Rabu, 31 Agustus 2016

Raih Keutamaan Dzikir

Raih Keutamaan Dzikir


Manfaat dzikir kepada Allah Azza wa Jalla banyak sekali,  di antaranya yaitu:

πŸ“™ Pertama :
Mengusir syetan, menundukkan dan meng-enyahkannya.

πŸ“™ Kedua :
Menghilangkan kesedihan dan kemuraman dari hati.

πŸ“™ Ketiga :
Mendatangkan kegembiraan dan kesenangan dalam hati.

πŸ“™ Keempat :
Melapangkan rizki dan mendatangkan barakah.

πŸ“™ Kelima :
Membuahkan ketundukan, yaitu berupa kepasrahan diri kepada Allah dan kembali kepada-Nya. Selagi dia banyak kembali kepada Allah dengan cara berdzikir, maka dalam keadaan seperti apapun dia akan kembali kepada Allah dengan hatinya, sehingga Allah menjadi tempat mengadu dan tempat kembali, kebahagiaan dan kesenangannya, tempat bergantung tatkala mendapat bencana dan musibah.

πŸ“™ Keenam :
Membuahkan kedekatan kepada Allah Azza wa Jalla . Seberapa jauh dia melakukan dzikir kepada Allah, maka sejauh itu pula kedekatannya kepada AllΓ’h, dan seberapa jauh ia lalai melakukan dzikir, maka sejauh itu pula jarak yang memisahkannya dari Allah.

πŸ“™ Ketujuh :
Membuat hati menjadi hidup. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Dzikir bagi hati sama dengan air bagi ikan, maka bagaimana keadaan yang akan terjadi pada ikan seandainya berpisah dengan air ???”

πŸ“™ Kedelapan :
Membersihkan hati dari karat, karena segala sesuatu ada karatnya dan karat hati adalah lalai dan hawa nafsu. Sedang untuk membersihkan karat ini adalah dengan taubat dan istighfar.

πŸ“™ Kesembilan :
Hamba yang mengenal Allah, dengan cara berdo’a dan berdzikir saat lapang, maka Allah akan mengenalnya disaat dia menghadapi kesulitan.

πŸ“™ Kesepuluh :
Menyelamatkannya dari adzab Allah sebagaimana yang dikatakan Mu’adz bin Jabal Radhiyallahu anhu dan dia memarfu’kannya ”Tidak ada amal yang dilakukan anak Adam yang lebih menyelamatkannya dari adzab Allah, selain dari dzikir kepada Allah Azza wa Jalla."

πŸ“™ Kesebelas :
Menyebabkan turunnya ketenangan, datangnya rahmat dan para Malaikat mengelilingi orang yang berdzikir, sebagaimana yang disabdakan Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

"Tiada suatu kaum yang duduk sambil berdzikir kepada Allah melainkan mereka akan dikelilingi oleh malaikat, diselimuti oleh rahmat dan Allah akan mengingat mereka di hadapan makhluk yang ada di sisi-Nya.” (HR. Bukhari)


πŸ“™ Kedua belas :
Menyibukkan lisan dengan dzikir,  akan menjauhkan lisannya dari melakukan ghibah, adu domba, dusta, kekejian dan kebathilan. Sudah selayaknya bagi seorang hamba untuk berbicara yang baik, jika bicaranya bukan dzikir kepada Allah, tetapi berupa hal-hal yang diharamkan, maka tidak ada yang bisa menyelamatkannya kecuali dengan dzikir kepada Allah. Cukup banyak pengalaman dan kejadian yang membuktikan hal ini. Siapa yang membiasakan lidahnya untuk berdzikir, maka lidahnya lebih terjaga dari kebathilan dan perkataan yang sia-sia. Namun siapa yang lidahnya tidak pernah mengenal dzikir, maka kebathilan dan kekejian banyak terucap dari lidahnya.

πŸ“™ Ketiga belas :
Dzikir memberikan rasa aman dari penyesalan di hari kiamat. Karena majelis yang di dalamnya tidak ada dzikir kepada Allah, maka akan menjadi penyesalan bagi pelakunya pada hari kiamat.

πŸ“™ Keempat belas :
Dzikir merupakan ibadah yang paling mudah, namun paling agung dan paling utama. Sebab gerakan lidah merupakan gerakan anggota tubuh yang paling ringan dan paling mudah. Andaikan ada anggota tubuh lain yang harus bergerak, seperti gerakan lidah selama sehari semalam, tentu ia akan kesulitan melaksanakannya dan bahkan tidak mungkin.

Mudah-mudahan Allah Azza wa Jalla menjadikan kita termasuk dari hamba-hamba yang ikhlas dan banyak berdzikir yang sesuai dengan sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam.


Presented by :
•=•=•=•=•=•=•
πŸ”΅  M . Q . M  πŸ”΅
Bersama Menuju
πŸ•Œ T A Q W A πŸ•Œ
______
🌐 FB : facebook.com/kajianMQM
🌐 TW : twitter.com/kajianMQM
🌐 IG : instagram.com/kajianMQM
🌐 TG : Bit.ly/kajianMQM
πŸ“± Pendaftaran : 082310473016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar