Rabu, 31 Agustus 2016

Ayah... Aku Lelah

Ayah.... Aku Lelah
(Sebuah Refleksi ttg Perjuangan Hidup)
“Ayah, ayah” kata sang anak.
“Ada apa?” tanya sang ayah.
“Aku lelah, sangat lelah. Aku lelah karena aku belajar mati-matian untuk mendapat nilai bagus sedangkan temanku bisa dapat nilai bagus dengan menyontek, aku mau menyontek saja! Aku lelah, sangat lelah.
Aku lelah karena aku harus terus membantu ibu membersihkan rumah, sedang temanku punya pembantu, aku ingin kita punya pembantu saja! Aku lelah, sangat lelah.
Aku lelah karena aku harus menabung, sedang temanku bisa terus jajan tanpa harus menabung, aku ingin jajan terus!
Aku lelah karena aku harus menjaga lisanku untuk tidak menyakiti, sedang temanku enak saja berbicara sampai aku sakit hati.
Aku lelah karena aku harus menjaga sikapku untuk menghormati teman-temanku, sedangkan teman-temanku seenaknya saja bersikap kepadaku.
Aku lelah Ayah, aku lelah menahan diri. Aku ingin seperti mereka. Mereka terlihat senang, aku ingin bersikap seperti mereka ayah !!” sang anak mulai menangis.
Sang ayah hanya tersenyum dan mengelus kepala anaknya sambil berkata ”Anakku..ayo ikut ayah, Ayah akan menunjukkan sesuatu kepadamu”, lalu sang ayah menarik tangan sang anak.
Mereka menyusuri sebuah jalan yang sangat jelek, banyak duri, serangga, lumpur, dan ilalang. Sang anak mulai mengeluh ”Ayah, mau kemana kita?? Aku tidak suka jalan ini, lihat sepatuku jadi kotor, kakiku luka karena tertusuk duri. Badanku dikelilingi oleh serangga, berjalanpun susah karena banyak ilalang, aku benci jalan ini ayah” sang ayah hanya diam.
Sampai akhirnya mereka sampai pada sebuah telaga yang sangat indah, airnya sangat segar, ada banyak kupu-kupu, bunga-bunga yang cantik, dan pepohonan yang rindang.
“Wwaaaah…tempat apa ini ayah? Aku suka! Aku suka tempat ini!” Sang ayah hanya diam kemudian duduk di bawah pohon yang rindang beralaskan rerumputan hijau.
“Kemarilah anakku, ayo duduk di samping ayah” ujar sang ayah. Lalu sang anak pun ikut duduk di samping ayahnya.
” Anakku, tahukah kau mengapa di sini begitu sepi? Padahal tempat ini begitu indah,” ayah mulai brtanya.
” Tidak tahu ayah, memangnya kenapa?,” tanya sang anak.
” Itu karena orang-orang tidak mau menyusuri jalan yang jelek tadi, padahal mereka tahu ada telaga di sini, tetapi mereka tidak bisa bersabar dalam menyusuri jalan itu,” sang ayah menjelaskan.
” Ooh… berarti kita orang yang sabar ya?,”
”Nah, akhirnya kau mengerti”
”Mengerti apa? aku tidak mengerti”
” Anakku, butuh kesabaran dalam belajar, butuh kesabaran dalam bersikap baik, butuh kesabaran dalam kujujuran, butuh kesabaran dalam setiap kebaikan agar kita mendapat kemenangan, seperti jalan yang tadi. Bukankah kau harus sabar saat ada duri melukai kakimu, kau harus sabar saat lumpur mengotori sepatumu, kau harus sabar melawati ilalang dan kau pun harus sabar saat dikelilingi serangga, dan akhirnya semuanya terbayar kan? Ada telaga yang sangat indah. Seandainya kau tidak sabar, apa yang kau dapat? Kau tidak akan mendapat apa-apa anakku, oleh karena itu bersabarlah anakku”.
” Tapi ayah, tidak mudah untuk bersabar ” rengek sang anak.
” Ayah tahu, oleh karena itu ada ayah yang menggenggam tanganmu agar kau tetap kuat. Begitu pula hidup, ada ayah dan ibu yang akan terus berada di sampingmu agar saat kau jatuh, kami bisa mengangkatmu. Tapi, ingatlah anakku, ayah dan ibu tidak selamanya bisa mengangkatmu saat kau jatuh, suatu saat nanti, kau harus bisa berdiri sendiri. Maka jangan pernah kau gantungkan hidupmu pada orang lain, jadilah dirimu sendiri, jadilah seorang muslim yang kuat, yang tetap tabah dan istiqomah karena tahu ada Allah SWT yg selalu di sampingmu. Maka kau akan dapati dirimu tetap berjalan menyusuri kehidupan saat yang lain memutuskan untuk berhenti dan pulang. Kau tahu akhirnya kan?” jelas sang ayah lagi.
” Ya ayah, aku tahu, aku akan dapat surga yang indah yang lebih indah dari telaga ini. Sekarang aku mengerti. Terima kasih ayah , aku akan tegar saat yang lain terlempar. ”
Sang ayah tersenyum sambil menatap wajah anak kesayangannya..

Logika SIklus Nakal Anak

Refleksi Luar Biasa dr Mas Agus Purwanto, DSc.(dosen fisika ITS penulis buku Ayatt Semesta dan Nalar Ayatt Semesta,...Penggagas Trensains→ Sragen, →Jombang--Tebu Ireng-- dan →Yogja sekaligus pemilik Hak Cipta-nya)
Bagi para orang tua maupun dosen/guru yang untuk sementara waktu berprofesi sebagai pengganti orang tua di rumah. Selamat menghayati dan mengamalkan ๐Ÿ‘‡

Urutan logika...siklus nakalnya anak dengan tidak bijaknya orang tua itu begini:

Karena anaknya nakal...maka orang tuanya murka.

Karena orang tuanya murka.. maka Allah juga murka.

Karena Allah murka...maka tidak turun rahmat di rumah itu.

Karena tidak turun rahmat di rumah itu...maka keluarga itu akan banyak masalah.

Karena keluarga itu banyak masalah...maka anaknya...tidak merasakan kebahagiaan dan tidak nyaman...sehingga akan makin nakal.

Prinsip inti siklusnya sebenarnya masih pada orang tua...yakni: ๐Ÿ‘‡

Ridla Allah...berada pada ridlanya orang tua.

Murka Allah...berada pada murkanya orang tua.

Maka strategi paling efisien untuk memutus rangkaian siklus itu...Insya Allah ada pada bagian awal...yakni mencegah orang tua murka... Bila orang tua segera menghadapi anaknya...dengan kasih sayang dan tidak dengan kemurkaan ...maka orang tua itu...menunjukkan kepada Allah...bahwa mereka berdua ridla kepada anaknya...Tentu bukan ridla terhadap kenakalannya.. melainkan ridla kepada diri anaknya.

Dengan memastikan ridla kepada anak..maka orang tua akan dapat melakukan 3 tahap ini:

1. Segera memaafkan anaknya...tidak memarahinya sama sekali...dan segera berusaha memahami situasi apa yang sedang dihadapi anaknya.

2. Segera menemui...berdialog dan turut mendiskusikan...solusi terbaik apa yang harus diambil oleh anak...orang tua atau pihak lainnya...sambil terus mendoakannya.

3. Segera melupakan segala kesalahan anaknya tadi...dan tidak mengungkit-ungkitnya kembali.

ูˆَุฅِู†ْ ุชَุนْูُูˆุง ูˆَุชَุตْูَุญُูˆุง ูˆَุชَุบْูِุฑُูˆุง ูَุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุบَูُูˆุฑٌ ุฑَุญِูŠู…ٌ

"Bila kalian memaafkannya...menemuinya dan melupakan kesalahannya...maka ketahuilah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS 64:14).

Dengan konversi murka menjadi ridla...maka sekarang siklusnya jadi begini ๐Ÿ‘‰ Suatu hari anak itu nakal...Orang tuanya...segera melakukan 3 tahap itu...dengan penuh kasih sayang...sebagai wujud keridlaan mereka kepada anaknya.

Karena orang tua anak itu ridla...maka Allah meridlainya.

Karena Allah meridlainya...maka rumah yang penuh ridla itu...dirahmati Allah.

Karena rumah itu penuh rahmat Allah...maka keluarga itu penuh kasih sayang...sehingga jadi makin bahagia.

Karena keluarga itu bahagia...maka anak tidak akan sempat lagi nakal...sebab setiap masalah hidupnya selalu segera mendapat solusi.

Jadi...pada setiap kenakalan anak (mohon maaf)...lokasi perbaikannya...sesungguhnya bukan pada anak...melainkan pada orang tuanya si anak...

Anak yang BLAST, Sasaran Empuk Pronografi

Barusan nonton Basa Basi di Trans TV. Bintang tamunya Bu Elly Risman. Ngeri sekaligus bikin sedih. Musibah paling bahaya adalah ketika kita ga sadar kalau dalam bahaya besar. Kurang lebih ini kesimpulannya. Untuk para orang tua, silahkan dibaca.

Apa yang beliau paparkan, shocking banget buat para orangtua yang hadir.
Pemaparan awal tentang kesalahan-kesalahan komunikasi orang tua pada anak, bicara terlalu cepat,
bicara terlalu banyak, (ngomel) yang tidak perlu, tanpa sadar berbohong, mengkritik, mengenggurui, dll.

Komunikasi yang salah mengakibatkan anak jadi BLAST. Jiwanya jadi kosong, ga pede, pemarah, dendam sama orang tuanya sendiri.

Beliau ngasih contoh kasus anak kecil yang ngadu ke gurunya, "Bu, kalau aku bunuh ayahku boleh ga? Aku dosa ga?". Ternyata si anak merasa selalu disalahkan dan didikte orang tuanya.

Nah, anak-anak yang BLAST ini adalah sasaran empuk buat pengusaha pornografi karena rata-rata dari mereka pasti akan cari pelampiasan. Sekarang masuk ke bagian industri pornografi. Target market utama mereka adalah anak laki-laki. Kenapa laki-laki? Karena mereka lebih mudah fokus dan hormon testosteron mereka lebih tinggi daripada perempuan. Setiap tahun pebisnis pornografi rapat dengan para ahli dari berbagai disiplin ilmu untuk merencanakan strategi pemasaran yang baru.

Alih-alih mengembangkan produk, mereka memilih untuk 'investasi masa depan' pada anak-anak. Target mereka adalah anak laki-laki yang terpapar pornografi, kalau sudah 33 sampai 35x mast****si berarti sudah bisa dipastikan akan menjadi pelanggan masa depan karena otaknya pasti sudah ketergantungan dengan pornografi (porn addiction).

Yang perlu diketahui, porn addiction jauh lebih merusak otak daripada drugs addiction. Terapinya pun jauh lebih susah. Drug addict bisa diterapi dengan detoxifikasi tapi porn addict harus dengan terapi dan butuh tekad dari yang bersangkutan. Dan kerusakan yang ditimbulkan sekali kita terpapar akan permanen. Paparan pornografi itu berjenjang.

Jadi ibarat sampah, pertama kali mungkin kita akan muntah-muntah nyium baunya. Tapi lama kelamaan, kalau kita nyium sampah (misal tukang sampah) kita akan terbiasa bahkan bisa makan di deket sampah (bahkan ada yang tinggal di TPS tho?)

Begitupun dengan pornografi, setiap levelnya anak akan semakin kebal dan anak butuh melihat yang levelnya lebih tinggi untuk bisa terangsang. Kalau melihat sudah ga 'ngaruh' lagi, mereka akan melakukan. Dan disini bencananya.

Kami dikasih contoh beberapa kasus mengerikan yang pelakunya anak-anak sex addict. Ada audience yang curhat tentang tetangganya, anak kelas 6 SD yang 'ngerjain' adik kandungnya yg berusia 5 tahun. Sekarang si adik malah jadi ketagihan sex.

Ada lagi anak 10 tahun yang menyodomi temennya pake SENDOK! (Ada games yang ngajarin anak-anak untuk menyodomi)

Contoh-contoh mengerikan lainnya. Anak-anak porn addict bisa dikenali. Ada ciri-cirinya. Dan pertanyaan mereka luar biasa.

Kalau anak normal keponya cuman "sex itu apa?". "Bayi itu berasal dari mana?".
Anak-anak porn addict akan bertanya, "Bagaimana cara memasukkan p**s ke dalam v***a?". Dan pertanyaan-pertanyaan lainnya yang terlalu vulgar.

Bahkan ada istilah-istilah yang audience aja ga tahu itu apa. Kalau anak sudah 33-35x mast****si, hampir bisa dipastikan akan terjadi incest. Atau dia akan melampiaskan pada temennya di sekolah. Dan itu kasusnya BANYAK. Jadi usia 7 tahun saudara laki-laki dan perempuan tidurnya udah harus dipisah. (Tahu kan kasus anak umur 11 tahun yang memperkosa 2 adik perempuan dan IBU KANDUNGnya karena selalu tidur 1 ruangan dengan mereka?)

80% kasus pelecehan terjadi di rumah sendiri/rumah keluarga dekat (rumah nenek pas ngumpul keluarga) dan sekolah. Nah, disitulah bibit awal pedofilia dan LGBT.

Semuanya saling berkaitan.
Sekarang tentang media, film. Terutama yang asalnya dari Amrika yang dicontohkan film Breaking Dawn sama Fifty Shades of Grey. Games-games cowok dan games cewek (The Sims4).

Video klip contohnya Nicky Minaj (yang ngajarin or*l sex) bahkan kata Bu Elly, kalau anak anda disuruh makan sosis malah muntah, berarti dia udah nonton video klipnya dan Miley Ciyrus (wrecking Ball).

Tontonan lainnya ada Glee (udah jelas lah ya misi LGBTnya), komik, spongebob (kami dikasih liat scene spongebob ciuman sama patrick), stiker LINE, K-Pop (diliatin foto 2 cowok K-Pop idol lagi ciuman bibir di panggung) dan situs (ada situs LGBT bahkan untuk anak-anak).

Bu Elly nangis di panggung, beliau curhat sama kami bahwa pemerintah seolah tutup kuping sama kejadian ini. Beliau sudah menawarkan reset dan mendatangi kementerian-kementerian terkait untuk sosialisasi porn awareness. Tapi ga pernah digubris.

UU pornografi pun ga ada penerapannya (kayak ga ada). Bahkan terakhir beliau diskusi dengan Ibu Jokowi tapi yang bikin kecewa justru bersamaan dengan seminar kami, Ibu negara malah kampanye kanker serviks (sudah booming karena si jupe kena).

Ga ngerti implementasinya sampe atau nggak ke masyarakat. Makanya ayo jadi penggerak di unit kerja kita masing-masing. Pemerintah itu seharusnya membentengi masuknya bencana ke Indonesia bukannya memfasilitasi.

Ekspresi harus bisa dipertanggungjawabkan.
Kalau dibiarin bebas, akhirnya orang jadi liar. Itulah kenapa harus ada aturan. Sebenernya yang pikirannya tertutup justru seniman Indonesia.

Pikirannya hanya terfokus pada gimana sih pemerintah!
Gimana sih umat Islam nih ga kompromis! Padahal harusnya mereka lebih DEWASA dalam berpikir. Ga pragmatis.

Orang Indonesia itu ga semuanya adult. Di sini juga ada anak-anak. Mereka belum ngerti mana yang harus diikuti, mana yang nggak. Di situlah peran kita melindungi mereka.

Kita semua punya tanggungjawab moral. Termasuk seniman.

Hal yang mengejutkan adalah isi sambutan founder salingsapa.com (penyelenggara). Beliau bilang, "Saya punya kenalan beberapa pemilik stasiun tv swasta. Salah satunya yang ada di kebon jeruk. Saya kaget, ternyata rata-rata dari mereka pada ga punya tv. Ketika saya tanya alasannya (sama pemilik stasiun di kobon jeruk), beliau bilang, "Saya sudah tahu bahwa produser itu mengejar rating. Sekarang, program tv itu pure A BUSINESS. Jadi mereka akan menayangkan apapun yang menarik minat masyarakat sehingga rating naik. Kalau rating naik, otomatis iklan berdatangan"

Mereka aja ga membiarkan anak mereka nonton tv. Dan kita masih membiarkan anak-anak kita nonton? Jadi intinya, kita semua punya peran untuk menanggulangi krisis moral di Indonesia. Karena dampaknya jangka panjang dan krusial. Ketika nanti kita jadi pejabat, jadi pengambil keputusan, pelajari baik-baik apa yang mau kita putuskan. Karena tanggungjawab kita besar. Sekarang, tugas kita adalah merintis perubahan positif di unit kerja masing-masing

Ajak diskusi orang-orang yang masih satu visi, orang-orang yang masih punya passion untuk memperbaiki carut-marut negara ini.

Kalimat terakhir paparannya Bu Elly Risman, "Ayo Bergerak Bersama. Lindungi Anak Indonesia dari Bahaya Pornografi".

Sorry, just sharing. Karena kita ga bisa kerja sendiri. Butuh ANDA
IYA anda
Butuh anda buat ikutan. Semoga kita bisa merintis perbaikan. Semoga negeri ini jadi lebih baik nantinya.

#FightTheNewDrugs

Opie syarif

Silahkan di share jangan biarkan artikel ini engkau baca sendirian. Karena ini ilmu yang bermanfaat insyallah....

Nasihat Pendek Untuk KIta

  Syaidina Ustman Bin 'Affan r.a BerKata :
         Ketahuilah, keSedihan
           Dalam Urusan Dunia
      Dapat mengGelapkan Hati.    
               Sementara itu,
                  keSedihan
         Dalam Urusan Akhirat
          Bisa meNerangi Hati
           (Ustman bin 'Affan)

          SeseOrang berTanya
        Kepada Ibnu Mas'ud r.a.
               "Tempat Mana
       Yang Harus aku Datangi
          Saat aku Mendapati
    keAdaan Galau Dan Terkucil?
       Jawaban Ibnu Mas'ud r.a
          "Datangilah Tempat
               Yang Al-Quran
            Sering diBacakan,
     Niscaya kamu Akan Dapati
                 keTenangan

         Lalu, Datangi Tempat2
            Yang kamu dI Ajak
         Untuk mengIngat Dan
                meNyebut ุงู„ู„ู‡ِ
                      Serta
      Akan berTambah ilmumu.

                   terAkhir,
      Datangi Alas Sajadahmu
        di keHeningan Malam
                      Dan
    mengAdulah Kepada Rabb
          Pengatur Hidupmu."

               Sahabat2ku:
                       ๐Ÿ˜‡

Rasulullah ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุขู„ู‡ ูˆุณู„ู…  
                 berSabda,
              "Barangsiapa
           memBiasakan Diri
       ber-Istighfar, Maka ุงَู„ู„ّู‡ُ
           Akan memBerinya
     Jalan Keluar seTiap Kali ia
       mengAlami keSempitan,
     Dan memBerinya Hiburan
      seTiap Kali ia diRundung
                 keSedihan,
       Dan memBerinya Rizqi
                  Dari Arah
          Yang Tidak diDuga"
  (Hadist Riwayat Abu Dawud,
     Ibnu Majah, Dan Ahmad)

Raih Keutamaan Dzikir

Raih Keutamaan Dzikir


Manfaat dzikir kepada Allah Azza wa Jalla banyak sekali,  di antaranya yaitu:

๐Ÿ“™ Pertama :
Mengusir syetan, menundukkan dan meng-enyahkannya.

๐Ÿ“™ Kedua :
Menghilangkan kesedihan dan kemuraman dari hati.

๐Ÿ“™ Ketiga :
Mendatangkan kegembiraan dan kesenangan dalam hati.

๐Ÿ“™ Keempat :
Melapangkan rizki dan mendatangkan barakah.

๐Ÿ“™ Kelima :
Membuahkan ketundukan, yaitu berupa kepasrahan diri kepada Allah dan kembali kepada-Nya. Selagi dia banyak kembali kepada Allah dengan cara berdzikir, maka dalam keadaan seperti apapun dia akan kembali kepada Allah dengan hatinya, sehingga Allah menjadi tempat mengadu dan tempat kembali, kebahagiaan dan kesenangannya, tempat bergantung tatkala mendapat bencana dan musibah.

๐Ÿ“™ Keenam :
Membuahkan kedekatan kepada Allah Azza wa Jalla . Seberapa jauh dia melakukan dzikir kepada Allah, maka sejauh itu pula kedekatannya kepada Allรขh, dan seberapa jauh ia lalai melakukan dzikir, maka sejauh itu pula jarak yang memisahkannya dari Allah.

๐Ÿ“™ Ketujuh :
Membuat hati menjadi hidup. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Dzikir bagi hati sama dengan air bagi ikan, maka bagaimana keadaan yang akan terjadi pada ikan seandainya berpisah dengan air ???”

๐Ÿ“™ Kedelapan :
Membersihkan hati dari karat, karena segala sesuatu ada karatnya dan karat hati adalah lalai dan hawa nafsu. Sedang untuk membersihkan karat ini adalah dengan taubat dan istighfar.

๐Ÿ“™ Kesembilan :
Hamba yang mengenal Allah, dengan cara berdo’a dan berdzikir saat lapang, maka Allah akan mengenalnya disaat dia menghadapi kesulitan.

๐Ÿ“™ Kesepuluh :
Menyelamatkannya dari adzab Allah sebagaimana yang dikatakan Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu dan dia memarfu’kannya ”Tidak ada amal yang dilakukan anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari adzab Allah, selain dari dzikir kepada Allah Azza wa Jalla."

๐Ÿ“™ Kesebelas :
Menyebabkan turunnya ketenangan, datangnya rahmat dan para Malaikat mengelilingi orang yang berdzikir, sebagaimana yang disabdakan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

"Tiada suatu kaum yang duduk sambil berdzikir kepada Allah melainkan mereka akan dikelilingi oleh malaikat, diselimuti oleh rahmat dan Allah akan mengingat mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR. Bukhari)


๐Ÿ“™ Kedua belas :
Menyibukkan lisan dengan dzikir,  akan menjauhkan lisannya dari melakukan ghibah, adu domba, dusta, kekejian dan kebathilan. Sudah selayaknya bagi seorang hamba untuk berbicara yang baik, jika bicaranya bukan dzikir kepada Allah, tetapi berupa hal-hal yang diharamkan, maka tidak ada yang bisa menyelamatkannya kecuali dengan dzikir kepada Allah. Cukup banyak pengalaman dan kejadian yang membuktikan hal ini. Siapa yang membiasakan lidahnya untuk berdzikir, maka lidahnya lebih terjaga dari kebathilan dan perkataan yang sia-sia. Namun siapa yang lidahnya tidak pernah mengenal dzikir, maka kebathilan dan kekejian banyak terucap dari lidahnya.

๐Ÿ“™ Ketiga belas :
Dzikir memberikan rasa aman dari penyesalan di hari kiamat. Karena majelis yang di dalamnya tidak ada dzikir kepada Allah, maka akan menjadi penyesalan bagi pelakunya pada hari kiamat.

๐Ÿ“™ Keempat belas :
Dzikir merupakan ibadah yang paling mudah, namun paling agung dan paling utama. Sebab gerakan lidah merupakan gerakan anggota tubuh yang paling ringan dan paling mudah. Andaikan ada anggota tubuh lain yang harus bergerak, seperti gerakan lidah selama sehari semalam, tentu ia akan kesulitan melaksanakannya dan bahkan tidak mungkin.

Mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla menjadikan kita termasuk dari hamba-hamba yang ikhlas dan banyak berdzikir yang sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.


Presented by :
•=•=•=•=•=•=•
๐Ÿ”ต  M . Q . M  ๐Ÿ”ต
Bersama Menuju
๐Ÿ•Œ T A Q W A ๐Ÿ•Œ
______
๐ŸŒ FB : facebook.com/kajianMQM
๐ŸŒ TW : twitter.com/kajianMQM
๐ŸŒ IG : instagram.com/kajianMQM
๐ŸŒ TG : Bit.ly/kajianMQM
๐Ÿ“ฑ Pendaftaran : 082310473016

Berproses Dalam Mendidik Anak (Part 1)

by : Ust. Budi Ashari

Lelah mendidik anak? Itu adalah bukti bahwa anda belum menikmati proses dan hasil mendidik anak.

Apakah kita bahagia setelah anak kita sukses (sarjana, dapat kerja, dll)? Itu terlalu lama. Apalagi kalau anaknya banyak

Anak-anak itu aset. Bukan beban. Anak sholeh yang bisa mendoakan orang tuanya, itu aset. Ketika kita meninggal, maka yang paling berhak mensholatkan kita adalah anak kita. Itu aset. Sholat jenazah itu isinya doa semua. Anak itu kekayaan di dunia dan akhirat.

Rosululloh bersabda: "Kamu (anak lelaki) dan hartamu milik orang tuamu." Artinya, walaupun sudah menikah, orang tua punya hak atas harta kita. Anak-anak yang kita dorong untUk menghafal Al Qur'an 30 juz kelak di hari kiamat yang mendapat keistimewaan bukan hanya anak itu, tapi juga orang tuanya (mahkota). Hilangkan anggapan bahwa anak-anak itu beban. Anak-anak kita tidak numpang hidup pada kita. Numpang? Anda sombong. Bayi lahir sudah membawa rezekinya. Yang menjadi masalah adalah kita belum "percaya" pada Alloh.

Tidak ingin punya anak banyak karena biaya pendidikan mahal? Logis. Tapi itu iman belum berperan. Kalau anak adalah aset, maka kita ingin punya sedikit atau banyak?

Apa fungsinya sabar dan syukur kalau bukan untuk bahagia. Tawakkal. Petani itu bahagia saat tanamannya tumbuh baik, padahal belum panen. Saat hujan turun, padahal belum menanam.

Jadi bahagia itu jangan tunggu panen, jangan tunggu sampai anak besar. Asal prosesnya baik. Kalau seperti ini, maka orang tua akan bahagia sepanjang usia anaknya.

Ada masanya ketika orang tua panen raya. Syaratnya, hanya dengan cara Islam. Mendidik anak itu persis seperti menanam pohon. Alloh berfirman dalam QS. 3:35-37, didik anak dengan pertumbuhan yang baik.

Di akhir QS. Allah berbicara tentang proses pertumbuhan tanaman hingga ia kokoh. Tapi dalam ayat ini Alloh tidak membahas hingga tanaman tersebut berbuah. Namun hingga tahap ini sudah menyenangkan hati penanamnya.

Alloh berbicara ini (tanaman) ketika Rosul mendidik sahabat-sahabatnya. Dalam surat ini, belum panen saja Alloh sudah memberikan kebahagiaan.

Anak kita yang menanam siapa? Kita.

Prinsip-Prinsip Dasar Tentang Anak

Oleh :  KH Rahmat Abdullah (alm)

1. Anak2mu bukan pilihanmu, mereka menjadi anak2mu bukan karena keinginan mereka, tetapi karena takdir Allah.. #QS.28:68, QS.42:49-50.

2. Karena apa yang Allah takdirkan untukmu, maka itulah amanah yang harus ditunaikan..#QS.8:27-28.

3. Orangtualah yang ingin memiliki anak dan keinginanmu adalah janjimu kepada Allah. Maka tepatilah janjimu karena akan Allah minta pertanggungjawabannya..#QS.5:1, QS.17:34, QS.13:19-24.

4. Allah tidak membebanimu melampaui kemampuanmu, maka bersungguh2lah. #QS.2:233, QS.64:16, QS.3:102, QS.22:78.

5. Allah tidak mewajibkanmu membentuk anak2mu mahir dalam segala hal, tetapi Allah mewajibkan membentuk anak2 yang shaleh terbebas dari neraka..#QS.66:6, QS.46:15.

6. Jangan berharap kebaikan dari anak2mu, bila tidak mendidik mereka menjadi anak2 yang shaleh..#QS.11:46, QS.19:59.

7. Jangan berharap banyak pada anak2mu, bila kamu tidak mendidik mereka sebagaimana mestinya..#QS.17:24.

8. Didiklah anak2mu sesuai fitrahnya..#QS.30:30.

9. Janganlah menginginkan anak2mu sebagai anak2 yang shaleh sebelum engkau menjadi Shaleh lebih dahulu..#QS.61:2, QS.66:6.

10. Janganlah menuntut hakmu dari anak2mu, sebelum engkau memberi hak anak2mu..#QS.1:5.

11. Janganlah engkau menuntut hakmu dari anak2mu, sampai engkau memenuhi hak2 Allah atasmu..#QS.2:83, QS.4:36, QS.6:151, QS.17:23-24.

12. Berbuat baiklah kepada anak2mu, bahkan sebelum mereka diciptakan.

13. Janganlah engkau berpikir tentang hasil akhir dari usahamu mendidik, tetapi bersungguh2lah dalam mendidik..#QS.11:93.

14. Janganlah berhenti mendidik sampai kematian memisahkanmu.. #QS.15:99

Hutang Kita Banyak Pada Anak-Anak

Tidak jarang, kita memarahi mereka saat kita lelah....
Kita membentak mereka padahal mereka belum benar-benar paham kesalahan yang mereka lakukan.
Kita membuat mereka menangis karena kita ingin lebih dimengerti dan didengarkan.

..... Tetapi,
seburuk apapun kita memperlakukan mereka, segalak apapun kita kepada mereka, semarah apapun kita pernah membentak mereka... Mereka akan tetap mendatangi kita dengan senyum kecilnya
Menghibur kita dengan tawa kecilnya...
Menggenggam tangan kita dengan tangan kecilnya....
Seolah semuanya baik-baik saja, seolah tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.
Mereka selalu punya banyak cinta untuk kita, meski seringkali kita tak membalas cinta mereka dengan cukup.

Kita bilang kita bekerja keras demi kebahagiaan mereka, tetapi kenyataannya merekalah yg justru membahagiakan kita dalam lelah di sisa waktu dan tenaga kita.
Kita merasa bahwa kita bisa menghibur kesedihan mereka atau menghapus air mata dari pipi-pipi kecil mereka,

tetapi....
Sebenarnya kitalah yg selalu mereka bahagiakan. Merekalah yg selalu berhasil membuang kesedihan kita, melapangkan kepenatan kita, menghapus air mata kita.

Kita berhutang banyak pd anak-anak kita.

Dalam 24 jam, berapa lama waktu yg kita miliki untuk berbicara, mendengarkan, memeluk, mendekap, & bermain dengan mereka?

Dari waktu hidup kita bersama mereka, seberapa keras kita bekerja untuk menghadirkan kebahagiaan sesungguhnya di hari-hari mereka, melukis senyum sejati di wajah mungil mereka ?

Tentang anak-anak, sesungguhnya merekalah yg selalu "lebih dewasa" & "bijaksana" daripada kita. Merekalah yg selalu mengajari dan membimbing kita menjadi manusia yg lebih baik setiap harinya.
Seburuk apapun kita sebagai orangtua, mereka selalu siap kapan saja untuk menjadi anak-anak terbaik yg pernah kita punya.

Kita selalu berhutang kepada anak-anak kita.
-Anak-anak yg setiap hari menjadi korban dari betapa buruknya cara kita mengelola emosi.
Anak-anak yg terbakar residu ketidakbecusan kita saat mencoba menjadi manusia dewasa.
-Anak-anak yg menanggung konsekuensi dari nasib buruk yg setiap hari kita buat sendiri.
Anak-anak yg barangkali masa depannya terkorbankan gara-gara kita tak bisa merancang masa depan kita sendiri.

Tetapi mereka tetap tersenyum, mereka tetap memberi kita banyak cinta, mereka selalu mencoba membuat kita bahagia.

Maka dekaplah anak-anakmu, tataplah mata mereka dengan kasih sayang & penyesalan, katakan kepada mereka, "Maafkan untuk hutang-hutang yg belum terbayarkan"

Maafkan jika semua hutang ini telah membuat Alloh tak berkenan. Maafkan karena hanya pema'afan dan kebahagiaan kalianlah yg bisa membuat hidup ayah & ibu lebih baik dari sebelumnya.....Iya, lebih baik dari sebelumnya."

Selamat memeluk anak-anak kita...

4 Tahap Menuju Nikmatnya Tilawah:

1.DIPAKSA
 --------------------
 Paksakan diri untuk terus bisa Tilawah tiap hari, suka atau tidak, ringan ataupun berat, cepat atau lambat asal jangan terlewat..
 terus paksakan diri...

2. KEBIASAAN
 ------------------------
 Beberapa bentuk paksaan akan berubah menjadi 'kebiasaan'.
 Kita akan merasa aneh jika tidak tilawah sehari saja.

3. KEBUTUHAN
 --------------------------
 Kebiasaan yg terus di lakukan akan berubah menjadi 'kebutuhan'.
 Di tahap ini sudah mulai tumbuh benih-benih cinta tilawah, akan merasa rugi jika tidak bisa tilawah

4. KENIKMATAN
 ---------------------------
 Pada tahap ini tilawah sudah menjadi 'candu'. tilawah berlama lama adalah 'kenikmatan'.
 Sedangkan ketika terlewat tidak bisa tilawah akan membuat diri resah.

Yang perlu kita lakukan adalah 'istiqomah' dan mengajak, memotivasi diri dan saudara2 lainnya untuk terus semangat dalam tilawah agar mereka pun dapat merasakan nikmatnya bertilawah..

INGAT..! Kebaikan itu seperti pantulan bola, semakin semangat kita memantulkannya kepada yang lain, maka akan semakin kencang semangat yg akan kita terima.

Kita sudah ditahap mana..?

_

Ust. Abdullah Zaen Lc., MA.
(Pengasuh Pesantren Tunas Ilmu, Purbalingga)

Hanya Soal Waktu

Hanya soal waktu...
Saat rumahmu akan sebersih dan serapih rumah2 dalam majalah2 yang sering kau irikan itu
Maka... nikmatilah setiap detik letihmu yang harus berpuluh kali membereskan kekacauan yang mereka buat

Hanya soal waktu...
Saat mereka tak mau lagi kau gandeng, peluk atau sekedar kau cium rambutnya
Maka... berbahagialah ketika mereka selalu membuntutimu kemanapun kakimu melangkah, meski kadang hal itu mengesalkanmu,
bagi mereka tak ada selainmu

Hanya soal waktu...
Saat kau tak lagi jadi si serba tahu dan tempat mengadu
Maka... bersabarlah dengan rentetan pertanyaan juga celoteh riang dari mulut mungil mereka yang kadang membuat dahimu mengernyit atau keasyikanmu terhenti

Hanya soal waktu...
Saat mereka mulai meminta kamarnya masing2 dan melarangmu mengutak atik segala rupa apa yang di dalamnya
Maka... tahan emosimu dari rengekan manja mereka saat minta kelon atau dongeng sebelum tidur ketika mata 5 wattmu juga meminta  haknya

Hanya soal waktu...
Saat mereka menemukan separo hatinya untuk selanjutnya membangun sarangnya sendiri...
Mungkin saat itu posisimu tak lagi sepenting hari ini
Maka... resapilah setiap mili kebersamaanmu dengan mereka selagi bisa

Karena tak butuh waktu lama menunggu kaki kecil mereka tumbuh menjadi sayap yang kan membawanya pergi menggapai asa dan cita

Kelak kau hanya bisa menengok kamar kosong yang hanya sekali dua akan ditempati penghuninya saat pulang...
Termangu menghirup aroma kenangan di dalamnya dan lalu tercenung "dulu kamar ini pernah begitu riuh dan ceria"
Dan kau begitu merindukannya

Kelak kau akan sering menunggu dering telepon mereka untuk sekedar menanyakan "apa kabarmu ibu"?
Dan kau akan begitu bersemangat menjawabnya dengan cerita-cerita tak penting hari ini

Kelak kau akan merindukan acara memasak makanan kegemaran mereka dan merasa sangat puas saat melihat hasil masakanmu tandas di piring mereka

Janganlah keegoisanmu hari ini akan membawa sesal di kelak kemudian hari
Kau takkan pernah bisa memundurkannya sekalipun sedetik untuk sekedar sedikit memperbaikinya

Karena waktu berjalan...
Ya... ia berlari...
Tidak.... ia terbang...
Dan dia tak pernah mundur kembali...
Hemmm

Kamis, 25 Agustus 2016

The Rescue

Judul : The Rescue
Penulis : Nicholas Sparks
Genre : Romance
Link EBook : https://docs.google.com/file/d/0BziVYJI6_OFSbVZDc29ueEFXQTQ/edit?pref=2&pli=1

Bunda tidak sengaja membaca buku ini. Bahkan nama penulis Nicholas Sparksyang ternyata sudah menulis beberapa novel best seller, baru Bunda ketahui. he..he..

Awalnya bund amencari buku second import di sebuah toko online. lalu ada yang menjual The Rescue dengan harga Rp. 30.000. Sempat ingin membeli, Bunda coba mencari mengenai novel The Rescue ini. Baca sinopsisnya sebentar, lalu bertemu dengan link free ebook di atas. Baca deh... Dan, tidak tahu kenapa, membaca novel Nicholas Spark sepertinya 'nagih'. Tidak bisa berhenti membaca. Ini yang membuat Bunda penasaran. Kenapa ya, author-author hebat selalu punya cara untuk membuat chapter demi chapter tidak ingin kita tinggalkan?

ok... Kita mulai dengan isi ceritanya dulu ya.

Mengisahkan tentang Denise, seorang Ibu muda berusia 29 tahun yang memiliki anak bernama Kyle, berusia empat tahun. Kyle mengalami speech delay. Awalnya mereka tinggal di Atlanta, lalu karena Denise ingin fokus melatih Kyle, ia memutuskan pindah ke Edenton, tempat tinggal orang tua Denise yang sudah meninggal, dan juga kota kecil di North Carolina. Mereka hidup sederhana di sana. 

Pada suatu malam mobil Denise kecelakaan, karena hujan lebat dan rusa yang berkeliaran di jalan. Mobil Denise terbalik. Malam itu juga sedang terjadi badai. Denise ditolong oleh seorang relawan bernama Taylor. Namun Kyle, yang duduk di kursi belakang, tidak ada. Denise bersikeras untuk mencari Kyle, tetapi kondisinya tidak memungkinkan karena beberapa cedera yang ia alami. Taylor meyakinkan Denise bahwa ia akan mencarinya. Dengan dibantu tim, yang ditugaskan menyebar, dan instinct Taylor yang cukup terlatih sebagai relawan, ia berhasil menemukan Kyle yang sedang bersembunyi di 'duck blinds'. Saatpencarian tersebut, Judy, Ibu dari taylor, datang menemui Denise. Judy mengetahui Denise dari berita, dan tahu bahwa Denise adalah anak dari sahabatnya.

Pertemuan Denise dan Taylor berlanjut, awalnya saat kebetulan mereka bertemu di grocery store, lalu taylor memberi tumpangan pada Denise dan anaknya. Taylor menyukai Kyle, dan bahkan bisa bermain dengan Kyle. Melihat hal  ini, tumbuh benih cinta Denise pada Taylor. Karena Denise sebelumnya adalah seorang Ibu yang sangat melindungi Kyle. Ia tidak percaya bahwa Kyle, bisa bermain dan berkomunikasi seperti anak lain. Dari pertemuan yang cukup sering tersebut, taylor, yang sudah berusia 36 tahun dan belum pernah menikah, juga mencintai Denise. 

Namun Taylor mengalami trauma psikologis karena kematian ayahnya. Ayahnya meninggal karena terbakar saat menyelamatkan dirinya, saat rumahnya kebakaran. Taylor tidak berani lompat dari jendela, hingga membuat ayahnya naik ke loteng, menyelamatkan Taylor. Ia menyembunyikannya sendiri. Ia selalu merasa bersalah atas kematian ayah yang dicintainya. Ayah yang selalu memberi kebahagiaan pada masa kecilnya. Hal itu juga  yang melatarbelakangi berbagai hal pada kehidupan Taylor. Alasan ia menjadi relawan pemadam kebakaran, alasan ia menjalin cinta dengan Lori yang ditinggal kekasihnya tetapi hubungan mereka kandas, alasan taylor yang menjalin cinta dengan Valerie yang sendiri tetapi hubungan mereka pun kandas. Karena di alam bawah sadar taylor, Taylor harus lah menjadi seseorang yang bisa menyelamatkan orang lain. Ia merasa tidak cukup pantas untuk menggapai kebahagiaannya sendiri. Trauma psikologis ini sempat mengganggu hubungan antara Taylor dan Denise. 

Denise sudah berkali-kali mendesak agar taylor bercerita tentang kematian ayahnya, tetap Taylor menolaknya. Denise tau bahwa ada ada hal yang disembunyikan Taylor mengenai kematian ayahnya. 

Orang-orang di sekeliling taylor, seperti Mitch, Melisa (istri Mitch), Judy, mendorong Taylor untuk serius menjalin hubungan dengan Denise. Atau dalam kata lain menikahinya. Denise sendiri pun berharap demikian. Tapi Taylor seperti tidak yakin dengan hubungan ini. ia hanya menjalaninya saja. 

Hingga pada suatu hari, terjadi kebakaran besar, dan Mitch, sahabatnya meninggal. Taylor sudah berusaha membantunya, tetapi Taylor juga 'kalah' dengan api yang menyala besar. Setelah itu, ia pun menyadari, bahwa ia membutuhkan orang lain dalam hidupnya. Setelah kematian Mitch, Melisa dan anak-anaknya pun pindah. Taylor yang dekat dengan anak-anak Mitch menyadari bahwa ia tidak bisa menahan mereka untuk pindah, bagaimanapun taylor menyukai anak-anak Mitch. Nantinya ia punakan ditinggal Judy, dan ia membutuhkan orang lain. Taylor pun akhirnya menceritakan mengenai kematian ayahnya dan bagaimana ia merasa bersalah mengenai hal itu. 

Di akhir cerita, Denise yang sempat kesal dengan Taylor karena sempat tidak terbuka dengannya mengenai kematian ayahnya, dan juga karena beberapa kali Taylor lalai akan janjinya menjemput Denise bekerja ataupun mengajak Kyle menonton pertandingan baseball, akhirnya menerima Taylor kembali. Mereka pun menikah, dan secara legal Kyle diadopsi oleh Taylor. 

Ceritanya lumayan mengalir. Karakter tokohnya digambarkan cukup realistis. Tidak too good to be true. Denise, Ibu yang memiliki anak berkebutuhan khusus, yang digambarkan ideal dalam pengasuhan Kyle, juga digambarkan sebagai Ibu yang sempat merasa lelah dengan sulitnya mengajar Kyle, sedihnya, dan sebagainya. Taylor sepertinya digambarkan sebagai pria dewasa yang cukup 'macho', tetapi memiliki sisi melankolis.

Deskripsi Sparks untuk beberapa kejadian seperti pencarian Kyle, tabrakan di jembatan, dan kebakaran di toko cat dimana menewaskan Mitch, digambarkan cukup detail.

Beberapa hal yang berbeda jika dibandingkan dengan penulis lain, menurut Bunda, adalah penggambaran latar tempat yang kurang detail. Kurang digambarkan bagaimana detail rumah peninggalan orang tua Denise, walaupun secara general tergambar bahwa rumahnya sudah cukup tua dengan perabotan dapur banyak yang rusak,

Menurut Bunda, ini bacaan yang cukup santai. Bukan bacaan yang cukup mengaduk-aduk emosi pembaca. Bacaan yang enak dibaca lewat ebook.

Pesan yang ingin disampaikan dalam buku ini adalah :

1. Move on.
    Tiap kita punya kesalahan dan masa lalu yang tidak menyenangkan. Tapi tidak berarti kita harus larut dalam masa lalu danmengorbankan kebahagian diri kita dan orang -orang yang mencintai kita saat ini.

2. Anak adalah karunia terbesar, bagamanapun ia.
    Denise membesarkan Kyle, anak di luar nikah hasil hubungannya dengan Brett, pacar pertamanya. Walaupun Brett memintanya untuk aborsi, tapi Denise mempertahankan kandungannya. Dan Kyle, walaupun berkebutuhan khusus (speech delay), Denise menyayanginya dengan sepenuh hati.

3. Hasil tidak membohongi usaha.
    Kyle kemudian bisa bicara dengan lancar dan mengerti ucapan orang lain dengan baik. Hal ini tidak lepas dari perjuangan Denise dan Kyle yang berlatih bicara setiap hari selama empat jam.

4. Persahabatan adalah hal yang indah dalam hidup.
    Diceritakan bagaimana Mitch dan Melisa sangat peduli dengan Taylor, hingga mereka ingin taylor berbahagia dengan Denise. Dan diceritakan bagaimana Taylor sangat dekat dengan anak-anak Mitch.

Salut sama Om Nicholas Sparks, yang bisa membuat alur cerita rimance seperti ini.



Selasa, 23 Agustus 2016

Lihatlah Sejenak Hubungan Pertemanan Kalian

Saudaraku, Renungilah sejenak pesan ini…

Apakah engkau memiliki banyak sahabat..?
Banyak pertemanan..?
Berapakah jumlah yang engkau miliki..?
5 orang..?
20 orang..?
30 orang..?
Atau 100 orang..?
Atau bahkan hingga lebih 1000 orang..?


Saudaraku sebanyak apapun teman yang engkau miliki, atau yang engkau akrab dengan mereka, tetapi JIKA :
๐Ÿ”ด Tidak ada satupun yang mengajakmu dalam kebaikan.
๐Ÿ”ด Tidak satupun yang mengajakmu serta mengingatkanmu "hijrah" kearah yang lebih baik.
๐Ÿ”ด Tidak satupun yang mengajakmu mengenal sunnah-sunnah Nabi shalallahu alaihi wasallam yang disampaikan dalam riwayat hadits-hadits shohihnya.
๐Ÿ”ด Tidak satupun yang mengajakmu berangkat ke kajian untuk menuntut ilmu agama.
๐Ÿ”ด Tidak satupun mengingatkanmu untuk menunaikan sholat.
๐Ÿ”ด Bahkan tidak satupun yang mengajakmu ingat kepada Allah.


๐Ÿ“Œ Jika benar demikian, ketahuilah wahai saudaraku bahwa persahabatan kalian sebenarnya dalam kondisi yang tidak baik, meskipun kalian memandangnya baik (baik itu dengan alasan hobi, kesenangan dan lainnya), karena persahabatan tersebut hakikatnya hanya akan menjadikan permusuhan bagi kalian di hari kiamat!
๐Ÿƒ Allah berfirman :

ุงَู„ْุงَุฎِู„َّุงุۤกُ ูŠَูˆْู…َุฆِุฐٍۢ ุจَุนْุถُู‡ُู…ْ ู„ِุจَุนْุถٍ ุนَุฏُูˆٌّ ุงِู„َّุง ุงู„ْู…ُุชَّู‚ِูŠْู†َ

"Teman-teman karib pada hari itu (kiamat) nanti saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa." (Qs. Az-Zukhruf 67)

๐Ÿ‘ค Ibnu Katsir rahimahullah berkata :
"Bahwa setiap persahabatan yang dilandasi cinta karena selain Allah, maka pada hari kiamat nanti akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan. Kecuali persahabatannya dilandasi cinta karena Allah, inilah yang kekal selamanya." (Tafsir Ibnu Katsir)


Maka jika hubungan persahabatan yang tidak didasari oleh niat cinta karena Allah, dimana didalamnya tidak ada saling menasehati karna Allah, tidak ada saling mengajak hijrah kembali dijalan Allah.. maka kelak pada hari kiamat nanti hal itu hanya akan kembali dalam keadaan saling bermusuhan.
Karena yang hanya akan kekal sampai hari kiamat kelak adalah persahabatan yang dimana isinya saling menasehati, saling mengingatkan dalam ketakwaan dan saling mengajak kembali ke jalan Allah. Dan itulah persahabatan yang tidak pernah akan ada kerugian didalamnya..
๐Ÿƒ Allah berfirman :

ูˆَุงู„ْุนَุตْุฑِ (ูก) ุงِู†َّ ุงู„ْุงِู†ْุณَุงู†َ ู„َูِูŠْ ุฎُุณْุฑٍ (ูข) ุงِู„َّุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงٰู…َู†ُูˆْุง ูˆَ ุนَู…ِู„ُูˆุง ุงู„ุตّٰู„ِุญٰุชِ ูˆَุชَูˆَุงุตَูˆْุง ุจِุงู„ْุญَู‚ِّ ูˆَุชَูˆَุงุตَูˆْุง ุจِุงู„ุตَّุจْุฑِ(ูฃ)

"(1) Demi masa. (2) Sungguh, manusia berada dalam kerugian, (3) KECUALI orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran." (Qs. Al-'Asr 1-3)


๐Ÿƒ Saudaraku, mari segera kita perbaiki lingkungan pertemanan kita, carilah lingkungan yang baik (yang sholih dan sholihah)..
✔ Yang selalu mengingatkanmu dan saling menasihati dijalan Allah..
✔ Yang berani menegurmu jika engkau salah..
✔ Yang berani mengajakmu untuk menuntut ilmu agama..
✔ Yang berani 'nge-tag' berisi postingan-postingan yang bermanfaat bagi agamamu..
✔ Bahkan yang berani share tentang peringatan-peringatan yang berisi kebaikan untuk mengajakmu kembali kejalanNya..
✔ Dan yang tidak bosan menegurmu agar senantiasa memperbaiki diri agar lebih baik..


Persahabatan yang sedikit tetapi peduli akan akhiratmu itu amat jauh lebih baik dibandingkan persahabatan yang banyak jumlahnya tetapi tidak ada yang mempedulikan akhiratmu.


๐Ÿ‘ค Imam Syafi'i berkata :
“Jika engkau punya teman (yang selalu membantumu dalam ketaatan kepada Allah) maka peganglah erat-erat dia, jangan pernah kau melepaskannya. Karena mencari 'teman baik' itu susah, tetapi melepaskannya sangat mudah sekali.”


Ingatlah saudaraku..
"Biasakanlah mengikuti hal yang benar (dalam mensikapi), bukan membenarkan apa yang biasa dilakukan."

___________

๐Ÿ‘ค Abdullah bin Suyitno (ุนุจุฏุงู„ู„ู‡ ุจู† ุตูŠุชู†)

@ShahihFiqihWanita

Selasa, 09 Agustus 2016

Jangan Meninggalkan Amal

Jangan meninggalkan amal krn takut tdk ikhlas. Beramal sambil meluruskan niat lebih baik daripada tdk beramal sama sekali.

Jangan meninggalkan zikir krn ketidakhadiran hati. Kelalaian kita dari zikir lebih buruk daripada kelalaian kita saat berzikir.

Jangan meninggalkan tilawah karna tak tau maknanya. Ketidaktauan makna dalam tilawah masih lebih baik daripada ketidakmauan membaca firman-Nya.

Jangan meninggalkan dakwah karna kecewa. Kesabaran kita bersama orang2 shalih lebih baik daripada kesenangan kita bersama orang2 yg tidak shalih.

Jangan meninggalkan amanah karna berat. Beratnya amanah yg kita emban insyaAllah sebanding dengan beratnya timbangan amal yg akan kita dapatkan.

Jangan meninggalkan medan juang karna terluka. Kematian di medan juang lebih baik baik daripada hidup dalam keterlenaan.

Jangan meninggalkan kesantunan karna lingkungan kasar. Santun kita saat dikasari hanya akan menambah kemuliaan dan mengundang simpati-Nya.

"Allahumma mushorrifal quluub shorif quluubana 'ala tho'atik, Yaa muqollibal quluub tsabbit quluubanaa 'alaa diinik,.."

"Ya Allah yg memalingkan hati manusia, palingkanlah hati kami di atas ketaatan pd-Mu, Wahai yg membolak balikkan hati, teguhkanlah hati kami di jalanMu"
Aamiin ya Rabbal'aalamin.
๐Ÿ“–

Sebuah Kenangan Atas Cinta

Tiap pahlawan punya kisahnya sendiri.

Di perang Uhud, ketika tubuhnya memerisai Rasulullah dan tujuh puluh luka berlomba menguras darahnya, Thalhah ibn ‘Ubaidillah berdoa sambil menggigit bibir. “Rabbii”, begitu lirihnya, “Khudz bidaamii hadzal yauum, hattaa tardhaa. Ya Allah, ambil darahku hari ini sekehendakMu hingga Engkau ridha.” Tombak, pedang, dan panah yang menyerpih tubuh dibiarkannya, dipeluknya badan sang Nabi seolah tak rela seujung bulu pun terpapas.

“Kalau ingin melihat syahid yang masih berjalan di muka bumi”, begitu Sang Nabi bersabda, “Lihatlah pada Thalhah”. Dan Thalhah, yang jalannya terpincang, yang jarinya tak utuh, yang tubuhnya berlumur luka tersenyum malu dan menitikkan air mata. Terlihatlah di pipinya bening luh itu, mengalir di atas darah yang mengering merah.

Tetapi tiap pahlawan punya kisahnya sendiri.

Satu hari ia berbincang dengan ‘Aisyah, isteri sang Nabi, yang masih terhitung sepupunya. Rasulullah datang, dan wajah beliau pias tak suka. Dengan isyarat, beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam meminta ‘Aisyah masuk ke dalam bilik. Wajah Thalhah memerah. Ia undur diri bersama gumam dalam hati, “Beliau melarangku berbincang dengan ‘Aisyah. Tunggu saja, jika beliau telah diwafatkan Allah, takkan kubiarkan orang lain mendahuluiku melamar ‘Aisyah.”

Satu saat dibisikannya maksud itu pada seorang kawan, “Ya, akan kunikahi ‘Aisyah jika Nabi telah wafat.”

Gumam hati dan ucapan Thalhah disambut wahyu. Allah menurunkan firmanNya kepada Sang Nabi dalam ayat kelimapuluhtiga surat Al Ahzab, “Dan apabila kalian meminta suatu hajat kepada isteri Nabi itu, maka mintalah pada mereka dari balik hijab. Demikian itu lebih suci bagi hati kalian dan hati mereka. Kalian tiada boleh menyakiti Rasulullah dan tidak boleh menikahi isteri-isterinya sesudah wafatnya selama-lamanya.”

Ketika ayat itu dibacakan padanya, Thalhah menangis. Ia lalu memerdekakan budaknya, menyumbangkan kesepuluh untanya untuk jalan Allah, dan menunaikan umrah dengan berjalan kaki sebagai taubat dari ucapannya. Kelak, tetap dengan penuh cinta dinamainya putri kecil yang disayanginya dengan asma ‘Aisyah. ‘Aisyah binti Thalhah. Wanita jelita yang kelak menjadi permata zamannya dengan kecantikan, kecerdasan, dan kecemerlangannya. Persis seperti ‘Aisyah binti Abi Bakr yang pernah dicintai Thalhah.

Begitulah, tiap pahlawan punya kisahnya sendiri.

Sesudah wafatnya ‘Utsman ibn ‘Affan di tangan para pemberontak, fitnah besar itu terjadilah. Thalhah bersama Zubair ibn Al ‘Awwam dan ‘Aisyah memerangi ‘Ali ibn Abi Thalib untuk menuntut bela kematian ‘Utsman, meminta ditegakkannya keadilan atas para pembunuh ‘Utsman yang sebagiannya kini menjadi penyokong utama kekhalifahan ‘Ali ibn Abi Thalib. Keadaan sangat tidak mudah bagi ‘Ali. Pilihan-pilihannya terbatas. Thalhah tahu itu. Tapi dia sendiri juga kesulitan bersikap lain di tengah kedua kubu.

Satu hari, dalam perang yang dikenal sebagai Waq’ah Jamal itu, ‘Ali mengirim utusan, memohon agar bisa berjumpa dengan kedua sahabat yang dicintainya; Thalhah dan Az Zubair. Mereka berdua datang. Mereka bertiga berpelukan. Tak terasa air mata meleleh. Kenangan-kenangan ketika ketiganya bersipadu di sisi Rasulullah berkelebatan dengan indah. Namun kini terasa menyesakkan. Menyakitkan. Dulu pedang mereka seayun, langkah mereka sebaris, tangannya bergandengan. Kini mereka harus berhadapan saling menghunus pedang, dengan mata saling menatap tajam, tapi hati tersembilu.

Dan seolah tak ada jalan selain itu.

Sesudah menyeka air mata, ‘Ali menggenggam jemari Thalhah dan menatap dalam ke wajahnya. Dengan menghela nafas, ‘Ali mencoba menyusun kata. “Ingatkah engkau hai Thalhah, mengapa Allah turunkan ayat tentang hijab bagi isteri Nabi dan mengapa Dia melarang kita untuk menikahi janda beliau?”

Thalhah terisak. Dadanya bergemuruh oleh malu dan sesal. Bahu kekarnya bergeletar.
‘Ali menepuk bahu Thalhah. “Ya”, katanya sambil mengalihkan pandangan, tak sanggup melihat tercabiknya batin Thalhah oleh kata-katanya. Tapi demi perdamaian dan persatuan kembali kaum Muslimin, ‘Ali mau tak mau harus mengatakan ini. Ia menguatkan hati. “Ayat itu turun karena maksud hati dan ucapanmu untuk menikahi ‘Aisyah.”

‘Ali meraba reaksi Thalhah. Lalu Ia melanjutkan sambil menatap tajam pada sahabatnya itu. “Dan kini sesudah beliau Shallallaahu ‘Alaihi wa Sallam benar-benar wafat, mengapa engkau justru membawa ‘Aisyah keluar dari hijabnya dan mengajaknya mengendarai unta dan berperang di sisimu?”

Thalhah menubruk ‘Ali, memeluk dan menangis di bahunya. Hari itu mereka sepakat berdamai dan menyudahi perang saudara. Dan di hari itu pula, sepulang dari kemah ‘Ali, Thalhah, bersama Az Zubair sahabatnya dibunuh oleh orang-orang yang tak menghendaki perdamaian. Dan ‘Ali ibn Abi Thalib dengan duka yang begitu dalam, sore itu, menggali kubur untuk kedua cintanya.

Seusai pemakaman, ‘Ali menimang putra Thalhah yang masih kecil. Kepada bocah itu dia berbisik. “Nak,’ kata ‘Ali, “Aku sungguh berharap, aku dan ayahmu termasuk orang-orang yang difirmankan oleh Allah di Surat Al Hijr ayat keempatpuluh tujuh; “Dan kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadapan di atas dipan-dipan.”

sepenuh cinta,
Salim A. Fillah
Dinukil dan diselia dari buku "Dalam Dekapan Ukhuwah"
http://salimafillah.com/sebuah-kenangan-atas-cinta

Kerja Itu Ibadah

Sebagian besar dari kita pasti pernah merasakan peluh ini bercucuran;
capek, lelah, penat seakan datang bersamaan,
dan waktu rasanya lebih cepat berjalan,
sedangkan pekerjaan tak kunjung berkurang.

Hai, teman...!
Masih ingatkah kau betapa lelahnya berjuang untuk mencari pekerjaan?
Lantas kenapa saat ini mengeluh?
Memang tak mengapa sesekali merasa lelah,
namun bukankah waktu yang kau gunakan untuk meluapkan segala keluh kesah, seakan terbuang percuma?

Kerja itu ibadah,
Jadikan kalimat itu sebagai pedoman!
Jadikan juga sebagai pematik semangat juang!
Bukan hanya sebagai bacaan,
atau bahkan hanya sekedar penghias dinding tempat kerja!

Kerja itu ibadah,
Berikan loyalitas sepenuh hati!
Jalani amanahmu tanpa merasa terbebani!
Kobarkan semangatmu, bagai api yang mencairkan bongkahan salju!

Salam FULL Semangat...!!!

Sulis Setiani
Divisi Training Motivasi
Cp. 0858 6978 4107

PSDM/TM/141/09/08/2016

Jangan Meremehkan Kebaikan Sekecil Apapun

๐ŸŒทJika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah... barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat
๐ŸŒท Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju syurga.
 ๐ŸŒทJika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.
 ๐ŸŒทJika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia... barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.
 ๐ŸŒทJika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak2 mu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu... yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.

๐Ÿ“Œ JIKA ENGKAU TIDAK BISA BERBUAT KEBAIKAN SAMA SEKALI, MAKA TAHANLAH TANGAN DAN LISANMU DARI MENYAKITI... SETIDAKNYA ITU MENJADI SEDEKAH UNTUK DIRIMU.

⏩ Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata:
ุฑُุจَّ ุนَู…َู„ٍ ุตَุบِูŠุฑٍ ุชُุนَุธِّู…ُู‡ُ ุงู„ู†ِّูŠَّุฉُ ، ูˆَุฑُุจَّ ุนَู…َู„ٍ ูƒَุจِูŠุฑٍ ุชُุตَุบِّุฑُู‡ُ ุงู„ู†ِّูŠَّุฉُ

“Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil karena niat pelakunya”

 Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda
๐ŸŒนRasulullah bersabda:
« ู„ุงَ ุชَุญْู‚ِุฑَู†َّ ู…ِู†َ ุงู„ْู…َุนْุฑُูˆูِ ุดَูŠْุฆًุง ูˆَู„َูˆْ ุฃَู†ْ ุชَู„ْู‚َู‰ ุฃَุฎَุงูƒَ ุจِูˆَุฌْู‡ٍ ุทَู„ْู‚ٍ ».

“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya)bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum".
(HR. Muslim)


Jangan Puji Anak Cantik

[08:27, 7/27/2016] Rini SUP:  Ada sebuah kisah menarik yang dituangkan Lisa Bloom, pengarang Think: Straight Talk for Women to Stay Smart in a Dumbed-Down World. Menurutnya, anak perempuan sekarang bertumbuh dengan keinginan besar untuk tampil cantik, daripada tampil pintar. Mereka lebih khawatir kalau mereka tampak gemuk dan jelek.
 .
 Dalam bukunya, ia menunjukkan bahwa 15-18 persen anak perempuan di bawah dua belas tahun saat ini sudah memakai maskara, eyeliner dan lipstik.
 .
 Kepercayaan diri anak perempuan menurun kalau tidak merasa cantik. Hampir 25 persen remaja perempuan akan merasa bangga menang America’s Next Top Model daripada memikirkan untuk memenangi Nobel.
 .
 Karenanya memuji anak perempuan bahwa dia cantik, akan membuatnya makin merasa betapa penampilan menjadi penting. Bayangkan nanti dia sudah diet diusia lima, memakai bedak di usia 11, botoks dan operasi payudara di usia 20-an. Apa yang hilang?
 .
 Mereka akan kehilangan makna hidup, mengungkap sebuah gagasan dan membaca buku untuk mengembangkan pemikiran dan pencapaiannya.
 .
 Bloom berkisah, suatu kali ia pernah bertemu dengan anak perempuan temannya berusia lima tahun yang cantik bernama Maya. Rambutnya terurai, matanya indah, dan gaun warna pink yang manis.
 .
 Seketika ia ingin sekali teriak “Maya, kamu cantik sekali, coba lihat dan berputar”. Namun, ia urungkan dan ia tahan niatan itu. Meskipun itu adalah hal yang biasa untuk memuji seorang anak perempuan, sekaligus mencairkan suasana, dia punya alasan lain.
 .
 Lalu, bagaimana baiknya? Lisa lalu mengajak Maya, untuk bicara hal lain daripada sekedar memuji.
 .
“Hai Maya, senang bertemu denganmu,” sembari menatap mata Maya.“Senang bertemu denganmu juga,” ujarnya dengan kalem seperti orang dewasa.
 .
“Apakah kamu suka membaca?” ujarnya lagi. Maya diam sebentar.
 .
“Aku menyukai buku, apakah kamu juga suka buku,” lanjutnya.
 .
“Ya. dan aku bisa membacakannya untukmu,” jawab Maya akhirnya..
 .
 Maya lalu benar-benar membacakan buku pilihannya dengan lantang. Kisah tentang seorang tokoh perempuan yang menyukai warna pink melawan sekelompok anak jahat yang kerap memakai warna hitam. Tidakkah buku ini juga mengajarkannya betapa sosok perempuan dilihat dari penampilan daripada karakternya. Maya juga kerap membandingkan mana yang lebih cantik, tubuhnya lebih ramping dan pakaian yang paling bagus.
 .
 Lisa lalu mengajak Maya untuk di kemudian hari memlih buku yang lain jika nanti mereka bertemu lagi. .
 Dari sini diketahui bahwa betapa susahnya nanti mendidik anak perempuan untuk mengajarkan mereka betapa penampilan mestinya tidaklah hal yang utama. .
 .
 Namun, di tengah kepungan industri kecantikan, produk perawatan, kompetisi perempuan cantik sejagad dan budaya selebriti lainnya, usaha mengajari mereka harus dua kali lipat lebih besar..
 .
 Setidaknya jika suatu saat nanti Anda bertemu seorang anak perempuan, termasuk anak Anda sendiri, usahakan jangan buru-buru memuji penampilannya. Akan lebih baik mengajak mereka untuk berpikir dan bertanya sesuatu tentang apa yang ia baca. Apakah ia menyukai buku itu atau tidak, dan mengapa? Dari sini pembicaraan akan berkembang sekaligus mengembangkan pola pikir dan inteligensia mereka.
 .
 Sehingga bisa mengubah cara berpikir anak perempuan, bahwa menjadi pintar lebih penting daripada sekedar cantik.

Sumber:Kompas.com
[08:52, 7/28/2016] Rini SUP: Hubungan cinta suami istri itu merupakan tanda tanda dari kekuasaan Allah.
 Seperti digambarkan dlm Quran Surat Ar Rum 30:21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.
 .
 Sejatinya kita istri hadir agar menjadi penentram buat suami . Allah gambarkan suami istri seperti pakaian. Utk mempertahankan cinta, rasa syukur itu di tuntut untuk harus selalu ada.
 .
 Kalaulah suami itu ladang surga maka siapalah seorang istri tdk menginginkan surga . Ingatlah Hidup kita ini singkat .
 Nanti di akherat masing masing akan di panggil dari banyak pintu , maka pastikan kita dipanggil dari salah satu pintu .
 .
 Ibarat suami itu ladang, jadikanlah ladang yg subur yg bisa kita gunakan untuk bekal ke surga
 .
 Analoginya :
 Kalo tanah subur ditanemin apa juga tumbuh.
 Kalo ladang bebatuan tiba tiba ada taneman subur itu hebat banget.
 .
 Maka kalo bisa membimbing dan mendampingi suami agar lebih taat dan lebih shaleh ganjaranya besar. Maka bersabarlah atas apa apa yang dilakukannya. .
 .
 Bukankah kita punya Allah yang Maha membolak balikan hati, Yang Maha pemberi Hidayah ?

Semangat ya saudari saudariku

Hukum Larangan Melewati Di Depan Orang Yang Sedang Shalat

Sebagian kita bermudah-mudah dalam melewati orang yang sedang Shalat, ketika orang tersebut ditahan oleh yang orang sedang Shalat maka ia dengan mudah dan gampangnya tetap melewatinya.

Nabi Shallallahu alaihi Wa Sallam telah bersabda :

ู„َูˆْ ูŠَุนْู„َู…ُ ุงู„ู…َุงุฑُّ ุจَูŠْู†َ ูŠَุฏَูŠِ ุงู„ู…ُุตَู„ِّูŠ ู…َุงุฐَุง ุนَู„َูŠْู‡ِ، ู„َูƒَุงู†َ ุฃَู†ْ ูŠَู‚ِูَ ุฃَุฑْุจَุนِูŠู†َ ุฎَูŠْุฑًุง ู„َู‡ُ ู…ِู†ْ ุฃَู†ْ ูŠَู…ُุฑَّ ุจَูŠْู†َ ูŠَุฏَูŠْู‡ِ

"Seandainya orang yang lewat di depan orang yang shalat mengetahui dosa yang akan dipikulnya maka ia lebih baik berdiri empat puluh daripada harus lewat di depannya." (HR.Bukhari, no.510 dan HR.Muslim, no.507 dan yang lainnya).

Yakni 40 musim semi (40 tahun). Asy-Syarh al-Mumti' ala Zad al-Mustaqni' 3/247

Bagaimana Jika Ada Yang Melewati Kita Apabila Sedang Sholat?

Dari Abu Sa’id Al-Khudriy berkata :

“Aku… …mendengar Rasulullah bersabda : “Jika salah seorang dari kalian shalat dengan menghadap sesuatu yang menutupinya (sutrah), dan ada seseorang yang mau lewat di hadapannya maka tahanlah, jika menolak maka tahanlah dengan kuat, karena sesungguhnya itu adalah syaitan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Ibnu ‘Umar Radiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Janganlah kau shalat kecuali di hadapan sutrah (tabir penghalang). Dan janganlah kamu biarkan ada seorangpun lewat di hadapanmu. Jika dia enggan (untuk dicegah), maka perangilah dia. Karena sesungguhnya orang itu disertai teman (setan).” (HR: Muslim no: 260, Ibnu Khuzaimah no: 800, Lafadz menurut Al Hakim di Al Mustadrak (I/251), juga Baihaqi (II/268)).

Kunci Membuat Hidup Lebih Baik

 terdiri atas
--Personality,
--Community and
--Life.

Berikut penjelasannya:

   A.  PERSONALITY:

1. Jangan membandingkan hidup Anda dengan orang lain karena Anda tidak pernah tahu apa yang telah mereka lalui.

2. Jangan berpikir negatif akan hal-hal yang berada diluar kendali Anda, melainkan salurkan energi Anda menuju kehidupan yang dijalani saat ini, secara positif

3. Jangan bekerja terlalu keras, jangan lewati batasan Anda.

4. Jangan memaksa diri Anda untuk selalu perfect, tidak ada satu orang pun yang sempurna.

5. Jangan membuang waktu Anda yang berharga untuk gosip.

6. Bermimpilah saat anda bangun (bukan saat tertidur).

7. Iri hati membuang-buang waktu, Anda sudah memiliki semua kebutuhan Anda.

8. Lupakan masa lalu. Jangan mengungkit kesalahan pasangan Anda di masa lalu. Hal itu akan merusak kebahagiaan Anda saat ini.

9. Hidup terlalu singkat untuk membenci siapapun itu. Jangan membenci.

10. Berdamailah dengan masa lalu Anda agar hal tersebut tidak menganggu masa ini.

11. Tidak ada seorang pun yang bertanggung jawab atas kebahagiaan Anda kecuali Anda.

12. Sadari bahwa hidup adalah sekolah, dan Anda berada di sini sebagai pelajar. Masalah adalah bagian daripada kurikulum yang datang dan pergi seperti kelas aljabar (matematika) tetapi, pelajaran yang Anda dapat bertahan seumur hidup.

13. Senyumlah dan tertawalah.

14. Anda tidak dapat selalu menang dalam perbedaan pendapat. Belajarlah menerima kekalahan.


      B. COMMUNITY:

15. Hubungi keluarga Anda sesering mungkin

16. Setiap hari berikan sesuatu yang baik kepada orang lain.

17. Ampuni setiap orang untuk segala hal

18. Habiskan waktu dengan orang-orang di atas umur 70 dan di bawah 6 tahun.

19. Coba untuk membuat paling sedikit 3 orang tersenyum setiap hari.

20. Apa yang orang lain pikirkan tentang Anda bukanlah urusan Anda.

21. Pekerjaan Anda tidak akan menjaga Anda di saat Anda sakit, tetapi keluarga dan teman Anda. Tetaplah berhubungan baik

           C. LIFE:

22. Jadikan Allah sebagai yang pertama dalam setiap pikiran, perkataan, dan perbuatan Anda.

23. Allah  menyembuhkan segala sesuatu.

24. Lakukan hal yang benar.

25. Sebaik/ seburuk apapun sebuah situasi, hal tersebut akan berubah.

26. Tidak peduli bagaimana perasaan Anda, bangun, berpakaian, dan keluarlah!.

27. Yang terbaik belumlah tiba.

28. Buang segala sesuatu yang tidak berguna, tidak indah, atau mendukakan.

29. Ketika Anda bangun di pagi hari, berterima kasihlah pada Allah  untuk itu.

30. Jika Anda mengenal Allah, Anda akan selalu bersukacita. So, be happy.

Mati tdk menunnggu Tua....Mati tidak menunggu sakit...nikmati hidup....sebelum hidup tidak bisa di nikmati.๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Cara Memandang Nasib

Pelajaran tauhid  yg sangat bernilai ...

Dahulu kala, ada seorang petani miskin memiliki seekor kuda putih yang sangat cantik dan gagah..

Suatu hari, seorang saudagar kaya ingin membeli kuda itu dan menawarkan harga yang sangat tinggi.. Sayang si petani miskin itu tidak menjualnya.. Teman-temannya menyayangkan dan mengejek karena dia tidak menjual kudanya..

Keesokan harinya, kuda itu hilang dari kandang nya..

Maka teman-temannya berkata : "Sungguh jelek nasibmu, padahal kalau kemarin kamu jual, kamu kaya, sekarang kudamu sudah hilang.."
Si petani miskin hanya diam saja tanpa komentar...

Beberapa hari kemudian, kuda si petani kembali , bersama 5 ekor kuda liar lainnya..
Lalu teman-temannya berkata : "Wah..! Beruntung sekali nasibmu, ternyata perginya kudamu membawa keberuntungan.."
Si petani  tetap hanya diam saja..

Beberapa hari kemudian, anak si petani yang sedang melatih kuda-kuda baru mereka terjatuh dan kakinya patah..
Teman-temannya berkata : "Rupanya kuda-kuda itu membawa sial, lihat sekarang anakmu kakinya patah.."
Si petani tetap diam tanpa komentar..

Seminggu kemudian terjadi peperangan di wilayah itu, semua anak muda di desa dipaksa untuk berperang, kecuali si anak petani karena tidak bisa berjalan..

Teman-temannya mendatangi si petani sambil menangis : "Beruntung sekali nasibmu karena anakmu tidak ikut berperang, kami harus kehilangan anak-anak kami.."

Si petani kemudian berkomentar :
"Janganlah terlalu cepat membuat kesimpulan dengan mengatakan nasib baik atau jelek..
Semuanya adalah suatu rangkaian proses yang belum selesai...
Syukuri dan terima keadaan yang terjadi saat ini..
Apa yang kelihatan baik hari ini belum tentu baik untuk hari esok..
Apa yang buruk hari ini belum tentu buruk untuk hari esok..
Tetapi yang pasti, ALLAH paling tahu yang terbaik buat kita...
Bagian kita adalah, mengucapkan syukur dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki ALLAH di dalam hidup kita ini..

Jalan  yang dibentangkan ALLAH belum tentu yang tercepat, bukan pula yang termudah.. tapi sudah pasti yang terbaik..."

Semoga dapat memetik pelajarannya...

Nasib karena ikhtiar kita dan takdir adalah ketentuan Allah swt.

Naik Haji Dulu Atau Belu Mobil?

"Saudaraku, Jika mampu, daftarlah untuk haji dan umrah karena wajib sekali seumur hidup, bukan membeli kebutuhan tersier (kemewahan) yang tidak perlu atau untuk jalan-jalan luar negeri yang tidak perlu"

Ibadah haji memang “untung-untungan” kata orang. Ada yang punya uang tapi tidak ada waktu buat naik haji (mengantri haji, misalnya) ,ada yang punya waktu tetapi tidak punya uang untuk naik haji. Malah ada yang kelihatannya tidak punya uang dan tidak punya waktu, tiba-tiba mau naik haji tahun ini.

Ya memang haji, adalah anugrah dari Allah, setiap hamba-Nya yang berjiwa hanif pasti ingin bersimpuh di dekat ka’bah dan merasakan lezatnya beribadah dan bermunajat kepada Allah. InsyaAllah kita bisa segera menyusul. Amin.

Yang menjadi sorotan adalah orang yang sudah punya uang dan terpenuhi kemampuan haji, akan tetapi menunda-nunda naik haji, ia malah lebih memilih memenuhi kebutuhan tersier atau kebutuhan sekunder yang tidak terlalu mendesak. Misalnya mobil, jika ini kebutuhan primer, misalnya keperluan mobil di kota-kota besar dengan anak yang banyak. Maka tidak mengapa di dahulukan, akan tetapi jika hanya kebutuhan tersier, maka selayaknya ibadah haji di dahulukan dalam pengalokasian harta. Bahkan ada ancaman bagi mereka yang sengaja menunda-nunda haji.



Kewajiban haji dan umrah sekali seumur hidup

Allah Ta’ala berfirman,

ูˆَู„ِู„َّู‡ِ ุนَู„َู‰ ุงู„ู†َّุงุณِ ุญِุฌُّ ุงู„ْุจَูŠْุชِ ู…َู†ِ ุงุณْุชَุทَุงุนَ ุฅِู„َูŠْู‡ِ ุณَุจِูŠู„ًุง ูˆَู…َู†ْ ูƒَูَุฑَ ูَุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ุบَู†ِูŠٌّ ุนَู†ِ ุงู„ْุนَุงู„َู…ِูŠู†َ

“Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah; Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam”. (Ali Imran: 97)

Ibnu Katsir rahimahullah berkata:

ู‡ุฐู‡ ุขูŠุฉ ูˆُุฌُูˆุจ ุงู„ุญุฌ ุนู†ุฏ ุงู„ุฌู…ู‡ูˆุฑ

“Ini adalah ayat yang menunjukkan wajibnya haji menurut pendapat Jumhur) ulama”[1]

Ibnu Al-Mundzir mengatakan bahwa ini adalah ijma’, beliau berkata,

ูˆุฃุฌู…ุนูˆุง ุฃู† ุนู„ู‰ ุงู„ู…ุฑุก ููŠ ุนู…ุฑู‡ ุญุฌุฉ ูˆุงุญุฏุฉ: ุญุฌุฉ ุงู„ุฅุณู„ุงู… ุฅู„ุง ุฃู† ูŠู†ุฐุฑ ู†ุฐุฑุง، ููŠุฌุจ ุนู„ูŠู‡ ุงู„ูˆูุงุก ุจู‡

“Para ulama telah bersepakat bahwa wajib bagi seorang muslim untuk menunaikan ibadah haji sekali seumur hidup, yaitu (disebut) haji Islam kecuali dia bernadzar, maka wajib baginya menunaikan haji nadzrnya”.[2]

Demikian juga perintah dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasalam , beliau bersabda,

ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„ู†َّุงุณُ ู‚َุฏْ ูَุฑَุถَ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ُ ุงู„ْุญَุฌَّ ูَุญُุฌُّูˆุง ». ูَู‚َุงู„َ ุฑَุฌُู„ٌ ุฃَูƒُู„َّ ุนَุงู…ٍ ูŠَุง ุฑَุณُูˆู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ูَุณَูƒَุชَ ุญَุชَّู‰ ู‚َุงู„َู‡َุง ุซَู„ุงَุซًุง ูَู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- « ู„َูˆْ ู‚ُู„ْุชُ ู†َุนَู…ْ ู„َูˆَุฌَุจَุชْ ูˆَู„َู…َุง ุงุณْุชَุทَุนْุชُู…ْ – ุซُู…َّ ู‚َุงู„َ – ุฐَุฑُูˆู†ِู‰ ู…َุง ุชَุฑَูƒْุชُูƒُู…ْ ูَุฅِู†َّู…َุง ู‡َู„َูƒَ ู…َู†ْ ูƒَุงู†َ ู‚َุจْู„َูƒُู…ْ ุจِูƒَุซْุฑَุฉِ ุณُุคَุงู„ِู‡ِู…ْ ูˆَุงุฎْุชِู„ุงَูِู‡ِู…ْ ุนَู„َู‰ ุฃَู†ْุจِูŠَุงุฆِู‡ِู…ْ ูَุฅِุฐَุง ุฃَู…َุฑْุชُูƒُู…ْ ุจِุดَู‰ْุกٍ ูَุฃْุชُูˆุง ู…ِู†ْู‡ُ ู…َุง ุงุณْุชَุทَุนْุชُู…ْ ูˆَุฅِุฐَุง ู†َู‡َูŠْุชُูƒُู…ْ ุนَู†ْ ุดَู‰ْุกٍ ูَุฏَุนُูˆู‡ُ .

“Wahai manusia, telah diwajibkan atas kalian berhaji maka berhajilah”,kemudian ada seorang bertanya: “Apakah setiap tahun Wahai Rasulullah?”, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam tidak menjawab sampai ditanya tiga kali, barulah setelah itu beliau menjawab: “Jika aku katakan: “Iya”, maka niscya akan diwajibkan setiap tahun belum tentu kalian sanggup, maka biarkanlah apa yang sudah aku tinggalkan untuk kalian, karena sesungguhnya telah binasa orang-orang sebelum kalian, akibat banyaknya pertanyaan dan penyelisihan mereka terhadap nabi mereka, maka jika aku perintahkan kalian dengan sesuatu, kerjakanlah darinya sesuai dengan kemampuan kalian dan jika aku telah melarang kalian akan sesuatu maka tinggalkanlah”.[3]



Perintah bersegera haji dan Umrah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุชَุนَุฌَّู„ُูˆุง ุฅِู„َู‰ ุงู„ْุญَุฌِّ – ูŠَุนْู†ِูŠ : ุงู„ْูَุฑِูŠุถَุฉَ – ูَุฅِู†َّ ุฃَุญَุฏَูƒُู…ْ ู„ุงَ ูŠَุฏْุฑِูŠ ู…َุง ูŠَุนْุฑِุถُ ู„َู‡ُ

“Bersegeralah kalian berhaji-yaitu haji yang wajib-karena salah seorang diantara kalian tidak tahu apa yang akan menimpanya”[4]

Beliau juga bersabda,

ู…َู†ْ ุฃَุฑَุงุฏَ ุงู„ْุญَุฌَّ ูَู„ْูŠَุชَุนَุฌَّู„ْ ูَุฅِู†َّู‡ُ ู‚َุฏْ ูŠَู…ْุฑَุถُ ุงู„ْู…َุฑِูŠุถُ ูˆَุชَุถِู„ُّ ุงู„ุถَّุงู„َّุฉُ ูˆَุชَุนْุฑِุถُ ุงู„ْุญَุงุฌَุฉُ

“Barangsiapa yang ingin pergi haji maka hendaklah ia bersegera, karena sesungguhnya kadang datang penyakit, atau kadang hilang hewan tunggangan atau terkadang ada keperluan lain (mendesak)”.[5]



Ancaman jika menunda-nunda haji

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡ , ุนَุฒَّ ูˆَุฌَู„َّ , ูŠَู‚ُูˆู„ُ : ุฅِู†َّ ุนَุจْุฏًุง ุฃَุตْุญَุญْุชُ ู„َู‡ُ ุฌِุณْู…َู‡ُ ، ูˆَุฃَูˆْุณَุนْุชُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูِูŠ ุงู„ْู…َุนِูŠุดَุฉِ ุชَู…ْุถِูŠ ุนَู„َูŠْู‡ِ ุฎَู…ْุณَุฉُ ุฃَุนْูˆَุงู…ٍ ู„ุงَ ูŠَูِุฏُ ุฅِู„َูŠَّ ู„َู…َุญْุฑُูˆู…ٌ.

“Sesungguhnya Allah Azaa wa jalla berfirman, “Sesungguhnya seorang hamba telah Aku sehatkan badannya, Aku luaskan rezekinya, tetapi berlalu dari lima tahun dan dia tidak menghandiri undangan-Ku (naik haji, karena yang berhaji disebut tamu Allah, pent), maka sungguh dia orang yang benar-benar terhalangi (dari kebaikan)”[6]

Umar bin Khattab radhiallahu ‘anhu berkata,

ูˆู„ู‡ุฐุง ุซุจุช ุนู† ุนู…ุฑ ุจู† ุงู„ุฎุทุงุจ t ุฃู†ู‡ ู‚ุงู„: ((ู„ู‚ุฏ ู‡ู…ู…ุช ุฃู† ุฃุจุนุซ ุฑุฌุงู„ุงً ุฅู„ู‰ ู‡ุฐู‡ ุงู„ุฃู…ุตุงุฑ ููŠู†ุธุฑูˆุง ูƒู„ ู…ู† ู„ู‡ ุฌุฏุฉ ูˆู„ู… ูŠุญุฌ، ููŠุถุฑุจูˆุง ุนู„ูŠู‡ู… ุงู„ุฌุฒูŠุฉ، ู…ุง ู‡ู… ุจู…ุณู„ู…ูŠู†، ู…ุง ู‡ู… ุจู…ุณู„ู…ูŠู†

“sesungguhnya saya berkeinginan bisa mengutus sekelompok orang ke daerah-daerah. Mereka mencari orang yang punya kemampuan tetapi tidak pergi haji, menjatuhkan jizyah (upeti) kpeada mereka. Mereka (Yang semacam ini) bukanlah muslim, mereka bukanlah muslim.”[7]

Dalam riwayat yang lain,

ูˆููŠ ุฑูˆุงูŠุฉ ุฃู†ู‡ ู‚ุงู„: ู„ูŠู…ุช ูŠู‡ูˆุฏูŠุงً ุฃูˆ ู†ุตุฑุงู†ูŠุงً – ูŠู‚ูˆู„ู‡ุง ุซู„ุงุซ ู…ุฑุงุช – ุฑุฌู„ ู…ุงุช ูˆู„ู… ูŠุญุฌ، ูˆูˆุฌุฏ ู„ุฐู„ูƒ ุณุนุฉ، ูˆุฎُู„ِّูŠุช ุณุจูŠู„ู‡

“Hendaknya mereka mati dalam keadaan yahudi atau nashrani –dikatakan tiga kali- seorang yang mati kemudian (sengaja) tidak berhaji, (padahal) ia mendapat keluasan (rezeki) dan kemudahan jalan.”[8]



Demikian semoga bermanfaat,

penyusun: Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com

Sweet Couple

Alkisah, suatu hari hiduplah seorang suami
 bersama istrinya disebuah rumah yg sangat sederhana. Suatu sore sang istri meminta di belikan sisir untuk rambutnya yang panjang teturai agar tertata rapi dan anggun.

Sang suami memandangnya dengan sedih dan berkata: "aku belum bisa memenuhi permintaan mu, bahkan untuk jam tanganku saja aku belum bisa membeli talinya". Si istri tidak membantah bahkan ada senyum manis di bibirnya.

Keesokan harinya, setelah selesai bekerja, sang suami pergi ke pasar utk memenuhi permintaan istri. Ia menjual jam tangannya yang tanpa tali itu dengan harga murah, kemudian membeli sisir utk istrinya.

Ketika sampai di rumah pada sore hari sambil membawa sisir yang di beli itu, ia melihat rambut istrinya sudah sangat pendek sekali, dan dilihatnya tangan istrinya memegang tali jam tangan. Ahh... rupanya sang istri memotong rambutnya dan menjual untuk membeli tali jam tangan buat suaminya.

Lalu keduanya saling memandang dengan air mata bercucuran. Bukan karena apa yang mereka lakukan sia-sia, tetapi karena keduanya merasa saling mencintai, keduanya sama-sama ingin memenuhi apa yang di inginkan satu sama yang lain.

Sahabat
 Ingatlah selalu, bahwa mencintai dan dicintai seseorang itu harus berusaha membahagiakan dengan banyak cara, bahkan jika hal itu berharga mahal sekalipun, karena cinta sejati bukanlah pada kata-kata tapi pada perbuatan.

Semoga kita selalu dapat membahagiakan dan setia pada pasangan suami/istri.
 Semoga kita tabah dalam menjalani hidup & selalu bahagia di samping insan yang tersayang yg kita pilih.

Dan bagi yang belum berkeluarga, semoga Allah memberikan jodoh terbaik untuk anda semua. Semoga bermanfaat.

Renungan Bagi Manula

Saudaraku.

Hari berganti hari tanpa terasa.
Usia kita semakin bertambah, namun serasa masih terus muda seperti dulu.
Waktu terus berjalan.
Dulu otot dan badan kita kencang, kini kendor.
Dulu kita gagah, kini mulai renta.
Dulu kita kuat, kini berangsur lemah.

Ingatlah kata-kata bijak :
•Besi itu kuat, tapi api dapat melelehkannya.

• Api itu kuat, tapi air mampu memadamkannya.

• Air itu kuat, tapi matahari bisa menguapkannya.

• Matahari itu kuat, tapi awan bisa menghalanginya.

• Awan itu kuat, tapi angin mampu memindahkannya.

• Angin itu kuat, tapi manusia mampu mengendalikannya dengan layar perahu.

• Manusia itu kuat, tapi dosa dan nafsu duniawi dapat melemahkannya.

• Dosa itu kuat, tapi Iman bisa mengatasinya.

Maka, yang terkuat adalah :
IMAN dan KEBAIKAN, karena TAK AKAN HILANG SETELAH KEMATIAN ...

Dan yang paling indah dalam hidup ini adalah :
- Saat kita pergi ada yang mendoakan.
- Saat kita jauh ada yang merindukan.
- Saat kita sedih ada yang menghibur.
- Saat kita bertemu ada senyum yang Indah.

Tapi yang terindah dari segalanya adalah :
Ketika Allah masih berkenan memberikan NAFAS untuk kita hidup di hari ini & bisa bersilahturahmi, walaupun tidak bertatap muka tapi saya bersyukur dgn group WA ini kita bisa bertegur sapa.......
Mari kita senantiasa ber-SYUKUR kepada-NYA..

Selamat menikmati hari2 tua yang indah

Keutamaan Menanggung Anak Yatim

Sahih al-Bukhori:5546

ุนَู†ْ ุณَู‡ْู„ ุจْู† ุณَุนْุฏٍ, ุนَู†ْ ุงู„ู†َّุจِูŠِّ ุตَู„َّู‰ ุงู„ู„َّู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ ูˆَุณَู„َّู…َ ู‚َุงู„َ:

ุฃَู†َุง ูˆَูƒَุงูِู„ُ ุงู„ْูŠَุชِูŠู…ِ ูِูŠ ุงู„ْุฌَู†َّุฉِ ู‡َูƒَุฐَุง, ูˆَู‚َุงู„َ ุจِุฅِุตْุจَุนَูŠْู‡ِ ุงู„ุณَّุจَّุงุจَุฉِ ูˆَุงู„ْูˆُุณْุทَู‰.

Dari Sahl ibn Sa'd, dari Nabi saw., beliau bersabda:

Aku dan orang yang menanggung anak yatim berada di surga seperti ini. Beliau mengisyaratkan dengan kedua jarinya yaitu telunjuk dan jari tengah.

Pesan :
1. Anjuran untuk memenuhi kebutuhan anak yatim.
2. Keutamaan orang yang menanggung anak yatim, yaitu berada dekat dengan Rasulullah di surga kelak.


via Satu Hari Satu Hadis

Kisah Roti Panggang Gosong

"Ketika saya masih kecil, Ibu suka membuat sarapan dan makan malam.

Suatu malam, setelah ibu bekerja keras sepanjang hari, ibu menghidangkan sebuah piring berisi telur, saus dan roti panggang yang gosong di depan meja ayah.

Saat itu saya menunggu apa reaksi ayah.?

Akan tetapi, yang dilakukan ayah adalah mengambil roti panggang itu, tersenyum pada ibu, dan menanyakan kegiatan saya di sekolah.

Saya tidak ingat apa yang dikatakan ayah malam itu, tetapi saya melihatnya mengoleskan mentega dan selai pada roti panggang itu dan menikmati setiap gigitannya.

Ketika saya beranjak dari meja makan malam itu, saya mendengar ibu meminta maaf pada ayah karena roti panggang yang gosong itu.

Dan satu hal yang tidak pernah saya lupakan adalah apa yang ayah katakan,

 “Sayang, jangan khawatir, aku suka roti panggang yang gosong”.

Sebelum tidur, saya pergi untuk memberikan ucapan selamat tidur pada ayah.
Saya bertanya apakah ayah benar-benar menyukai roti panggang gosong?

Ayah memeluk saya erat dengan kedua lengannya yang kekar dan berkata, “nak, ibumu sudah bekerja keras sepanjang hari ini dan dia benar-benar lelah.

Jadi sepotong roti panggang yang gosong tidak akan menyakiti siapa pun".

"Tahu kah kamu nak apa yang menyakiti hati seseorang?
"KATA KATA KASAR".

Lalu ayah melanjutkan, "kamu tahu, hidup itu penuh dengan hal-hal dan orang-orang yang tidak sempurna

 Ayah juga bukan orang yang terbaik dalam segala hal.

Yang ayah pelajari adalah menerima kesalahan orang lain dan memilih untuk merayakan perbedaan.

Ini adalah kunci terpenting untuk mewujudkan hubungan yang sehat dan harmonis.

Hidup itu terlalu pendek untuk diisi dengan penyesalan dan kebencian.
Cintai mereka yang memperlakukanmu dengan baik dan sayangi yang lainnya...".

Sahabat dan saudaraku....,

Yang indah hanya sementara.

Yang abadi adalah kenangan.

Yang ikhlas hanya dari hati.

Yang tulus hanya dari sanubari.

Tidak mudah mencari yang hilang.

Tidak mudah mengejar impian.

Namun yang lebih susah mฮตmpฮตrtahankan yang sudah ada
Karฮตna walaupun tฮตrgฮตnggam bisa tฮตrlฮตpas juga.

Ingatlah pada pepatah,
"Jika kamu tidak memiliki apa yang kamu sukai, maka sukailah apa yang kamu miliki saat ini"

Belajar menerima apa adanya dan berpikir positif....

Rumah mewah bagai istana, harta benda yang tak terhitung, kedudukan dan jabatan yang luar biasa, namun...
Ketika nafas terakhir tiba, sebatang jarum pun tak bisa dibawa pergi,
Sehelai benang pun tak bisa dimiliki, .

Apalagi yang mau
diperebutkan!
Apalagi yang mau disombongkan!

Maka jalanilah hidup ini dengan keinsafan nurani.

Jangan terlalu perhitungan.

Jangan hanya mau menang sฮตndiri.

Jangan suka sakiti sesama.

Belajarlah, tiada hari tanpa kasih sayang.

Belajarlah, selalu berlapang dada dan mengalah.

Belajarlah, lepaskan beban  hidup dengan ceria.

Tak ada yang tak bisa diikhlaskan...

Tak ada sakit hati yang tak bisa dimaafkan...

Tak ada dendam yang tak bisa terhapus...

Sahabat dan saudaraku....
Setiap detik hidup ini adalah berkah dari Allah SWT.

Tak ada satupun hal jelek yang dikaruniakan-Nya.


Tapi sudahkah kita bersyukur?

Kisah Karyawan Yang Terkunci Di Lemari Pendingin

Kisah ini adalah kejadian nyata yg pernah terjadi di Cina. Seorang perempuan yang bekerja sebagai supervisor di pabrik daging beku. Suatu sore, ketika dia akan menyelesaikan tugas inpeksinya, dia masuk ke kamar pendingin dan pembeku daging, akan tetapi nasib na'as baginya, tiba2 secara tidak sengaja, pintu kamar tsb tertutup dan dia terkunci dari dalam tanpa ada yg bisa membantunya utk keluar.

 Dia pun berusaha utk berteriak dan mengetuk pintu sekuat sekeras-kerasnya, tapi tak seorang pun yang dapat mendengarnya. Kebetulan pada sore itu, kebanyakan pekerja sudah banyak yg pulang, sehingga mustahil bila ada orang mendengar suaranya dari balik kamar pendingin itu.

Setelah lima jam berlalu, ketika nyawanya sedang terancam akibat tubuhnya yg mulai kedinginan yg amat sangat itu. Tiba2 seorang satpam pabrik tersebut membuka pintu kamar pendingin itu. Nasib baik baginya karena akhirnya nyawanya terselamat dari kematian yg siap merengutnya. Setelah itu, si perempuan bertanya satpam tadi, bagaimana dia bisa membuka pintu kamar pendingin itu, walaupun hal itu bukan pekerjaan rutinnya.

Si satpam menjawab : "Saya telah bekerja di pabrik ini selama 35 tahun, dan terdapat ratusan pekerja keluar dan masuk setiap hari, tetapi anda adalah segelintir orang yang akan menyapa saya pada pagi hari dan akan mengucapkan selamat tinggal kepada saya pada sore harinya setiap kali anda meninggalkan pabrik. Kebanyakan dari mereka melihat saya seperti saya tidak pernah ada dan berlalu begitu saja.

Hari ini, sebagaimana hari2 sebelumnya, ketika anda masuk kerja, seperti biasa anda pasti menyapa saya dengan sapaan ringkas "Hello, selamat pagi". Tetapi malam ini, saya merasa aneh kerana saya tidak mendengar sapaan dari anda "Bye, selamat sore, sampai jumpa besok". Jadi, saya merasakan perlu check kembali pabrik dan sekitarnya.

Setiap hari, seperti biasanya saya akan mengharap sapaan "hello" dan "bye" dgn tulus dari anda, karena anda mengingatkan bahwa saya masih dianggap dan diperjatikan di pabrik ini. Ketika tidak mendengar ucapan selamat tinggal dari anda hari ini, saya pun merasa ganjil dan beranggapan mungkin ada sesuatu yang terjadi. Sebab itu, saya mencari anda di semua tempat di pabrik ini.

Sahabat...
 Kejadian diatas telah mengajarkan kita untuk menjadi seorang yang rendah hati, penyayang dan menghormati setiap orang di sekeliling kita. Cobalah memberi kesan hangat kepada setiap orang yang kita temui sepanjang perjalanan hidup ini, karena kita tidak tahu apa akan terjadi pada diri kita besok. Semoga bermanfaat.

Coffee On The Wall

Sepasang wisatawan asyik menikmati kopi di sebuah kafe di pinggiran Venesia, Italia, the city of light and water. Tak lama kemudian, datanglah seorang pria paruh baya, duduk di salah satu meja kosong. Ia memanggil pramusaji dan memesan: “Kopi 2 cangkir. Yang 1 untuk di dinding.”

Sang wisatawan merasa heran mendengar kalimat tersebut. Apalagi sang pria kemudian hanya disuguhi 1 cangkir kopi, namun ia membayar untuk 2 cangkir.

Segera setelah pria tersebut pergi, si pramusaji menempelkan selembar kertas kecil bertuliskan "Segelas Kopi" di dinding kafe.

Suasana kafe kembali hening. Tak lama kemudian masuklah dua orang pria. Kedua pria tersebut pesan 3 cangkir kopi. Dua cangkir di meja, satu lagi untuk di dinding. Mereka pun membayar tiga cangkir kopi sebelum pergi.

Lagi-lagi setelah itu pramusaji melakukan hal yang sama, menempelkan kertas bertulis "Segelas Kopi" di dinding.

Pemandangan aneh di kafe sore itu membuat pasangan wisatawan itu heran. Mereka meninggalkan kafe dengan menyimpan pertanyaan atas kejadian ganjil yang disaksikannya, namun ia tidak sempat mengajukan pertanyaan, apa yang dimaksud dengan kopi di dinding tadi.

Minggu berikutnya, mereka mampir kembali di kafe yang sama. Mereka melihat, seseorang lelaki tua masuk ke dalam kafe. Pakaiannya kumal dan kotor. Setelah duduk ia melihat ke dinding dan berkata kepada pelayan: “Satu cangkir kopi dari dinding."

Pramusaji segera menyuguhkan segelas kopi. Setelah menghabiskan kopinya, lelaki tua lusuh tadi lantas pergi tanpa membayar. Tampak si pramusaji menarik satu lembar kertas dari dinding tersebut, lalu membuangnya ke tempat sampah.

Kini pertanyaan pasangan wisatawan itu terjawab sudah.

 Begini rupanya cara penduduk kota ini menolong sesamanya yang kurang beruntung, dengan tetap menaruh respek kepada orang yang ditolongnya. Kaum papa bisa menikmati secangkir kopi tanpa perlu merendahkan harga diri untuk mengemis secangkir kopi. Bahkan mereka pun tidak perlu tahu siapa yang “mentraktirnya”. Suatu tatanan hidup bermasyarakat yang amat menyentuh dan mengharukan.

Seorang professor yang meyakini bahwa kita tidak bisa hidup lebih baik tanpa memberi dan menerima cinta, perhatian, dan bantuan dari orang lain.
“Terlalu sering kita meremehkan kekuatan sebuah sentuhan, sekilas senyuman, sebuah kata, mendengar keluhan orang lain, pujian tulus atau tindakan kecil membantu orang lain, yang semua itu punya kekuatan untuk mengubah kehidupan,” katanya.

Sahabat...
 Secangkir kopi di dinding adalah wujud cinta yang tulus ikhlas kepada kaum dhuafa, tanpa menyikapi kaum dhuafa dengan cara arogan: aku memberi kepadamu.

Seringkali tidak penting seberapa banyak kita sudah memberi yang lebih penting adalah bagaimana cara kita memberi. Semoga bermanfaat.

Sistem Pendidikan Terbaik Dunia dan Akhirat

Sekitar Empat tahun yang lalu tepatnya di awal Ramadhan 1433 H Saya mengikuti kuliah subuh di Masjid dekat rumah. Ustadz yang berceramah menceritakan kisah nyata dari seorang rektor salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia yang sedang mencari sistem pendidikan terbaik yang dapat menghasilkan dan mencetak generasi yang cerdas, bermartabat dan bisa bermanfaat bagi bangsa dan agama.
Untuk mencari sistem pendidikan terbaik, rektor tersebut pergi ke Timur Tengah untuk meminta nasihat dari seorang ulama terkemuka di sana.
Ketika bertemu dengan ulama yang ingin ditemuinya, lalu dia menyampaikan maksudnya untuk meminta saran bagaimana menciptakan sistem pendidikan terbaik untuk kampus yang dipimpinnya saat ini.
Sebelum menjawab pertanyaan dari rektor, ulama tersebut bertanya bagaimana sistem pendidikan saat ini di Indonesia mulai dari tingkat bawah sampai paling atas?
Rektor menjawab, "paling bawah mulai dari SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, D3 3 tahun atau S1 4 tahun, S2 sekitar 1.5 - 2 tahun, dan setelah itu S3 untuk yang paling tinggi."
"Jadi untuk sampai S2 saja butuh waktu sekitar 18 tahun ya?" Tanya Sang Ulama.
"Iya!!!", jawab rektor tersebut.
"Lalu bagaimana jika hanya lulus sampai di SD saja selama 6 tahun, pekerjaan apa yang akan bisa didapat?" Tanya kembali Sang Ulama.
"Kalau hanya SD paling hanya buruh lepas atau tukang sapu jalanan, tukang kebun dan pekerjaan sejenisnya."
" Tidak ada pekerjaan yang bisa diharapkan jika hanya lulus SD di negeri Kami." Jawab si rektor.

"Jika Lulus SMP bagaimana?"

"Untuk SMP mungkin jadi office boy (OB) atau cleaning service," jawab kembali si rektor.

"Kalau SMA bagaimana?"

"Kalau lulus SMA masih agak mending pekerjaan nya di negeri Kami, bisa sebagai operator di perusahaan-perusahaan" lanjut si rektor.

"Kalau lulus D3 atau S1 bagaimana?" Bertanya kembali Sang Ulama.

"Klo lulus D3 atau S1 bisa sebagai staff di kantor dan S2 bisa langsung jadi manager di sebuah perusahaan" kata si rektor.

"Berarti untuk mendapatkan pekerjaan yang enak di negeri Anda minimal harus lulus D3/S1 atau menempuh pendidikan selama kurang lebih 15-16 tahun ya?" Tanya kembali sang Ulama.

"Iya betul !!!!" jawab si rektor.

"Sekarang coba bandingkan dengan pendidikan yang Islam ajarkan"
"Misal selama 6 tahun pertama (SD) hanya mempelajari dan menghapal Al-Qur'an, apakah bisa hapal 30 juz?" Tanya Sang Ulama.

"In shaa Alloh bisa" jawab si rektor dengan yakin.

"Apakah ada hafidz Qur'an di negeri Anda yang bekerja sebagai buruh lepas atau tukang sapu seperti yang Anda sebutkan tadi untuk orang yang hanya Lulus SD?" Kembali tanya Sang Ulama.

"Tidak ada !!!", jawab si rektor.

"Jika dilanjut 3 tahun berikutnya mempelajari dan menghapal hadis apakah bisa menghapal ratusan hadis selama 3 tahun?"

" Bisa !!!", jawab si rektor.

"Apakah ada di negara Anda orang yang hapal Al-Qur'an 30 juz dan ratusan hadis menjadi OB atau cleaning service?"

" Tidak ada !!!", jawab kembali si rektor.

"Lanjut 3 tahun setelah itu mempelajari tafsir Al-Qur'an, apakah ada di negara Anda orang yang hafidz Qur'an, hapal hadis dan bisa menguasai tafsir yang kerjanya sebagai operator di pabrik?" Tanya kembali ulama tersebut.

"Tidak ada !!!", jawab si rektor.

Rektor tersebut mengangguk mulai mengerti maksud sang ulama.

"Anda mulai paham maksud Saya?"

" Ya !!!", jawab si rektor.

"Berapa lama pelajaran agama yang diberikan dalam seminggu?"

" Kurang lebih 2-3 jam" jawab si rektor.

Sang ulama melanjutkan pesannya kepada si rektor...

"jika Anda ingin mencetak generasi yang cerdas, bermartabat, bermanfaat bagi bangsa dan agama, serta mendapatkan pekerjaan yang layak setelah lulus nanti, Anda harus merubah sistem pendidikan Anda dari orientasi dunia menjadi mengutamakan orientasi akhirat karena jika Kita berfokus pada akhirat inshaa Alloh dunia akan didapat. Tapi jika sistem pendidikan Anda hanya berorientasi pada dunia, maka dunia dan akhirat belum tentu akan didapat.Pelajari Al-Qur'an karena orang yang mempelajari Al-Qur'an, Alloh akan meninggikan derajat orang tersebut di mata hamba-hambaNya. "

"Itulah sebabnya Anda tidak akan menemukan orang yang hafidz Qur'an di negara Anda atau di negara manapun yang berprofesi sebagai tukang sapu atau buruh lepas walaupun orang tersebut tidak belajar sampai ke jenjang pendidikan yang tinggi karena Alloh yang memberikan pekerjaan langsung untuk para hafidz Qur'an.Hafidz Qur'an adalah salah satu karyawan Alloh dan Alloh sayang sama mereka dan akan menggajinya lewat cara-cara yang menakjubkan. "

"Tidak perlu gaji bulanan tapi hidup berkecukupan."

Itulah pesan Sang Ulama kepada rektor tersebut.

Mari kita didik diri dan keluarga kita dengan Sistem Pendidikan Terbaik.
Semoga bermanfaat, dan dapat dijadikan rujukan bagi guru dan orang tua kaum muslimin.

Silahkan dishare agar semakin banyak yang terinspirasi untuk mempelajari dan menghapal Al-Qur'an dan As sunnah.
Yuuk ngafal Al-Qur'an...

Uniknya Nama 'Indonesia'

Pernahkah  Kita Menghitung Angka dari

Kata  "INDONESIA" ???

SUBHANALLAH, Akan di dapat Keajaiban 2x yang luar biasa,

Mari, Kita coba Hitung :

Abjad = Urutan Angka

I : 9
N : 14
D : 4
O : 15
N : 14
E : 5
S : 19
I : 9
A : 1

Dari Semua Angka, yang Muncul Hanya

Angka  "1-9-4-5",  Tentu ini Bukan Kebetulan

Ini adalah Kehendak dan Karunia dari ALLAH SUBHANAHU WA TAร€LA.

Nah Coba Kita Jumlahkan semua Angka dari

Kata "INDONESIA", jumlahnya "90",

Dalam AL QURร€N,
Surat ke-90 adalah
Surat Al-Balad,

yang Artinya "NEGERI"

Tentu ini Bukan Suatu
Kebetulan ini semua Karunia yang Luar Biasa dari Allah Subhanahu wa taร la.

Mungkin ini Juga Jawaban pada HADITS ROSULLULAH

yang Mengatakan       Bahwa                                                                                      akan ada Negeri di atas Awan Bernama
Samudra,

yang di-Kelilingi Air dan menghasilkan Banyak Ulama,

Ternyata Negeri itu adalah INDONESIA- Baldatun Thoyyibatun Wa Robbun Ghofur-mari Indonesiakan Indonesiaku jangan sia-siakan wujudkan rohmatan lil 'alamiin

Wallahu a'lam Bis Showab

Free Soto

Cerita ini adalah cerita nyata yg saya peroleh dari seorang kawan di group WA, tentang bu Amir yg berjualan soto cara langit ! Semoga bermanfaat bagi semua sahabat pembaca setia.

Dalam perjalanan kerja ke Solo, satu hari saya mampir makan di warung soto dekat hotel tempat saya menginap.

Habis Jum'atan saya mampir ke warung soto itu karena sangat ramai dikunjungi pelanggannya. Saya pikir soto ini pasti enak karena pengunjung nya sampai ke teras warung.
 Suasananya rada aneh, ketika saya lihat sekeliling meja, banyak sekali abang-abang becak yang makan di sana.

"Emmm... Pantesan rame, sotonya memang benar-benar enak !"

Ketika selesai makan dan mau membayar,
 Bu Amir pemilik warung soto itu melarang saya mengeluarkan uang.
 "Tidak usah bayar Dik, terima kasih atas kunjungannya."
 Dengan penuh rasa heran saya bertanya alasannya kenapa gak boleh bayar ?

"Ini hari Jumat Dik, di sini tiap hari Jumat gratis!"
 Masya Allah, terjawab sudah kenapa sebagian besar yang makan di warung ini tukang becak.

Setengah bingung saya mencoba mendekat ke tempat Bu Amir duduk.
 "Ibu, apa gak rugi jual soto seharian gak dapat uang?", tanya saya setengah menyelidik.
 "Dik, dari hari Sabtu sampai hari Kamis kan alhamdulillah kami dikasih rizki, dikasih untung sama Allah !

Kalau kami bersyukur dengan cara menggratiskan satu hari, untung kami masih sangat banyak untuk ukuran kami.

Kalau mau jujur seharusnya kami memberikan hak kepada Allah minimal 30% !
 Coba adik pikir, siapa yang menggerakkan hati pelanggan-pelanggan kami untuk datang kemari ?

Kalau kami harus membayar salesman, berapa uang yang harus kami bayar ?

Semoga dengan 1/7 bagian ini Allah ridho. Sebagian besar dari hasil usaha ini kami gunakan untuk membiayai 4 anak kami.
 Mereka kuliah semua Dik. Satu di kedokteran UNAIR satu di Teknik Sipil ITB, yang 2 lagi di UGM sini. Kalau bukan karena pertolongan Allah, mana bisa usaha kami yang sekecil ini membiayai kuliah 4 orang !"
 Bu Amir menjelaskan panjang lebar.

Saya seperti disambar petir.
 Warung soto sekecil ini bisa membiayai anaknya 4 kuliah di Universitas Negeri semua !
 Malah masih bisa memberi makan kepada tukang-tukang becak dan semua orang yang berkunjung ke warungnya setiap HARI JUMAT, GRATIS lagi !

Saya gak kehilangan akal, untuk membayar rasa kagum dan rasa bersalah makan soto gratis, saya masuk mall.
 Saya membeli dompet cantik buat hadiah Bu Amir.
 Saya pikir, masa Bu Amir gak mau dikasih dompet secantik ini ?"
 Dalam waktu tidak sampai satu jam saya sudah kembali ke warungnya.

"Lho, kok balik lagi, ada yang ketinggalan Dik ?", sapa Bu Amir heran.

"Mohon maaf Bu, ini hadiah dari saya tolong diterima.
 Anggap saja sebagai kenang-kenangan dari saya buat ibu yang telah memberi pelajaran hidup yang sangat berarti buat saya."

Dengan senyum tulus dan bicaranya halus Bu Amir menolak :
 "Dik, terimakasih hadiahnya. Maaf, bukan ibu menolak. Ibu cukup pake dompet ini saja, kenang-kenangan dari suami ibu ketika beliau masih ada. Awet banget, tuh sampe sekarang masih bagus."

Bu Amir menepuk bahu saya.
 "Bawa saja pulang dan hadiahkan buat istrimu. Percayalah, istrimu pasti senang dapat oleh-oleh dari Solo.
 Adik mampir di warung Ibu saja sudah merupakan sebuah kebahagiaan yang tidak ternilai.
 Ibu senang, benar-benar senang sudah bisa ngobrol sama adik."
 Begitu kata Bu Amir sambil tersenyum.
 Saya kehilangan akal dan hanya bisa pamit sambil menundukkan kepala ....baarokallah....