Awal tahun 96, musim dingin, bulan ramadhan, saya ada di Istanbul. Sedih rasax melihat jalan jalan di kota saat itu berseliweran orang merokok tanpa rasa risih. Warung warung buka. Saya masuk mesjid Sulaimaniyah jelang dhuhur. Dekat mihrab saya lihat sang imam yg hafidz lagi baca quran. Disekelilingx hanya 4 org, termasuk saya. Sungguh lengang rasax mengingat mesjid ini adalah mesjid besar yg mungkin luasx bisa 4 kali Al Markaz di jl Sunu. Jilbab dilarang total di kawasan publik.
Kini di kota Istanbul shalat subuh mirip shalat jumat. Militer punya yel yel takbir dan kata tauhid. Mereka rajin shalat berjamaah. Di bulan ramadhan, jalan jalan protokol ditutup utk gelaran meja dan makanan bg para shaimin. Berkilo kilo meter panjangx dg hidangan gratis hasil kedermawanan umat. Turki kini masuk G20. Kekuatan ekonominya mendekati Inggris, Perancis dan Jerman. Tidak punya hutang. Suka bantu umat Islam dimana pun. Apatah lg bangsa Palestina. Puluhan ribu ton makanan dikirim Erdogan ke Palestina. Turki juga menampung sktr 3 juta saudarax pengungsi dr Syria korban rezim Assad. Bagi mereka disediakan tenda tenda bagus plus akomodasi cukup dan sehat.
Ya Allah
kuatkan saudara kami di Turki menghadapi ujian dan konspirasi. Erdogan pasti banyak kekurangannya. Tapi demi Allah ia lebih baik dr pemimpin negara Islam manapun. Jika sahabat Nabi saw mengajarkan keluhuran dlm berhusnudzdzan, sekalipun itu berasal dr sosok yg secara keseharian mencurigakan, maka bgmn sikap kita terhadap sosok yang bersih dari korupsi, menghapus pelarangan jilbab, menunjuk nunjuk secara kasar pemimpin yahudi Israel dalam forum pemimpin dunia yg sungguh terhormat itu, dan tampil penuh izzah dihadapn kecongkakan pemimpin barat ?!
Mohon disebar :)
Mohon doa nya untuk
teman teman kita di turky
@ustadz Surya Darma
Tidak ada komentar:
Posting Komentar