelisah menjadi tenang. KINI, ketika ayat bertemu dengam hati yang gelisah, maka ayatnya yang ikut gelisah.

2. DULU, kesungguhan penghafal Al-Qur'an tumpah pada murajaah hafalan. KINI, kesungguhannya tumpah pada menambah hafalan.

3. DULU, menghafal Al-Qur'an mengalir bersama istiqmah. KINI, menghafal Al-Qur'an mengalir bersama ketergesaan.

4. DULU, kerendahan hati penghafal Al-Qur'an dibuktikan dengan mutqinnya hafalan dan pengamalan. KINI, cukup dicitrakan..

5. DULU, menghafal Al-Qur'an menyingkirkan perasaan malas dan bosan. KINI, menghafal Al-Qur'an menyebabkan datangnya perasaan malas dan bosan.

6. DULU, menghafal cepat dianggap susah dan menghafal lama dianggap mudah. KINI, menghafal cepat dianggap mudah dan menghafal lama dianggap susah.

7. DULU, semangat penghafal Al-Qur'an ada di akhir, semakin ke sini semakin bersemangat. KINI, semangatnya menggebu di awal, semakin ke sini semakin kurang bersemangat.

8. DULU, lebih suka kehilangan nyawa dari pada kehilangan ayat. KINI, lebih takut kehilangan uang dari pada kehilangan ayat.

9. DULU, para penghafal Al-Qur'an takut kalau hafalannya yang bagus diketahui orang. KINI, penghafal Al-Qur'an takut kalau hafalannya yang buruk diketahui orang.

10. DULU, tak ragu habiskan harta untuk Al-Qur'an. KINI,...

Allaaaaah, maafkan kami...

30 Juni 2016
Deden Muhammad Makhyaruddin

Sumber : FB Deden M. Makhyaruddin

Tidak ada komentar:

Posting Komentar