Selasa, 09 Agustus 2016

Jangan Puji Anak Cantik

[08:27, 7/27/2016] Rini SUP:  Ada sebuah kisah menarik yang dituangkan Lisa Bloom, pengarang Think: Straight Talk for Women to Stay Smart in a Dumbed-Down World. Menurutnya, anak perempuan sekarang bertumbuh dengan keinginan besar untuk tampil cantik, daripada tampil pintar. Mereka lebih khawatir kalau mereka tampak gemuk dan jelek.
 .
 Dalam bukunya, ia menunjukkan bahwa 15-18 persen anak perempuan di bawah dua belas tahun saat ini sudah memakai maskara, eyeliner dan lipstik.
 .
 Kepercayaan diri anak perempuan menurun kalau tidak merasa cantik. Hampir 25 persen remaja perempuan akan merasa bangga menang America’s Next Top Model daripada memikirkan untuk memenangi Nobel.
 .
 Karenanya memuji anak perempuan bahwa dia cantik, akan membuatnya makin merasa betapa penampilan menjadi penting. Bayangkan nanti dia sudah diet diusia lima, memakai bedak di usia 11, botoks dan operasi payudara di usia 20-an. Apa yang hilang?
 .
 Mereka akan kehilangan makna hidup, mengungkap sebuah gagasan dan membaca buku untuk mengembangkan pemikiran dan pencapaiannya.
 .
 Bloom berkisah, suatu kali ia pernah bertemu dengan anak perempuan temannya berusia lima tahun yang cantik bernama Maya. Rambutnya terurai, matanya indah, dan gaun warna pink yang manis.
 .
 Seketika ia ingin sekali teriak “Maya, kamu cantik sekali, coba lihat dan berputar”. Namun, ia urungkan dan ia tahan niatan itu. Meskipun itu adalah hal yang biasa untuk memuji seorang anak perempuan, sekaligus mencairkan suasana, dia punya alasan lain.
 .
 Lalu, bagaimana baiknya? Lisa lalu mengajak Maya, untuk bicara hal lain daripada sekedar memuji.
 .
“Hai Maya, senang bertemu denganmu,” sembari menatap mata Maya.“Senang bertemu denganmu juga,” ujarnya dengan kalem seperti orang dewasa.
 .
“Apakah kamu suka membaca?” ujarnya lagi. Maya diam sebentar.
 .
“Aku menyukai buku, apakah kamu juga suka buku,” lanjutnya.
 .
“Ya. dan aku bisa membacakannya untukmu,” jawab Maya akhirnya..
 .
 Maya lalu benar-benar membacakan buku pilihannya dengan lantang. Kisah tentang seorang tokoh perempuan yang menyukai warna pink melawan sekelompok anak jahat yang kerap memakai warna hitam. Tidakkah buku ini juga mengajarkannya betapa sosok perempuan dilihat dari penampilan daripada karakternya. Maya juga kerap membandingkan mana yang lebih cantik, tubuhnya lebih ramping dan pakaian yang paling bagus.
 .
 Lisa lalu mengajak Maya untuk di kemudian hari memlih buku yang lain jika nanti mereka bertemu lagi. .
 Dari sini diketahui bahwa betapa susahnya nanti mendidik anak perempuan untuk mengajarkan mereka betapa penampilan mestinya tidaklah hal yang utama. .
 .
 Namun, di tengah kepungan industri kecantikan, produk perawatan, kompetisi perempuan cantik sejagad dan budaya selebriti lainnya, usaha mengajari mereka harus dua kali lipat lebih besar..
 .
 Setidaknya jika suatu saat nanti Anda bertemu seorang anak perempuan, termasuk anak Anda sendiri, usahakan jangan buru-buru memuji penampilannya. Akan lebih baik mengajak mereka untuk berpikir dan bertanya sesuatu tentang apa yang ia baca. Apakah ia menyukai buku itu atau tidak, dan mengapa? Dari sini pembicaraan akan berkembang sekaligus mengembangkan pola pikir dan inteligensia mereka.
 .
 Sehingga bisa mengubah cara berpikir anak perempuan, bahwa menjadi pintar lebih penting daripada sekedar cantik.

Sumber:Kompas.com
[08:52, 7/28/2016] Rini SUP: Hubungan cinta suami istri itu merupakan tanda tanda dari kekuasaan Allah.
 Seperti digambarkan dlm Quran Surat Ar Rum 30:21. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.
 .
 Sejatinya kita istri hadir agar menjadi penentram buat suami . Allah gambarkan suami istri seperti pakaian. Utk mempertahankan cinta, rasa syukur itu di tuntut untuk harus selalu ada.
 .
 Kalaulah suami itu ladang surga maka siapalah seorang istri tdk menginginkan surga . Ingatlah Hidup kita ini singkat .
 Nanti di akherat masing masing akan di panggil dari banyak pintu , maka pastikan kita dipanggil dari salah satu pintu .
 .
 Ibarat suami itu ladang, jadikanlah ladang yg subur yg bisa kita gunakan untuk bekal ke surga
 .
 Analoginya :
 Kalo tanah subur ditanemin apa juga tumbuh.
 Kalo ladang bebatuan tiba tiba ada taneman subur itu hebat banget.
 .
 Maka kalo bisa membimbing dan mendampingi suami agar lebih taat dan lebih shaleh ganjaranya besar. Maka bersabarlah atas apa apa yang dilakukannya. .
 .
 Bukankah kita punya Allah yang Maha membolak balikan hati, Yang Maha pemberi Hidayah ?

Semangat ya saudari saudariku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar