Pada suatu weekend, diwaktu sore sepulang kerja lembur seorang suami melihat istrinya yang tertidur pulas karena kecapekan bekerja seharian di rumah.
Sang suami mencium kening istrinya dan bertanya, "Mah, udah sholat ashar belum?"
Istrinya terbangun dengan hati berbunga-bunga menjawab pertanyaan suami, "sudah yah.."
Istrinya beranjak dari tempat tidur mengambil piring yang tertutup, sore itu istrinya memasak kesukaan sang suami. "Lihat nih, aku memasak khusus kesukaan ayah." Piring itu dibukanya, ada sepotong gulai kepala ikan yang terhidang untuk dirinya.
Sang suami memakannya dengan lahap dan menghabiskan. Istrinya bertanya, "Ayah, kenapa suka makan kepala ikan padahal aku sama anak2 paling tidak suka ama kepala ikan."
Suaminya menjawab, "Itulah sebabnya karena kalian tidak suka maka ayah suka makan kelapa ikan supaya engkau dan anak-anak mendapatkan bagian yang terenak."
Mendengar jawaban sang suami, Terlihat bulir-bulir air mata mulai menuruni pipinya. Jawaban itu menyentak kesadarannya yang paling dalam. Tidak pernah dipikirkan olehnya ternyata sepotong kepala ikan begitu indahnya sebagai wujud kasih sayang yang tulus kecintaan suami terhadap diri dan anak-anaknya.
"Makasih ya ayah atas cinta dan kasih sayangnya." ucap sang istri. Suaminya menjawab dengan senyuman, pertanda kebahagiaan hadir didalam dirinya.
Sahabat ...
Kita seringkali mengabaikan sesuatu yang kecil namun memiliki makna yang begitu besar, didalamnya terdapat kasih sayang, cinta, pengorbanan dan tanggungjawab, sekalipun sesuatu yang kecil itu adalah sepotong kepala ikan. Semoga cerita diatas dapat diambil hikmahnya dengan mencintai setulus hati dan sepenuh jiwa keluarga kita. Semoga bermanfaat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar