Tidak usah menyibukkan diri mencari tanda-tanda lailatul qodar... tapi beribadahlah sungguh sungguh...
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء
“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan nampak kemerah-merahan.”
(HR. Ath Thoyalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, lihat Jaami’ul Ahadits 18: 361. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahihul Jaami’ no. 5475)
Namun tanda tersebut tak perlu dicari-cari. Ibnu Hajar Al Asqalani rahimahullah berkata,
وَقَدْ وَرَدَ لِلَيْلَةِ الْقَدْرِ عَلَامَاتٌ أَكْثَرُهَا لَا تَظْهَرُ إِلَّا بَعْدَ أَنْ تَمْضِي
“Ada beberapa dalil yang membicarakan mengenai tanda-tanda lailatul qadar. Namun itu semua tidaklah nampak kecuali setelah malam tersebut berlalu.”
(Fath Al-Bari, 4: 260)
Kekeliruan sebagian orang adalah di malam hari sibuk bertanya kesana sini apakah ini malam lailatul qodar atau bukan...
Lalu kalo iya kenapa dan kalo tidak mengapa? Orang cerdas adalah yang beribadah sungguh sungguh tanpa ambil pusing... insyà Allàh ia akan mendapatkan lailatul qodar dengan isian ibadah yang full...
mari kita kuatkan semangat agar yang kita impikan terwujud... aamiin
~
Ustadz Abu Riyadl
Tidak ada komentar:
Posting Komentar