Selasa, 17 Mei 2016

Bersyukur Dikasih Buta

@Yusuf_Mansur.

"Bersyukur dikasih Buta. Subhaanallaah. MaasyaaAllah..."

Ayu... Remaja yang ga bisa melihat sejak lahir, hafal Qur'an dan paham, 30juz, berikut nmr ayatnya.
Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Kawan-kawan semua...
Alhamdulillaah wasysyukrulillaah... Semalam, 4 Sya'ban 1437H/11 Mei 2016, saya ketemu jagoan tahfizh baru.

Ayu namanya.

Buta sejak lahir. Diajar lsg sama neneknya. Krn ga tega masukin ke pengajian anak2 lain. Takut dicandain dan digangguin. Padahal ya neneknya ga bs baca arabnya jg. Pake Qur'an yg ada latinnya. Pake itu neneknya ngajar.

Amazing kan? Benar-benar ga ada halangan buat yang kuat niatnya dan kemudian berikhtiar.
Ayu kemudian umur 12th sudah hafal 30juz berikut nomor ayat.

Ayu diajar sama neneknya dg nmr ayat plus turunnya ayat itu. Shingga ayu hafal berikut nmr2 ayatnya.
Kata neneknya, ayat Qur'an banyak yg sama. Susah buat yg buat kayak Ayu kalo ga ngafal dg nmrnya sekalian.

Saya tes di hadapan ribuan jamaah di masjid agung ponorogo. Tes sebut nmr. Baca dari belakang. Sampe kosa kata. Semuanya lulus. Luar biasa.

Ayu skrg 16th umurnya. Sangat berterima kasih sama Allah sbb dikasih buta. Jd bs hafal Qur'an katanya.
Ayu 2th ke depan mau ngafal shahih Bukhari dan Muslim lengkap dg nmr hadits, sanad, perawi dan matannya.

2x aja dibacain Ayu bakal hafal. Nempel katanya seumur hidup. Kelebihan orang buta. Katanya sambil tergelak tertawan.

Ayu, sampe ketakutan denger musik atau lagu. Sbb kalo dia denger ya lsg hafal dg cengkoknya itu penyanyi.
Ayu 1th lalu nangis di panggung. Sbb ga jadi ketemu saya di panggung tabligh akbar katanya. Hehehe. Ketemu saya, katanya sesuatu yg paling diinginkan Ayu. Hehehe.

Semalam saya yang tersanjung ketemu dengan remaja yang luar biasa ini.

Dg Izin Allah, Ayu diberangkatkan Allah tgl 21 Sya'ban 1437H/9 Mei 2016 besok. Aamiin. Dan akan jd tamu kehormatan di Wisuda Akbar Nasional di Istiqlal. Juga di rapat pengurus tahfizh internasional di Jeddah. Di hadapan slrh pengurus perwakilan dari 70 negara.

Harapannya agar Ayu bs diikutsertakan lomba musabaqoh hifzhil Qur'an internasional. Plus 5000 hadits dg sanad, matan dan perawinya.

Ayu akan diberangkatkan Allah beserta neneknya dan 1 pendampingnya.

Sepertinya masih banyak Ayu-Ayu lain di bumi Indonesia. Dan merekalah yang dengan Izin Allah menjaga Murka-Nya Allah bagi kita yang dungu dan banyak maksiatnya.

Ponorogo, 4 Sya'ban 1437H/12 Mei 2016.

Salam, @Yusuf_Mansur.

Jalan Cahaya

By : Bunda Rochma Yulika

Kepadamu yg telah ku bawa bersamaku meniti jalan ini,
Maaf telah melibatkanmu dalam perjalanan yang begitu melelahkan,
Perjalanan yang kerap membuat kita harus menangis darah,
Perjalanan yang lebih sering membilurkan luka,
Perjalanan yang kerap membuat kita merasa ingin berhenti dan kembali ke garis awal atau menepi...

Kepadamu yg telah kubawa bersamaku meniti jalan ini,
Maaf pernah berfikir meninggalkanmu seorang diri,
Menempuh segala perjalanan hidupmu sendirian
Bukan benar-benar meninggalkanmu,

Membiarkanmu berproses di jalan ini,
Hanya untuk membuatmu memahami likunya,
Hanya untuk membuatmu bertahan diatas kakimu,
Hanya untuk membuatmu tegar dalam melangkah.

Sebab kelak,
Ada masa dimana kita benar-benar akan sendiri
Menapaki jalan ini.
Ada masa dimana kita hanya punya Allah u dapat bertahan
Ada masa dimana kita harus berkata
"Tuan,Puan, ini aku dan jalanku"
Masa dimana menjadi benar-benar terasing di keramaian dunia.
Masa dimana kita melukis cahaya yang berbeda dari mereka.

Kepadamu yg telah kubawa bersamaku meniti jalan ini,
Inilah jalan yg kita tempuh sekarang,
Jalan yg lebih banyak duri yg akan kita temui,
Jalan yg lebih terjal dan mendaki,
Jalan yg akan menguras airmata, semangat dan harapan semu,

Namun, inilah juga jalan yg akan membawa kita ke puncak,
Menikmati segala keindahan dari atas tanpa penghalang,
Yg akan mengubah airmata menjadi tawa kebahagiaan, melahirkan harapan baru yang pasti.
Setelah perjuangan dan pengorbanan telah kita lalui.

Kepadamu yg telah kubawa bersamaku meniti jalan ini,
Genggam tanganku erat jangan ragu
Ketika kau merasa letih dan tak sanggup berdiri,
Disaat kau ingin berhenti,
Menolehlah,
Disitu masih ada aku,
Yg masih bersamamu ketika memulai perjalanan panjang ini.
Dan akan tetap tersenyum kepadamu, menganggukkan kepala.
Bahwa kau bisa terus berjalan tanpa takut, tanpa ragu.
Sebab Allah juga bersamamu.

Kepadamu yg telah kubawa bersamaku meniti jalan ini.
Inilah jalan kita.
Kita memang akan menjadi berbeda,
Tak lagi sama dengan mereka,
Akan di asing kan,
Namun karena itulah kita menjadi permata,
Dijalan ini.

Di Jalan Dakwah. Jalan Cahaya.
Jangan takut dikatakan sok alim, karena mengajak orang lain berhijrah.
Tetapi takutlah akan teguran Allah, jika kita sudah berhijrah tetapi tidak mengajak orang lain u berhijrah juga.
Jalan cinta para pejuang.

#Teruntuk Sahabat-sahabatku Fillah di jalan dakwah๐Ÿ˜˜
#Terkhusus ukhtyfillahku di dunia maya dan nyata๐Ÿ˜

Ukhtyfillah,
Rangkullah sahabatmu sekali lagi,
Bisa jadi ia menjadi lemah, sebab engkau tak lagi peduli.๐Ÿ™�

Tak pantas kita merasa lelah mengarungi samudera dakwah ini, karena masih terlalu banyak para pendahulu kita yang jauh lebih letih dari kita. Tak  pantas berkeluh untuk mencapai ketinggian cita-cita dakwah ini, karena masih terlalu banyak para pendahulu kita yang jauh lebih sibuk dari kita.


Mimpi Ananda raih Semesta

Malam minggu kemarin, iseng singgah ke bioskop mau nonton. Terpampang ada 3 plihan filem yang menggoda untuk ditonton: Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC-2), Captain America (Civil War), dan MARS (Mimpi Ananda Raih Semesta).

AADC-2 tayang lebih dari 2 studio, Captain America juga lebih dari 2, tayang full sampai tengah malam dengan penonton yang masih berjibun. Sementara MARS tayang di 1 studio dan cuma sampai setengah 8 malam saja.

Dari 3 pilihan filem yang menggoda tadi, akhirnya kami memutuskan memilih MARS karena ini filem memang tidak biasa. Paling nggak kita nonton filem anti mainstream laah…
Ternyata pilihan kami tidak salah. Walau tanpa resensi dan minim info lebih jauh tentang filem ini, kami memilih nonton MARS. Filem ini istimewa, karena bukan bercerita tentang cinta picisan ataupun fantasi komik.

Filem MARS bercerita tentang perjuangan seorang ibu di daerah Gunung Kidul untuk pendidikan anaknya. Walau buta huruf dan miskin, beliau punya cita-cita tinggi untuk pendidikan anaknya. Walaupun penuh keterbatasan dan hinaan. Dari pelosok Gunung Kidul, ananda akhirnya menyempurnakan niat ibunda hingga terbang tinggi menempuh pendidikan sampai ke kampus elit di Inggris, yaitu Oxford University. Dari bale-bale kemiskinan kampung, terbang ke perpustakaan Oxford.

Filem ini tentang potret kemiskinan dan kebodohan yang melanda mayoritas bangsa ini. Tapi orang-orang luar biasa dan hebat selalu lahir dari keterbatasan-keterbatasan seperti ini.

Tak sedikit penonton yang meneteskan airmata, untuk alur cerita filem ini yang sangat menyentuh. Terharu untuk cerita yang bermutu, bukan kisah roman cinta picisan. Sayang, bila dibanding dengan AADC-2 dan filem lainnya, filem MARS minim publikasi dan dan informasi. Padahal filem ini sangat inspiratif dan merupakan filem pertama Indonesia yang sukses bisa syuting di kampus Oxford, yang juga merupakan lokasi syuting filem Harry Potter.

Film yang diperankan oleh Kinaryosih, Acha Septriasa, Chelsea Riansy, Jajang C. Noer, Teuku Rifku Wikana, M. Cholidi Asadil Alam, Ence bagus, Yati Surachman dan nama-nama lainnya, serentak rilis di bioskop pada tanggal 4 Mei 2016, bertepatan dengan “Hari Pendidikan Nasional”. Saya merekomendasikan, silahkan nonton filem inspiratif ini. Sayang bila filem hebat ini kalah tayang dibanding filem lain, dan harus turun karena minim penonton….


Sila nontoh trailer filem ini di link ini: https://www.youtube.com/watch?v=X9ja77SPPLU

dari group WA.

Menuju Kebahagiaan Batin

Nasehat ust Armen Halim Naro rahimahulloh

“Seseorang yang berjiwa lurus bagaikan kaca, dengan kebeningannya, ia dapat melihat kebenaran, dan dengan ketebalannya keraguan tidak dapat menembusnya karena dia bukan busa yang menyerap setiap sesuatu yang bersentuhan dengannya..”

“Berbahagialah orang yang mendapat ujian, karena pada hakikatnya Allah telah memilihmu untuk jadi seseorang yang sabar. Allah menguji apakah kita lulus ujian dan meraih gelar sabar atau gagal.
Maka wajib bagi kita untuk bersabar atas musibah atau kenyataan pahit yang menimpa. Yakinlah apa Allah tetapkan padamu akan berujung kepada kebahagiaan selama kita ikhlas menjalaninya..”

“Layaknya sebilah pedang, ia tidak dibuat dengan sentuhan tangan yang lembut, tetapi dengan tempaan palu dan panasnya api.

Begitu juga dengan orang-orang sukses, mereka tidak dihasilkan dari kemudahan, kesenangan dan kenyamanan, tetapi mereka dibentuk melalui air mata, kesulitan, kesukaran, halangan, dan penderitaan .
Semua itu perlu proses. Maka bersabarlah dan berjuanglah dan jadilah kalian manusia yang kakinya menapak di bumi namun cita-citanya membumbung ke langit..”

“Ketika akan turun hujan sebagai tanda Rahmat Allah kepada makhluk-Nya, maka akan ada mendung yang mendahuluinya, begitu juga dengan hidup manusia, ketika Allah ingin memberikan kebaikan pada hambaNya, maka Allah datangkan ujian yang dengan ujian tersebut Allah tinggikan derajatnya dan Allah ampunkan dosa-dosanya.

Insya Allah

“Jika kau tak bisa menjadi pohon beringin yang rindang di puncak gunung, maka jadilah belukar yang tumbuh di pinggir danau, Jika kau tak bisa jadi belukar jadilah rumput yang memperkuat tanggul jalan dan jika kau tak bisa menjadi jalan raya, jadilah engkau jalan setapak yang mengantar orang-orang menuju mata air.
Tidaklah semua orang harus menjadi seorang kapten melainkan harus ada awak kapal yang menemani dan bukanlah besar atau kecilnya tugas/tanggungjawab yang menjadi tolak ukur derajat manusia karena sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat kepada sesamanya..”


Nikmat Bisa Sampai Ke Bulan Ramadhan

 Asy Syekh Sholih Al Fauzan hafidzohullah:

 Barangsiapa yang bisa sampai ke bulan Romadhon dan Allah berikan kepadanya taufiq untuk bisa mengambil manfaat dari bulan ini maka sungguh berarti Allah telah berikan padanya nikmat yang besar yang tidak ada bandingannya.

Tidak bisa dibandingkan nikmat ini-demi Allah-dengan para milyader, dengan para pemilik gedung gedung mewah dan para pemilik aset barang barang berharga.
Demi Allah di bulan ini bagi orang yang diberikan taufiq oleh Allah sungguh merupakan nikmat yang tiada tara, walaupun dia adalah orang yang kere dan tidak memiliki harta.

Apabila Allah berikan nikmat kepada seorang muslim untuk bisa sampai kebulan ini maka dialah orang yang beruntung, dialah pedagang yang sesuangguhnya, dialah orang yang kaya secara hakiki.

Bukanlah orang yang kaya itu orang yang bergelimang dengan dunia, karena apabila dia menyia nyiakan akheratnya maka dialah orang yang bangkrut dunia dan akheratnya.

Dunia bukan untuk seorangpun, dunia hanyalah tempat persinggahan dan tempat untuk seseorang lewat saja, dunia ibaratnya seperti jalan yang manusia semua akan melewatinya dan suatu saat mereka akan meninggalkannya untuk selain mereka.

•••••••••••••

Sumber: Majalis Syahri Romadhon Al Al mubarok: 7
Telegram :
Berbagiilmuagama
Alih bahasa: Abu Arifah Muhammad Bin Yahya Bahraisy


•┈┈┈┈●✿เฎœ๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒบ๐ŸŒป๐ŸŒบเฎœ✿●┈┈┈┈•
๐Ÿ“ฎChannel @MutiaraNasehatMuslimah_1 di Telegram
๐Ÿ“š WA MUTIARA NASEHAT MUSLIMAH
๐Ÿ“ฑ 085321436061 Admin

Pelajaran Tentang Fitnah

Sore ini sy mndpt kiriman yg luar biasa. Mdh2n bs kita ambil pelajaran dr kisah trsbt..
Dada ini terasa bergetar , ketika membaca kisah yg luar biasa ini. 

*Gambaran bahaya fitnah yang kita sebarkan*, _sungguh amat sulit utk menghapusnya kembali_

*FITNAH.*

“Kyai, maafkanlah saya yang telah memfitnah pak  kyai dan ajarkan saya sesuatu yang bisa menghapuskan kesalahan saya ini.” Aku berusaha menjaga lisanku, tak ingin  sedikitpun menyebarkan kebohongan dan menyinggung perasaan kyai.

Kyai Husain terkekeh. “Apa kau serius?” Katanya.

Aku menganggukkan kepalaku dengan penuh keyakinan. “Saya serius, Kyai. Saya benar-benar ingin menebus kesalahan saya.”

Kyai Husain terdiam beberapa saat. Ia tampak berfikir. Aku sudah membayangkan sebuah doa yang akan diajarkan Kyai Husain kepadaku, yang jika aku membacanya beberapa kali maka Allah akan mengampuni dosa-dosaku. Aku juga membayangkan sebuah laku, atau tirakat, atau apa saja yang bisa menebus kesalahan dan menghapuskan dosa-dosaku. Beberapa jenak kemudian, Kyai Husain mengucapkan sesuatu yang benar-benar di luar perkiraanku. Di luar perkiraanku.

“Apakah kau punya sebuah kemoceng di rumahmu?” Aku benar-benar heran Kyai Husain justru menanyakan sesuatu yang tidak relevan untuk permintaanku tadi.

“Maaf, Kyai?” Aku berusaha memperjelas maksud kyai Husain.

Kyai Husain tertawa, seperti kyai Husain yang biasanya. Diujung tawanya, ia sedikit terbatuk. Sambil mengangguk-anggukkan kepalanya, ia menghampiriku, “Ya, temukanlah sebuah kemoceng di rumahmu,” katanya.

Tampaknya Kyai Husain benar-benar serius dengan permintaannya. “Ya, saya punya sebuah kemoceng di rumah, Kiai. Apa yang harus saya lakukan dengan kemoceng itu?”

Kyai Husain tersenyum.
“Besok pagi, berjalanlah dari rumahmu ke pondokku,” katanya, “Berjalanlah sambil mencabuti bulu-bulu dari kemoceng itu. Setiap kali kau mencabut sehelai bulu, ingat-ingat perkataan burukmu tentang aku, lalu jatuhkan di jalanan yang kau lalui.”

Aku hanya bisa mengangguk. Aku tak akan membantahnya. Barangkali maksud kyai Husain adalah agar aku merenungkan kesalahan-kesalahanku. Dan dengan menjatuhkan bulu-bulunya satu per satu, maka kesalahan-kesalahan itu akan gugur diterbangkan waktu…
“Kau akan belajar sesuatu darinya,” kata kyai Husain. Ada senyum yang sedikit terkembang di wajahku.

***

Keesokan harinya, aku menemui Kyai Husain dengan sebuah kemoceng yang sudah tak memiliki sehelai bulupun pada gagangnya. Aku segera menyerahkan gagang kemoceng itu pada beliau.

“Ini, Kyai, bulu-bulu kemoceng ini sudah saya jatuhkan satu per satu sepanjang perjalanan. Saya berjalan lebih dari 5 km dari rumah saya ke pondok ini. Saya mengingat semua perkataan buruk saya tentang Kiai. Saya menghitung betapa luasnya fitnah-fitnah saya tentang Kiai yang sudah saya sebarkan kepada begitu banyak orang. Maafkan saya, kyai. Maafkan saya…”

Kyai Husain mengangguk-angguk sambil tersenyum. Ada kehangatan yang aku rasakan dari raut mukanya. “Seperti aku katakana kemarin, aku sudah memaafkanmu. Barangkali kau hanya khilaf dan hanya mengetahui sedikit tentangku. Tetapi kau harus belajar seusatu…,” katanya.

Aku hanya terdiam mendengar perkataan Kyai Husain yang lembut, menyejukkan hatiku.
“Kini pulanglah…” kata Kyai Husain.

Aku baru saja akan segera beranjak untuk pamit dan mencium tangannya, tetapi Kiai Husain melanjutkan kalimatnya, “Pulanglah dengan kembali berjalan kaki dan menempuh jalan yang sama dengan saat kau menuju pondokku tadi…”

Aku terkejut mendengarkan permintaan kyai Husain kali ini, apalagi mendengarkan “syarat” berikutnya: “Di sepanjang jalan kepulanganmu, pungutlah kembali bulu-bulu kemoceng yang tadi kaucabuti satu per satu. Esok hari, laporkan kepadaku berapa banyak bulu yang bisa kau kumpulkan.”
Aku terdiam. Aku tak mungkin menolak permintaan Kyai Husain.
“Kau akan mempelajari sesuatu dari semua ini,” tutup Kyai Husain.

***

Sepanjang perjalanan pulang, aku berusaha menemukan bulu-bulu kemoceng yang tadi kulepaskan di sepanjang jalan. Hari yang terik. Perjalanan yang melelahkan. Betapa sulit menemukan bulu-bulu itu. Mereka tentu saja telah tertiup angin, atau menempel di sebuah kendaraan yang sedang menuju kota yang jauh, atau tersapu ke mana saja ke tempat yang kini tak mungkin aku ketahui.

Tapi aku harus menemukan mereka! Aku harus terus mencari ke setiap sudut jalanan, ke gang-gang sempit, ke mana saja!

Aku terus berjalan.

Setelah berjam-jam, aku berdiri di depan rumahku dengan pakaian yang dibasahi keringat. Nafasku berat. Tenggorokanku kering. Di tanganku, kugenggam lima helai bulu kemoceng yang berhasil kutemukan di sepanjang perjalanan.

Hari sudah menjelang petang. Dari ratusan yang kucabuti dan kujatuhkan dalam perjalanan pergi, hanya lima helai yang berhasil kutemukan dan kupungut lagi di perjalanan pulang. Ya, hanya lima helai. Lima helai.

***

Hari berikutnya aku menemui Kyai Husain dengan wajah yang murung. Aku menyerahkan lima helai bulu kemoceng itu pada Kyai Husain. “Ini, Kyai, hanya ini yang berhasil saya temukan.” Aku membuka genggaman tanganku dan menyodorkannya pada Kyai Husain.

Kyai Husain terkekeh. “Kini kau telah belajar sesuatu,”katanya.

Aku mengernyitkan dahiku. “Apa yang telah aku pelajari, Kyai?” Aku benar-benar tak mengerti.
“Tentang fitnah-fitnah itu,” jawab kyai Husain.

Tiba-tiba aku tersentak. Dadaku berdebar. Kepalaku mulai berkeringat.

“Bulu-bulu yang kaucabuti dan kaujatuhkan sepanjang perjalanan adalah fitnah-fitnah yang kausebarkan. Meskipun kau benar-benar menyesali perbuatanmu dan berusaha memperbaikinya, fitnah-fitnah itu telah menjadi bulu-bulu yang beterbangan entah kemana. Bulu-bulu itu adalah kata-katamu. Mereka dibawa angin waktu ke mana saja, ke berbagai tempat yang tak mungkin bisa kau duga-duga, ke berbagai wilayah yang tak mungkin bisa kauhitung!”

Tiba-tiba aku menggigil mendengarkan kata-kata Kiai Husain. Seolah-olah ada tabrakan pesawat yang paling dahsyat di dalam kepalaku. Seolah-olah ada hujan mata pisau yang menghujam jantungku. Aku ingin menangis sekeras-kerasnya. Aku ingin mencabut lidahku sendiri.

“Bayangkan salah satu dari fitnah-fitnah itu suatu saat kembali pada dirimu sendiri… Barangkali kau akan berusaha meluruskannya, karena kau benar-benar merasa bersalah telah menyakiti orang lain dengan kata-katamu itu. Barangkali kau tak tak ingin mendengarnya lagi. Tetapi kau tak bisa menghentikan semua itu! Kata-katamu yang telah terlanjur tersebar dan terus disebarkan di luar kendalimu, tak bisa kau bungkus lagi dalam sebuah kotak besi untuk kau kubur dalam-dalam sehingga tak ada orang lain lagi yang mendengarnya. Angin waktu telah mengabadikannya.”

“Fitnah-fitnah itu telah menjadi dosa yang terus beranak-pinak tak ada ujungnya. Agama menyebutnya sebagai dosa jariyah. Dosa yang terus berjalan diluar kendali pelaku pertamanya. Maka tentang fitnah-fitnah itu, meskipun aku atau siapapun saja yang kau fitnah telah memaafkanmu sepenuh hati, fitnah-fitnah itu terus mengalir hingga kau tak bisa membayangkan ujung dari semuanya. Bahkan meskipun kau telah meninggal dunia, fitnah-fitnah itu terus hidup karena angin waktu telah membuatnya abadi. Maka kau tak bisa menghitung lagi berapa banyak fitnah-fitnah itu telah memberatkan timbangan keburukanmu kelak.”

Tangisku benar-benar pecah. Aku tersungkur di lantai.

“Astagfirulloh hal-adzhim… Astagfirullohal-adzhim… 

Astagfirulloh hal-adzhim…” 

Aku hanya bisa terus mengulangi istighfar. Dadaku gemuruh. Air mata menderas dari kedua ujung mataku.
“Ajari saya apa saja untuk membunuh fitnah-fitnah itu, Kyai. Ajari saya! Ajari saya! Astagfirulloohal-adzhim…” Aku terus menangis menyesali apa yang telah aku perbuat.

Kyai Husain tertunduk. Beliau tampak meneteskan air matanya.“ Aku telah memaafkanmu setulus hatiku, Nak,” katanya, “Kini, aku hanya bisa mendoakanmu agar Allah mengampunimu, mengampuni kita semua. Kita harus percaya bahwa Allah, dengan kasih sayangnya, adalah zat yang maha terus menerus menerima taubat manusia… Innallooha tawwaabur-rahiim...”

Aku disambar halilintar jutaan megawatt yang mengguncangkan batinku! Aku ingin mengucapkan sejuta atau semiliar istighfar untuk semua yang sudah kulakukan! Aku ingin membacakan doa-doa apa saja untuk menghentikan fitnah-fitnah itu!


“Kini kau telah belajar sesuatu,” kata Kyai Husain, setengah berbisik. Pipinya masih basah oleh air mata, “Fitnah-fitnah itu bukan hanya tentang dirimu dan seseorang yang kau sakiti. Ia lebih luas lagi. Demikianlah, anakku, fitnah itu lebih kejam dari pembunuhan...”

dari group WA.

Back To Islam (Solusi Bermacam Kasus Yang Terjadi)

Edisi curhat...
Oleh: Dr.Syafiq Riza Basalamah.MA

Akhi ukhti...
ุงู„ุณَّู„ุงَู…ُ ุนَู„َูŠْูƒُู…ْ ูˆَุฑَุญْู…َุฉُ ุงู„ู„ู‡ِ ูˆَุจَุฑَูƒَุงุชُู‡ُ

Sejak beberapa pekan belakangan ini media diributkan dengan berbagai peristiwa memilukan
Pemerkosaan anak dibawah umur sampai berujung pembunuhan.

Belasan Anak-anak SD yang mabuk dengan lem fox dan ditemukan alat kontrasepsi di tas mereka
Lebih parah lagi 5 anak SMP(14 tahun) dan 3 anak SD( 12 tahun dan 9 tahun) yang memerkosa secara rame-rame anak umur 13  di surabaya ?

Apalagi!!!

Semua ini adalah  fenomena  gunung es, hari hari akan menyingkap yang lebih dahsyat dan menakutkan
Siapa yang harus disalahkan?

kalau ternyata semua itu adalah disebabkan kita semua, ditambah lagi pendidikan yang mengarah kesana tanpa disadari atau memang ada tangan tangan jahil yang menginginkannya?

Aku mau curhat ni...
Hari ini, tgl 6 sya'ban ketika sedang mengajari anak yang duduk di  kelas 3 SD, mata pelajaran bahasa Inggris.

Dan ada sesuatu yang membuat perutku mulas dan emosiku membara serta jantungku berdetak keras...
Ternyata anak SD kelas 3 telah diajari kemaksiatan yang kelak dapat  berujung kepada pemerkosaan
Di unit  9

Dengan judul Ms Lia is Beautiful

Ada gambar 2 anak laki SD dengan seragam putih merah, celana pendek yang tentunya adalah gambaran untuk bocah kelas 3 SD 

Dua anak itu sedang berbincang kemudiAn lewatlah seorang cewek dengan setelan pakaian  warna abu abu  dengan span pendek Selutut layaknya seorang guru atau pegawai negeri, membawa lembaran putih di tangannya.

Lihathah obrolan dua bocah SD itu tentang cewek yang lagi lewat
Look! The woman is Beautiful , Who is She?
Bocah yang satunya menjawab, "She is Ms lia, She is tall too.
Mungkin kau akan berpikir kalau aku berlebihan...
Cobalah kau renungkan, apa tujuan anak kelas 3 SD diajarin hal ini?
What for?
Kalau buku- buku sekolah saja mengajarkan hal seperti ini, bagaimana dengan yang lainnya?
Iklan iklan di pinggir jalan yang mengumbar aurat dan membakar birahi
Majalah majalah setengah porno yang dijual bebas...
Gambar- gambar di koran setengah bugil
Artis artis dan penyanyi penyanyi yang senantiasa tampil seksi tidak karuan
Sinetron-sinetron yang mengajarkan pacaran dan berduaan dengan lawan jenis
Warnet warnet yang bebas dimasuki anak-anak
Game game anak dengan lakon lakon setengah telanjang
Pramugari, pramusaji, SPG, para pelayan mall yang semuanya mengumbar aurat
Pergaulan bebas di sekolahan...
Di jalan di pasar di kantor pemandangan yang mengundang birahi dipertontonkan
Sangsi terhadap pelaku kriminal yang tidak membuat jera

Setelah semua faktor perusak di atas yang dibuat dan diresmikan, apakah pantas kita marah lalu mengutuk apabila terjadi pemerkosaan?
Akhirnya kita sendiri yang pantas dikutuk,
seperti seorang ayah yang melemparkan anaknya ke kolam lalu dia berpesan,
" Ananda, berhati hatilah jangan sampai  dirimu basah"

AKHI ukhti...
Tidak adalah solusi yang dapat menyelamatkan manusia dari berbagai permasalahan,dari segala ketakutan dan kecemasan, dari segala kepedihan dan kesengsaraan  kecuali satu....
Kembali kepada ajaran islam, yang Allah turunkan untuk umat manusia
Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam, bukan islam abah-abalan
Dan ketahuilah mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim
Dan pelaku pelaku pemerkosaan juga mayoritasnya adalah muslim, atau mungkin semuanya muslim
Kenapa itu terjadi?
Mana islam mereka?
Mereka hanya mendapatkan pendidikan islam yang minim sekali
Mereka tidak mendapatkan hak yang cukup untuk belajar islam...
Islam adalah agama yang menebarkan ketentraman dan kedamaian
Menjaminkan kesejAhteraan bagi seluruh umat manusia
Dalam permasalahan pemerkosaan dan pencabulan islam telah memberikan solusi sejak 15 abad yang lalu, solusi yang paten dan terbukti...

Islam tidak hanya melarang perzinaan namun islam melarang manusia mendekati perzinaan
Mulai dari perintah menutup aurat
Perintah Menundukkan pandangan
Memisahkan anak- anak tidur di ranjang setelah umur 10 tahun
Memerintahkan agar anak-anak tidak masuk ke kamar ortunya kecuali dengan izin khususnya di waktu- waktu orang tua melepaskan pakaiannya
Larangan berduaan dengan yang bukan mahrom nya
Perintah untuk segera menikah
Larang Safar tanpa mahrom
Larangan duduk di pinggir jalan kecuali memang terpaksa dan memberikan hak jalan
Larangan menyentuh wanita yang bukan mahromnya
Larangan berucap yang lemah lembut(menggoda) bagi wanita
Dan lainnya

Semua itu bukanlah untuk mengekang manusia atau mengeruhkan kehidupannya
Namun demi memberikan kesejahteraan bagi umat manusia, anak-anak dan orang tua serta negara
Agar tidak terjadi perzinaan apalagi pemerkosaan

Bila kita meninggalkan aturan sang pencipta....
Maka azab Allah yang akan turun

Orang tua akan ditimpa ketakutan dengan anak anaknya
Pemerintah akan kelelahan memadamkan api yang memang disulut dengan sengaja
Para guru dan pengajar akan disibukkan untuk mengobati luka-luka yang dibikin oleh media
Para ulama dan tokoh agama akan diberi pekerjaan untuk membersihkan sampah-sampah yang dengan sengaja ditebarkan
Para kalapas akan kebingungan dengan penuhnya penjara dengan pelaku-pelaku kriminal
DPR akan dibebani untuk memikirkan sangsi yang tepat untuk pelaku pemerkosaan di bawah umur yang para pelaku sejatinya memang didukung oleh lingkungan, pendidikan dan media serta sarana lainnya
Komisi perlindungan anak akan berteriak-teriak meminta keadilan
Psikiater geram sampai terkena stroke karena kasihan dengan para korban
Lalu sampai kapan kita akan begini?
Bagaimana kelak masa depan anak-anak kita

There in Only One way....

BACK TO ISLAM

Ramadhan hampir tiba
Ini  adalah momentum berharga bagi umat islam Indonesia
Untuk kembali mengkaji apa itu islam
Islam yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan dipahami oleh para sahabatnya, islam yang pernah menaklukkan Persia dan Romawi menebar keadilan di bumi   penuh kedhaliman pada waktu itu
Berusahalah untuk Mengkhususkan waktu untuk membuka lembaran lembaran Alquran
Dan mengamalkan dalam diri, keluarga dan kehidupan
Kita hanya sementara di sini
Semua kesenangan dan kesedihan juga hanya sementara
Ada dua tempat abadi
Surga atau neraka
Dan hanya ada satu jalan menuju surga
ISLAM

Ketika Hati Tidak Tersentuh Oleh Ayat-Ayat Al Quran

asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin rahimahullah,

“Apabila engakau melihat pada dirimu, bahwa setiap kali engkau membaca al-Qur’an   bertambah pula imanmu, maka itu salah satu tanda taufiq (dari Allah). Namun apabila engkau membaca namun tidak berpengaruh pada dirimu, maka kamu harus segera mengobati dirimu. Aku tidak mengatakan pergilah kamu ke Rumah Sakit, untuk mendapatkan satu dosis obat, cairan, atau lainnya. Namun engkau harus terus menerus MENGOBATI HATI. Karena hati yang tidak bisa mengambil manfaat dan nasehat dari al-Qur’an, maka itu adalah HATI YANG KERAS DAN SAKIT. Kita memohon kepada Allah perlindungan.”

✒️Syarh Riyadhush Shalihin 1/545
ู‚ุงู„ ุงู„ุดูŠุฎ ุงุจู† ุนุซูŠู…ูŠู† ุฑุญู…ู‡ ุงู„ู„ู‡ :
« ุฅุฐุง ุฑุฃูŠุช ู…ู† ู†ูุณูƒ ุฃู†ูƒ ูƒู„ู…ุง ุชَู„َูˆْุชَ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุฅุฒุฏุฏุช ุฅูŠู…ุงู†ุงً، ูุฅู† ู‡ุฐุง ู…ู† ุนู„ุงู…ุงุช ุงู„ุชูˆููŠู‚ .
ุฃู…ุง ุฅุฐุง ูƒู†ุช ุชู‚ุฑุฃ ุงู„ู‚ุฑุขู† ูˆู„ุง ุชุชุฃุซّุฑ ุจู‡ ، ูุนู„ูŠูƒ ุจู…ุฏุงูˆุงุฉ ู†ูุณูƒ ، ู„ุง ุฃู‚ูˆู„ ุฃู† ุชุฐู‡ุจ ุฅู„ู‰ ุงู„ู…ุณุชุดูู‰ ، ู„ุชุฃุฎุฐ ุฌุฑุนุฉ ู…ู† ุญุจูˆุจ ุฃูˆ ู…ูŠุงู‡ ุฃูˆ ุบูŠุฑู‡ุง، ูˆู„ูƒู† ุนู„ูŠูƒ ุจู…ุฏุงูˆุงุฉ ุงู„ู‚ู„ุจ ، ูุฅู† ุงู„ู‚ู„ุจ ุฅุฐุง ู„ู… ูŠู†ุชูุน ุจุงู„ู‚ุฑุขู† ูˆู„ู… ูŠุชّุนุธ ุจู‡ ، ูุฅู†ู‡ ู‚ู„ุจ ู‚ุงุณٍ ู…ุฑูŠุถ، ู†ุณุฃู„ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ุนุงููŠุฉ ».
ุดุฑุญ ุฑูŠุงุถ ุงู„ุตุงู„ุญูŠู†: [ูฅูคูฅ/ูก].

๐Ÿ“ŒCeloteh Muslim๐Ÿ“Œ
JOIN CHANNEL TELEGRAM: celotehmuslim

Bekal Hidup Kita

Di antara cinta dan ambisi
Ada ajal yang menanti
Di antara syahwat yang berujung maksiat
Ada jasad yang sekarat
Di antara anggunnya pakaian tubuh
Ada kafan yang lusuh
Di antara canda yang menggembirakan
Ada penyesalan
Dan
Di antara indah kemilau dunia
Ada surga yang maha mempesona
Yang dekat itu mati

YANG DEKAT ITU MATI...
Sungguh, kematian itu begitu dekat.

KAPAN AJAL MENGHAMPIRI..?
Tiada yg pernah tahu kapan ajal akan menghampiri kita, karena ajal datang
bukan berdasarkan nomor urut, bukan pula berdasarkan lamanya seseorang hidup di dunia, karena ajal bukan mendatangi orang tua, orang sakit dan lain sebagainya , tetapi ajal akan selalu mendatangi siapa saja yg sudah habis jatahnya untuk hidup di dunia.

TIDAK PERNAH TAKUT MATI..
Orang-orang yg memiliki “bekal” yang cukup tidak pernah takut mati, karena mereka yakin hanya lewat kematianlah mereka akan berjumpa dengan kekasihnya. Akan berjumpa dengan Allah swt dan Rasul-Nya.

SUDAH CUKUPKAH BEKAL KITA..?
Sayangnya “bekal” yang kita miliki jauh dari kata cukup.
Luqman al Hakim r.hum berkata kepada anaknya :
“Wahai anakku, sesungguhnya manusia itu terbagi menjadi tiga bagian, yaitu
1. sepertiga untuk Allah,
2. sepertiga untuk dirinya, dan
3. sepertiga lagi untuk ulat.

Bagian untuk Allah adalah Ruhnya,
bagian untuk dirinya adalah Amalnya,
bagian untuk ulat adalah Tubuhnya.”

TANYAKAN PADA DIRI KITA
Sekarang tanyakan pada diri kita masing-masing, bagian manakah yang kiranya hari demi hari mendapatkan porsi paling besar dari kita ?!
Apa bagian untuk Allah swt , atau bagian untuk ulat???

“ Ya Allah Ya Rabb, panjang angan-angan telah memperdayakanku,
cinta dunia menghancurkanku, syetan menyesatkanku,
nafsu menyuruhku berbuat keburukan, ia menghalangiku dari yg hak, teman yang buruk mendorong berbuat maksiat.
Wahai Tuhanku, tolonglah aku, wahai Dzat Yang Maha Penolong.
Jika Engkau tidak menyayangiku, maka siapakah yang dapat menyayangiku selain Engkau.”
“Ya Allah Ya Rabb, malam tidak terasa indah kecuali dengan bermunajat kepada-Mu, siang tidak terasa indah kecuali dengan mentaati-Mu, dunia tidak terasa indah kecuali dengan menyebut nama-Mu, akhirat tidak terasa indah kecuali dengan ampunan-Mu, dan surga tidak terasa indah kecuali dengan memandang wajah-Mu.”
Sahabats...
Semoga Allah SWT mengampuni dosa2 kita, memberi rahmat kasih sayangNya serta memberi petunjuk kepada agar selalu berada di jalan yang lurus sampai ajal menjemput kita..

Aamiin ya Robbal alamiin..

dari group WA.

Tolong Bawa Aku Ke Surga

Mengunjungi seorang teman yang sedang kritis sakitnya, dia menggenggam erat tangan saya, lalu menarik ke mukanya, dan membisikkan sesuatu..

Dalam airmata berlinang dan ucapan yg terbata2 dia berkata," jika kamu tidak melihat aku di syurga, tlg tanya pada Allah di mana aku, tolonglah aku ketika itu..."

Dia langsung terisak menangis, lalu saya memeluknya dan meletakkan muka saya di bahunya. Sayapun berbisik," Insya Allah... aku juga mohon kepadamu jika aku juga tidak terlihat di syurga..." tlg cari saya.
Kami pun menangis bersama, entah berapa lama...

Ketika saya meninggalkan Rumah Sakit, saya terkenang akan pesan beliau...

Sebenarnya pesan itu pernah di sampaikan oleh seorang ulama besar, Ibnu Jauzi, yg berkata kpd sahabatnya sambil menangis :
" Jika kamu tidak menemui aku di syurga bersama kamu, maka tolonglah tanya kepada Allah tentang aku ; Wahai Rabb kami, sahabat km sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang Engkau, maka masukkanlah dia bersama kami di syurga."

Ibnu Jauzi berpesan begini bersandar kepada sebuah hadits :
"Apabila penghuni syurga telah masuk ke dalam syurga lalu mereka tidak menemukan sahabat-sahabat mereka yg selalu bersama mereka dahulu di dunia, maka mereka pun bertanya kepada Allah ; Ya Rabb! kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di dunia sholat bersama kami, berpuasa bersama kami dan berjuang bersama kami..."

Maka Allah berfirman, " Pergilah ke neraka, lalu keluarkanlah sahabat-sahabatmu yang di hatinya ada iman, walau hanya sebesar zarrah".
(Ibnu Mubarak dlm kitab Az Zuhd)

Maka wahai sahabat2ku,
Di dalam bersahabat, pilih lah mereka yg boleh membantu kita ...bukan ikatan di dunia, tetapi hingga akhirat..
Carilah sahabat2 yg senantiasa berbuat amal sholeh, yg sholat berjamaah, berpuasa dan sentiasa berpesan agar meningkatkan keimanan, serta berjuang untuk menegakkan agama Islam.
Carilah teman yg mengajak ke majelis ilmu, mengajak berbuat kebaikan, bersama untuk kerja kebajikan, serta selalu berpesan dgn kebenaran.

Teman yg dicari karena urusan niaga, pekerjaan, teman nonton bola, teman memancing, teman bershopping, teman fb utk bercerita hal politik, teman whatsapp utk menceritakan hal dunia, akan berpisah pada garis mati dan masing2 hanya akan membawa diri sendiri.

Tetapi teman yg bertakwa, akan mencari kita untuk bersama ke syurga....
Ingatlah,  apakah ada teman yg seperti ini dalam kehidupan kita, atau yg ada mungkin lebih buruk dari kita...
Yuuuk...berubah sekarang, kurangi waktu dgn teman yg hanya condong pada dunia, carilah teman yg membawa kita bersama ke syurga, karena kita bisa mengharapkan pahala ibadah kita utk masuk syurganya Allah..

Perbanyaklah usaha, moga satu dari usaha kita berkah  dan membawa kita ke pintu syurga....

Al-Hasan Al-Bashri berkata :
" Perbanyakkanlah sahabat-sahabat mukminmu, karena mereka memiliki syafa'at pada hari kiamat”.
Pejamkan mata, berfikirlah,.. siapa agaknya diantara sahabat2 kita yg akan mencari dan mengajak kita bersama2 ke syurga..

Jika tidak, mulailah hari ini mencari teman ke syurga sebagai suatu misi peribadi.

Sahabat... tolong tanyakan Allah jika saya tdk bersamamu di syurga-Nya...

dari group WA.

Air Di Gelas & Telaga

Pada suatu waktu ada seorang pemuda yang datang ke seorang kakek tua yang bijak. Dengan wajah yang terlihat muram, berjalan tergontai, terlihat sepertinya si pemuda sedang mempunyai banyak masalah. Setelah mengetuk pintu dan masuk akhirnya pemuda bertemu dengan kakek tua lantas pemuda itu berkata banyak hal tentang kesulitan-kesulitan hidup yang ia alami. Mendengar perkataan pemuda si kakek bijak bertolak dari tempatnya menuju ke dapur dan memberinya satu gelas air dan terlihat di tangan kirinya membawa segenggam garam.

Kakek tua menyuruh si pemuda untuk mencampurkan segenggam garam ke dalam gelas yang berisi air. Lantas si pemuda mengikuti perintahnya dan dimasukanlah segenggam garam itu kedalam segelas air. "Saya sudah memasukan garam ini kek, lantas mau di apakan?" si pemuda dengan rasa penasaran bertanya. "Minumlah!" si kakek menjawab dengan simpelnya. Kemudian pemuda itu meminum segelas air yang berisi campuran garam itu. "Ahhh pahit sekali kek" pemuda berkata sambil meludah ke belakang. Kakek bijak itu tersenyum.

Kemudian di ajaklah pemuda ke belakang rumah yang terdapat hamparan telaga yang sangat luas dan airnya yang begitu bening di iringi suara gemercik airnya yang berasal dari pancoran air yang dibuat oleh si kakek. Sambil membawa segenggam garam kemudian beliau menyuruh kembali pemuda itu untuk mencampurkan garam itu kedalam air telaga kemudian mengaduknya. "Sudah saya campurkan garamnya kek lantas mau di apakan?" si pemuda berkata. "Minumlah wahai anak muda" si kakek menjawab. "Subhanallah airnya segar sekali kek sungguh tidak ada rasa asin apalagi pahit seperti tadi saya minum di rumah kakek" pemuda itu menjawab.

Sambil menepuk punggungnya si kakek bijak itu berkata, "wahai pemuda pahitnya kehidupan itu tidak berbeda dengan segenggam garam tidak lebih dan tidak kurang. Yang menentukan pahit dan tidak itu adalah wadahnya. Kepahitan itu akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakan segalanya. Itu semua bergantung kepada hatimu. Jika suatu kegagalan atau kesulitan hidup datang menghampiri hidupmu maka jalan satu-satunya adalah kamu harus melapangkan dadamu menerima segalanya dan luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan hidup".
Pak tua itu kembali berkata, "Hatimu adalah wadahnya, perasaan adalah tempat itu dan kalbumu adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi jangan jadikan hatimu seperti gelas tadi tapi jadikanlah hatimu laksana telaga yang akan meredam semua kepahitan hidup dan mengubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan".


Setelah itu, pemuda itu mengerti akan semua kepahitan hidup yang di alaminya. Dia merasa kurang melapangkan dadanya untuk menerima semua kejadian dan tidak meluaskan hatinya untuk menampung segala kepahitan hidup. Pemuda itu berterima kasih kepada kakek bijak dan hari itu si pemuda mendapatkan sebuah pelajaran hidup yang luar biasa dari kakek tua. Keduanya lantas kembali ke rumah si kakek tua dan pemuda itu pergi.

Allah Senantiasa Ada Untuk Kita

Oleh : Rochmah Yulika

Jangan pernah lewatkan untuk berdoa.
Lantaran Allah sangat senang kepada hamba-hamba yang mau meminta.

Kala sakit mendera.
Kala gundah dirasa.
Kala hati merana.

Begitu pula...
Kala hati bahagia.
Kala rizki diterima.
Kala asa menjelma.

Allah senantiasa ada untuk kita.
Allah beri jalan kemudahan bagi yang mengalami kesulitan.
Allah beri kelapangan bagi siapa saja yang merasakan kesempitan.
Tak ada yang tak mungkin bagi Allah untuk kabulkan segala permintaan. 

Selama diri kita tetap menjaga keimanan.
Selama diri kita berada dalam ketaqwaan.

"Berdoalah kamu kepada Ku niscaya akan kuperkenankan bagimu."(QS. Al Mu'min:60)

Dzikir senantiasa mengalir di bibir orang-orang yang mau berpikir.
Doa selalu ada dalam jiwa-jiwa perindu surga.
Duduklah berlama-lama di atas sajadah. 

Mintalah rizki yang berkah lagi melimpah.
Agar melancarkan langkah di jalan dakwah.
Hidup pun terasa bahagia lantaran meruahnya berkah.

Semua lillah, billah wa fi sabilillah.


AIHQ PSDM ODOJ
AIHQ/136/16/05/2016
oaseodoj@gmail.com

Jadilah SInga, Bukan Kijang

Ustadz Aan Chandra Thalib

Syaikh Abu Ishaq Al-Huwainy -hafidzahullah- pernah mengajukan sebuah pertanyaan, “Mengapa singa selalu bisa memburu kijang, padahal kijang lebih cepat larinya ketimbang singa..?” Beliau kemudian memberi jawaban: “Karena kijang banyak menoleh, hal itu membuatnya lambat berlari, sehingga memberi peluang bagi singa untuk menerkamnya. Sementara singa, dia tahu apa yang menjadi tujuannya, tak sedikitpun ia berpaling dari tujuannya itu.

Hikmahnya adalah, ketika engkau sedang dalam perjalanan menuju Allah, jangan terlalu banyak menoleh…

Jangan sibukkan diri dengan dunia yang menggiurkan, jadikan Allah sebagai tujuan hidupmu.

Jadilah singa, bukan kijang.

Bagai Musafir

 Ust. Fahrudin Majid, Lc

Seorang musafir yang ingin pulang ke rumahnya tidak boleh terlena dalam perjalanannya. Jika ia singgah di bawah pohon yang rindang dengan mata air jernih di bawahnya ia tidak boleh terlena dan lupa, sebab ia belum sampai rumahnya. Dia harus menyadari sesungguhnya bahwa di bawah pohon rindang itu ia hanya singgah sejenak saja guna mempersiapkan perjalanan pulang yang masih jauh jaraknya untuk di tempuh.
Mari perhatikan dengan seksama sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam:

(( ู…َุง ู„ِูŠ ูˆَู„ِู„ุฏُّู†ْูŠَุง، ู…َุง ุฃَู†َุง ูِูŠ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ุฅِู„َّุง ูƒَุฑَุงูƒِุจٍ ุงุณْุชَุธَู„َّ ุชَุญْุชَ ุดَุฌَุฑَุฉٍ ุซُู…َّ ุฑَุงุญَ ูˆَุชَุฑَูƒَู‡َุง ))

Apa peduliku dengan dunia. Aku di dunia ini tidak lain hanyalah seperti seorang musafir yang berteduh di bawah sebuah pohon kemudian ia pergi dan meninggalkannya.
(HR. At-Tirmidzi no. 2377)

Ini adalah amsal (perumpamaan) tentang kehidupan dunia. Pohon rindang itu adalah dunia. Rentang waktu berteduh di bawah pohon itu adalah masa kita hidup di dunia. Sangat singkat. Jangan terlena di bawah pohon itu, sebab perjalanan pulang masih terlalu jauh untuk ditempuh.

Betapa pun teduh dan indahnya dunia ini, jangan kita terlena. Jika kita tetap terlena di bawah rindang pohon itu kita akan lupa mempersiapkan bekal untuk pulang. Allah berfirman:

 ูˆَุชَุฒَูˆَّุฏُูˆุง ูَุฅِู†َّ ุฎَูŠْุฑَ ุงู„ุฒَّุงุฏِ ุงู„ุชَّู‚ْูˆَู‰ٰ ูˆَุงุชَّู‚ُูˆู†ِ ูŠَุง ุฃُูˆู„ِูŠ ุงู„ْุฃَู„ْุจَุงุจِ 

Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.
(QS. Al-Baqarah [2]: 197)



Sabar Lebih Mudah Daripada Marah

 Ketika menghadapi masalah yang menyulut kemarahan, pilihan bagi kita hanya dua : Memilih bersabar atau marah dengan benar.

Sabar itu memang susah, tapi marah yang dibenarkan itu ternyata jauh lebih susah.

Jika ingin marah yang benar, marahlah pada orang yang tepat, waktu yang tepat, tempat yang tepat, kadar yang tepat dan tujuan yang tepat. Salah satu saja meleset, kita telah memilih pilihan yang salah.


Ternyata ; Bersabar itu tetap lebih baik, lebih mudah dan lebih selamat.

dari group WA.

Kurikulum Pendidikan Anak 7 - 9 Tahun

DASAR
Surah At Tahrim:6 [menjaga diri dan keluarga dari api neraka]
At Tahrim:7 [Orang-orang kafir yang biasa tdk menjadikan akhirat sebagai orientasi dalam pendidikan keluarganya]
At Tahrim:8 [ Seorang muslim harus melakukan taubatannasuhah]
Sehingga apabila orangtua melakukan kesalahan dalam pengasuhan HARUS DITAUBATI, karena kesalahan dalam pendidikan anak merupakan DOSA BESAR bersebab kesalahan kita itu akan menyengsarakan anak kita bukan hanya di dunia tapi juga di akhirat.

๐ŸปAl Fath:29 : dalam ayat ini terdapat pelajaran penting bahwa Injil dan Taurat diturunkan Agar Umat Nabi Musa dan Nabi Isa belajar dari Rasulullah dan para sahabat.
MAKA jika unat terdahulu saja diminta belajar pada generasi sahabat maka kita umat Muhammad LEBIH BERHAK BELAJAR pada para Sahabat Rasulullah SAW.

Tahapan pembuatan kurikulum anak dibagi dalam Usia Anak Per 3 tahun, dan dilihat dalam 3 hal :
1. Karakter dan kebutuhan pokok
2. Hal-hal yang membahayakan
3. Nilai-nilai yang harus ditanamkan

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰

KURIKULUM ANAK USIA 4-6 TAHUN
1. Kebutuhan Pokol
๐ŸปDialog dan gerak
2. Hal yang Membahayakan
kemapuan anak dalam meniru segala hal yang dilihat dan didengar
3. Nilai-nilai Penting Yang Harus Ditanamkan
๐ŸปCinta Al-Qur'an SEBELUM menghafal
Membuat Anak Cinta Al-Qur'an
Ceritakan bagaimana Rasulullah,Sahabat, dan Salafussalih berinteraksi,hidup dan bersemangat dengan AlQur'an.
Ceritakan bagaimana Allah memuliakan para ahli Al-Qur'an
Ceritakan para pemuda di zaman Nabi yang berinteraksi dan dimuliakan dengan AlQur'an
Ceritakan kisah para penghafal Qur'an di zaman ini.
Selalu kaitkan apa saja yang mereka tanyakan dengan AlQur'an.
๐ŸปGenerasi sabahat didik dengan AlQur'an (setiap ada masalah,Allah turunkan ayat),setiap terjadi masalah solusinya menunggu wahyu turun dari Allah→sehingga para Sahabat mengalami KETERGANTUNGAN dengan AlQuran.
๐Ÿป sehingga nantinya karakter anak terbentuk dari AlQur'an

〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
KURIKULUM ANAK USIA 7-9 TAHUN
Fitrahnya anak diusia ini sudah mulai membangun kemandirian kepercayaan dirinya.
Diantaranya:
-mereka mampu melaksanakan tanggung jawab yang diberikan dengan baik→ dengan catatan tugas yang diberikan menggunakan perintah yang spesifik/jelas.
-Memperhatikan urusan rumah tangga
-Ingin bergabung di kelompok-lelompok pertemanan
-Terampil baca dan tulis
-Tumbuh keinginan sosialisasi,memahami pertemanan untuk apa(butuh pertemanan)
-Mengenali dirinya&memilih teman sesuai dengan seleranya/dirinya
-Tumbuh kemampuan beragumentasi
-Sudah muncul nilai-nilai religius yang sesuai dengan dirinya(memiliki DAHAGA SPIRITUAL)
-๐ŸปDAHAGA SPIRITUAL,karena inilah kenapa diusia ini anak sudah mulai diperintahkan untuk melakukan semua ibadah bukan hanya sholat
- Tugas orang tua MENJAGA&MEMUPUK๐Ÿ‘‰๐ŸปKerena ditiap usianya sudah DISETTING OLEH ALLAH.
-PENUHI DAHAGA RELIGI anak diusia 7-9tahun.

❤PENJABARAN KURIKULUM USIA 7-9TAHUN❤

KEBUTUHAN POKOK DI USIA 7-9TAHUN๐Ÿ”ต

๐ŸปKebutuhan religi anak, penuhi FITRAH RELIGINYA [ciptakan kondisi yang mendukung fitrah religi anak].
Diusia ini Rasulullah menyuruh kita memerintahkan anak untuk shalat. Selain itu hal-hal lain yang perlu dilakukan antara lain:

1.  Arahkan anak pada ibadah-ibadah lain selain sholat.
-Karena anak diusia 7 tahun mulai muncul kemapuan MENGAMATI DAN MERENUNGI → inilah kenapa anak diperintahkan sholat, karena sholat butuh perenungan.
Jauhkan anak dari Gadget karena merusak kecerdasan mengamati dan merenung pada anak
- Untuk mengasah ajak anak melakukan TADABBUR ALAM (IQRA')
Contoh : perenungan dengan melihat pohon jati,anak diajak melihat daun pohon jati yang beguguran saat musim kemarau, pelaharan yang bisa dikaitkan "pohon jati banyak puasa di musim kemarau maka dia menjadi pohon yang lebih berkualitas dari pohon-pohon yang lain", karena lingkaran kambium terbentuk pada saat dia melakan proses pengguguran daun itu. Kemudian dikaitkan dengan ajakan puasa ke anak.
-
KOKOHKAN IMAN ANAK [RUHIYAH &SPIRITUAL]
→Dengan membacakan siroh,diqih thoharah,dll.
Maka SEBELUM USIA BALIGH SELESAIKAN FIQIHNYA
→minimal fiqih thoharoh
→urutan pelajaran fiqih yang harus diajarkan ke anak:
1.fiqih thoharoh
2.fiqih sholat
3.fiqih puasa

FASE PENYIAPAN MASA BALIGH
❣Sering-sering ajak anak ke masjid agar bertemu orang-orang shalih
❣Kurangu pembicaraan tentang neraka, buat anak CINTA pada Allah BUKAN TAKUT kepada Allah
[KOKOHKAN CINTA KEPADA ALLAH TERLEBIH DAHULU SEBELUM RASA TAKUT]

2.  KAIDAH MEMUJI, 
-Jangan bahil dalam memuji, BANYAK MEMUJI ANAK 
-๐Ÿป karena anak belum mukallaf
-Berikan pujian sekecil apapun prestasi atau keberhasilannya.
-Beri reward saat berprestasi

3.  Berikan KESAN yang BAIK pada anak IBADAH
-๐Ÿป beri kesan yang baik saat mengajak anak beribadah.
Rasulullah memberika anak-anak mainan untuk mengajak mereka berpuasa dengan tujuan untuk melenakan rasa laparnya.

4.  KAIDAH HADIAH (beri hadiah pada anak)
-๐Ÿป sampai kapan??sampai mereka punya AKAR yang KUAT.

5  KAIDAH MENEKAN, tidak boleh diberikan ke anak.
-๐ŸปJANGAN MENEKAN ANAK

6.  KAIDAH KETELADANAN
-Ingin anak baik, maka orang tua harus baik terlebih dahulu
-Bacakan Do'a di depan anak kita dengan suara yang keras,anak senang mendengar doa kita
-Jika menyekolahkan anak jangan hanya melihat fasilitas, LIHAT GURUnya.
Imam Ghazali dalam Ihya' Ulumuddin berkata:
"Guru ibarat ranting dan anak sebagai bayangannya, jika rantingnya bengkok maka bayangannya bengkok, jika rantingnya lurus maka bayangannya akan lurus."

HAL-HAL YANG MEMBAHAYAKAN DI USIA 7-9TAHUN๐Ÿ”ต

1. JANGAN MEMUKUL ANAK diusia ini.
Beri alternatif hukuman yang lain:
-๐ŸปContoh hukuman yang dicontohkan Rasulullah dengan MENCUEKI, saat sahabat bersalah (kisah ka'ab bin malik) yang didiamkan rasulullah selama 40hari.
-๐ŸปMengurangi kesenangan anak, anak dihukum untuk berfikir, contoh membuat kamar atau kursi berfikir(tujuan hukuman ini untuk menjenuhkan pikiran anak)
-๐Ÿปjika 3 cara diatas tidak berhasil maka para ulama membolehkan untuk memukul(tapi harua dipelajari cara memukul yang benar), dengan catatan setelah memukul tunjukkan cinta kita pada anak.
-๐Ÿปcatatan:jangan memukul anak di depan orang yang dicintainya,dihormatinya, tapi pukul saat dia sendiri

2. HINDARI SEMUA MAINAN ELEKTRONIK



NILAI-NILAI YANG DITANAMKAN DIUSIA 7- 9 TAHUN
1.  Sampaikan BIANG-BIANG ILMU pada anak (biang-biang ilmu:rangkuman ilmu2 atau biasa disebut dengan MATAN)

Abu dawud mengatakan bahwa muslim cukup memahami 4 hadist saja maka itu sudah mencakup islam keseluruhan karena setiap hadis merupakan 1/4 ajaran agama islam yang meliputi iman,aqidah,akhlak,dan muamalah. Ada 4 hadist yang semuanya terdapat dalam Hadist Arbain Nawawi:
1. Hadist tentang niat(HA-1)
"Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. Siapa yang hijrahnya karena (ingin mendapatkan keridhaan) Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya kepada (keridhaan) Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang dikehendakinya atau karena wanita yang ingin dinikahinya maka hijrahnya (akan bernilai sebagaimana) yang dia niatkan."(HR.Muslim) 
2. Hadist untuk meninggalkan hal yang tidak bermanfaat(HA-12)
"Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Di antara tanda kebaikan keIslaman seseorang: jika dia meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat baginya.” (HR.Tirmidzi) 
3. Hadist tentang mencintai saudara seperti mencintai diri sendiri(HA-13)
"Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda: Tidak beriman salah seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya sendiri."(HR.Bukhari&Muslim) 
4. Hadist tentang halal haram (HA-6)
"Dari Abu Abdillah Nu’man bin Basyir radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda: Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu jelas. Di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang syubhat (samar-samar) yang tidak diketahui oleh orang banyak. Maka siapa yang takut terhadap syubhat berarti dia telah menyelamatkan agama dan kehormatannya. Dan siapa yang terjerumus dalam perkara syubhat, maka akan terjerumus dalam perkara yang diharamkan. Sebagaimana penggembala yang menggembalakan hewan gembalaannya disekitar (ladang) yang dilarang untuk memasukinya, maka lambat laun dia akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki larangan dan larangan Allah adalah apa yang Dia haramkan. Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati “.(HR. Bukhari&Muslim).


-Lihatlah siapa yang meriwayatkan hadist tentang perkara halal haram tersebut, dialah Nu'man Bin Basyir, yang ketika meriwatkan hadist tersebut berusia sekitar 7/8 tahun. Bagaimana dia menjadi anak dengan kekokohan iman di usianya yang masih belia.
- Lihatlah juga bagaimana sang pemimpin para pemuda syurga HASAN BIN ALI, bagaimana dia dididik terbiasa sunnah2 muakad diusianya yg masih 7tahun(Hasan bin Ali meriwayatkanAmbi Ummu Salman qunut nazilah yang dibaca saat witir).

Allahu a'lam..
〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰〰
 ๐Ÿ€Tulisan ini merupakan resume dari kajian HSMN DEPOK,15 05 2016,diAmbi Ummu Salmana Depok
๐Ÿ€Pemateri : Ust. Herfi Ghulam Faizi,Lc
๐Ÿ€Peresume: Ambi Ummu Salman

Jangan Enggan Menyebarkan Status Kebaikan Kepada orang Lain

Menyebarkan status sendiri, atau copas dari orang lain, sama-sama dapat pahala menunjukkan kebaikan. Karena sebenarnya, mereka semua sama-sama mengambil ilmu dari yang lain.

Yang satu mengambil ilmu dari ulama lain, sedangkan yang ngopas mengambil ilmu dari pembuat status. Dan dua-duanya masuk dalam sabda Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam:
ู…َู†ْ ุฏَู„َّ ุนَู„َู‰ ุฎَูŠْุฑٍ ูَู„َู‡ُ ู…ِุซْู„ُ ุฃَุฌْุฑِ ูَุงุนِู„ِู‡ِ

“Siapa yang menunjukkan kebaikan kepada orang lain, maka baginya pahala seperti orang yang 
melakukannya.” [HR. Muslim: 1893].

Ingat pula bila Anda tidak mampu menyaingi orang lain dalam membuat sendiri ‘pesan kebaikan’, maka paling tidak Anda tidak kalah dalam menyebarkannya kepada orang lain.

Mari berlomba-lomba dalam menyebarkan kebaikan. Semoga itu semua menjadi ‘tabungan kebaikan’ bagi kita semua.

Ustadz Ad Dariny
So, jangan segan buat share kembali broadcast dari kami yaa..

@kajianislamchannel

Shalat Dhuha

KULTWIT: YUK SHALAT DHUHA!
Ringan, pahalanya benar-benar fantastis

01/10 #ShalatDhuha, sudah tahu belum maksudnya? Kapan waktunya? Bagaimana cara mengerjakannya? Apa keutamaannya?

02/10 #ShalatDhuha bisa mengganti sedekah dengan seluruh persendian yang berjumlah 360. Padahal sedekah dg 360 persendian itu sangat banyak.

03/10 #ShalatDhuha empat raka'at akan memudahkan dibangunkan rumah di surga. Suatu keistimewaan yang luar biasa.

04/10 #ShalatDhuha empat raka'at akan memudahkan kita mendapatkan perlindungan dari berbagai bahaya hingga sore hari.

05/10 #ShalatDhuha di awal waktu bagi yg melaksanakan shalat isyroq senilai dengan pahala haji dan umrah yang sempurna dan sempurna.

06/10 #ShalatDhuha disebut dengan shalat awwabin yaitu shalat orang yg kembali pada Allah.

07/10 Niat #ShalatDhuha di dalam hati, tidak ada lafazh niat tertentu yg diajarkan oleh Nabi. Minimal lakukan dua rakaat, maksimalnya tidak dibatasi.

08/10 Awal #ShalatDhuha adalah mulai dari matahari setinggi tombak (15 menit setelah matahari terbit, tiap daerah berbeda waktunya).

09/10 Waktu akhir #ShalatDhuha adalah 15 menit menjelang Zhuhur. Melakukan shalat Dhuha lebih siang itu lebih utama.

10/10 #ShalatDhuha itu mudah, namun pahalanya fantastis luar biasa. Sgra yuk #ShalatDhuha. 

Jangan lupa kaji https://rumaysho.com/2845-keutamaan-shalat-dhuha.html. SHARE YUK KULTWIT INI.
Kaji artikel terbaru di Rumaysho[dot]Com: Shalat Dhuha Pembuka Pintu Rezeki | https://rumaysho.com/13291-shalat-dhuha-pembuka-pintu-rezeki.html
--
Ustadz M. Abduh Tuasikal

@kajianislamchannel

Jadilah Dermawan

Jadilah dermawan.
Namun jangan biarkan seorangpun memanfaatkan kedermawananmu..
Berilah cinta, namun jangan biarkan orang lain mempermainkan hatimu..
Percayalah pada orang lain, tapi jangan teledor..
Dengarkan orang lain, namun jangan biarkan engkau kehilangan karakter dan kepribadianmu..
Maknailah dirimu dengan mengucapkan terimakasih pada mereka yang pernah mengucurkan peluh untukmu.
Sambutlah hari ini dengan azam yang baru..
Jangan biarkan sedih menghapus senyummu..
Tersenyumlah, hingga kau lupa alasan untuk bersedih..
Selamat beraktifitas

____________
Gorontalo 05-06-1437 H
ACT El-Gharantaly

Istighfar

Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Barangsiapa yang senantiasa beristighfar niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya, jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya dan Allah memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka.” (HR. Abu Daud no. 1518, Ibnu Majah no. 3819, Al-Baihaqi 
dalam As-Sunan Al-Kubra no. 6421 dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Kubra no. 10665)

Makna hadits:
– Barangsiapa yang senantiasa beristighfar: Barangsiapa yang senantiasa beristighfar dalam segala kondisi atau meminta ampunan Allah setiap kali melakukan kemaksiatan atau menghadapi musibah.
– niscaya Allah akan menjadikan baginya kelapangan dari segala kegundahan yang menderanya: Allah akan menghilangkan segala kesedihan dan kegalauan yang menyempitkan jiwanya, dan menggantikannya dengan kelapangan dada dan kebahagiaan.
– jalan keluar dari segala kesempitan yang dihadapinya: Allah akan memberikan solusi dan jalan keluar atas segala kesempitan dan problematika kehidupan yang sedang ia alami.

– dan Allah memberinya rizki dari arah yang tidak ia sangka-sangka:  Allah memberinya rizki dengan cara yang tidak pernah ia duga dan pikirkan sebelumnya. (Syamsul Haq ‘Azhim Abadi, ‘Aunul Ma’bud Syarh Sunan Abi Daud, 4/267)

Jangan takut Dimintai Tolong

Ada seorang teman datang berkunjung ke sebuah perusahaan, pas dia melewati pintu gerbang melihat tulisan, 
"Tidak Menerima Permintaan Sumbangan dari Pihak Mana pun."

Teman yg juga seorang motivator tsb, langsung berkomentar kpd si pemilik perusahaaan....

"Ganti Pak tulisan ini..."

"Ganti sama apa?"

Ganti dgn.."Siapa pun yg butuh sumbangan, silakan kemari aja."

Tentu saja komentar itu disambut dgn tawa.

"Nanti pada dateng dong minta sumbangan."

"Biarin aja. Itu kan tandanya rezeki. Semakin banyak yg dateng, maka semakin banyak rezeki. Lagian, enggak mungkin Allah mempertemukan yg susah dgn kita, kalau kita enggak bisa bantu. Jadi kalau didatengin sama yg susah, itu tandanya Allah sudah mempersiapkan kita utk bisa membantu."

Banyak orang takut didatengin orang susah. Karena seringkali logika berpikirnya, mereka yg butuh, bakal ngerepotin. Padahal, kita yg butuh mereka.

Suatu hari Rasulullah memberitahu para sahabatnya, bahwa orang2 miskin nanti akan memiliki kekuasaan.
Sahabat bertanya, "kekuasaan apa ya Rasul?"

Rasulullah menjawab, "Di hari kiamat, nanti akan dikatakan kepada mereka, tariklah mereka yang pernah memberimu makan walau sesuap, minum walau seteguk, pakaian walau selembar. Peganglah tangannya dan tuntunlah ke surga." Masya Allah!!!

Dan salah satu kekuatan orang susah, orang miskin, orang yg terzolimi, doanya makbul dan cepat dikabulkan.

Semoga kita tergolong insan mukmin yg gemar dan mudah menolong. Aamiin

Tebarkan kebaikan niscaya kebaikan akan kembali padamu.......

dari group WA.

Uang Milikmu Tapi Sumber Daya Milik Bersama

Ini kesaksian  penuh makna dari seseorang yang punya pengalaman berharga di Jerman. Selamat menyimak: 
Jerman adalah sebuah negara industri terkemuka. Di negara seperti ini, banyak yang mengira warganya hidup foya2. Ketika saya tiba di Hamburg, bersama rekan-rekan kami masuk ke restoran. Kami melihat banyak meja yang kosong. Ada satu meja dmana spasang anak muda sdg makan. Hanya ada 2 piring makanan dan dua kaleng bir di meja mereka. Saya bertanya dalam hati, "apa hidangan yang begitu simple ini bisa disebut romantis?"   

Kemudian ada  beberapa wanita tua di meja lainnya. Ketika makanan dihidangkan, pelayan membagi makanan  & mereka menghabiskan setiap butir makanan yang ada di piring mereka. 

Karena kami lapar, rekan kami memesan lebih banyak makanan. Saat selesai, tersisa kira-kira sepertiganya yang tidak dapat  kami habiskan di meja. 

Tapi begitu kami hendak meninggalkan restoran, wanita tua yang duduk dari meja sebelah menegur kami dalam bhs Inggris, menyatakan bahwa mereka tidak senang karena kami memubazirkan makanan. 
Sahabat saya lalu menjawab teguran itu:  "Lho kami yang membayar kok, ini bukan urusan kalian jika mkanan kami tersisa...". 

Mendadak Wanita tua itu dan temannya meradang. Salah satunya segera mengeluarkan HP & menelpon seseorang. Tak lama  kemudian seorang pria berseragam yakni Sekuritas Sosial negeri itu tiba. Setelah mndengar sumber msalah pertengkaran, ia menerbitkan surat denda Euro 50 pada kami. Kami smua terdiam. 

Petugas tersebut lalu berkata dengan suara yang galak: 

“PESANLAH MAKANAN YG SANGGUP ANDA MAKAN, UANG ITU MILIKMU TAPI SUMBER DAYA ALAM INI MILIK BERSAMA. ADA BANYAK ORG LAIN DI DUNIA YG KEKURANGAN. KALIAN TDK PUNYA ALASAN UTK MENYIA-NYIAKAN SUMBER DAYA ALAM TSB" 

Pola pikir dari masyarakat di negara makmur tsb membuat kami sungguh merasa malu. Bayangkan, kita yang berasal dari negara yang tidak makmur-makmur amat hidup dengan gengsi, dan sering pesan makanan berlebihan saat menjamu tamu. 

Pelajaran ini sangat penting.“MONEY IS YOURS BUT RESOURCES BELONG TO THE SOCIETY. 

Kawan, marilah mengurangi pemubaziran, karena uang memang milikmu, tapi sumber daya alam itu milik bersama.

dari group WA. 

Koin Penyok

Seorang lelaki berjalan tak tentu arah dengan rasa putus asa. Kondisi finansial keluarganya morat-marit. Saat menyusuri jalanan sepi, kakinya terantuk sesuatu. Ia membungkuk & menggerutu kecewa, "Uh, hanya sebuah koin kuno yang sudah penyok."

Meskipun begitu ia membawa koin itu ke bank. "Sebaiknya koin ini dibawa ke kolektor uang kuno", kata teller itu memberi saran. Lelaki itu membawa koinnya ke kolektor. Beruntung sekali, koinnya dihargai 30 dirham.

Lelaki itu begitu senang. Saat lewat toko perkakas, dilihatnya beberapa lembar kayu obral.
Dia pun membeli kayu seharga 30 dirham untuk membuat rak buat istrinya. Dia memanggul kayu tersebut dan beranjak pulang.

Di tengah perjalanan dia melewati bengkel pembuat mebel. Mata pemilik bengkel sudah terlatih melihat kayu bermutu yang dipanggul lelaki itu. Dia menawarkan lemari 100 dirham untuk menukar kayu itu.
Setelah setuju, dia meminjam gerobak untuk membawa pulang lemari itu.

Dalam perjalanan dia melewati perumahan. Seorang wanita melihat lemari yang indah itu & menawarnya 200 dirham, lelaki itu ragu-ragu. Si wanita menaikkan tawarannya menjadi 250 dirham. Lelaki itupun setuju.
Saat sampai di pintu desa, dia ingin memastikan uangnya. Ia merogoh sakunya dan menghitung lembaran bernilai 250 dirham. Tiba-tiba seorang perampok datang, mengacungkan belati, merampas uang itu, lalu kabur.

Istrinya kebetulan melihat dan berlari mendekati suaminya dan bertanya, "Apa yang terjadi? Engkau baik-baik saja kan? Apa yang diambil perampok tadi?"

Lelaki itu mengangkat bahunya dan berkata, "Oh, bukan apa-apa. Hanya sebuah koin penyok yang kutemukan tadi pagi".

Bila kita sadar kita tak pernah memiliki apapun, kenapa harus tenggelam dalam kepedihan yang berlebihan? Sebaliknya, sepatutnya kita harus bersyukur atas segala yang telah kita miliki, karena ketika datang & pergi kita tidak membawa apa-apa.

Menderita karena melekat. Bahagia karena melepas. Karena demikianlah hakikat sejatinya kehidupan, apa yang sebenarnya yang kita punya dalam hidup ini? Tidak ada, karena bahkan nafas kita saja, bukan kepunyaan kita dan tidak bisa kita genggam selamanya.

Hidup itu perubahan dan pasti akan berubah.

Saat kehilangan sesuatu, kembalilah ingat bahwa sesungguhnya kita tidak punya apa-apa. Jadi "kehilangan" itu tidaklah nyata dan tidak akan pernah menyakitkan. Kehilangan hanya sebuah tipuan pikiran yang penuh dengan ke"aku"an. Ke"aku"an itulah yang membuat kita menderita.

Rumahku, hartaku, istriku, suami ku, anakku dll.

Lahir tidak membawa apa-apa, meninggal pun sendiri, tidak membawa apa-apa dan tidak mengajak siapa-siapa.


Pada waktunya "let it go", siapapun yang bisa melepas dengan hati yg bisa bersyukur, ikhlas, tidak melekat & tidak menggenggam erat pada harta, anak, istri, suami, org tua dll, tapi melekat pada Allah, maka dia akan BAHAGIA!

dari group WA

Rabu, 11 Mei 2016

Hidup Yang Sesaat

Oleh: Rebecca

Kehidupan adalah di mana semua makhluk Allah hidup dan makhluk Allah pula akan mati.
Sehebat apapun manusia hidup di bumi ini, dia tak mampu mengubah makhluk-Nya untuk hidup kekal.
Manusia itu rapuh, dan sangat rapuh,

Ketika masalah datang ia menangis serasa menjerit,
'Tuhan tak pernah berlaku adil kepadaku'

Perlu kita tahu bahwa
Tuhan sudah sangat adil dan seadil-adilnya.

Ingatlah wahai jiwa, jangan pernah mengeluh dan putus asa, Sungguh Rahmat Allah begitu luas.
Begitu pula aku, yang hanya hidup sesaat saja, bahkan hanya sedetik saja.

Tapi aku inginkan hidupku adalah hidup yang penuh makna dan  penuh kemuliaan.
Hidup yang hakiki dan hidup sejati akan kita peroleh nanti di surga abadi.
Berharap dan berharaplah kepada Ilahi Robbi.
Karena hanya Allah yang maha membolak-balikkan hati.
Semoga kita semua meraih surga sesuai harapan dan impian kita nanti.
Maka berlakulah terpuji agar hidupmu selamat nanti.

Amiin tsumma Amiin.

AIHQ PSDM ODOJ
AIHQ/134/09/05/2016
oaseodoj@gmail.com

Pagi Adalah Waktu Yang Penuh Berkah

Waktu yang berkah adalah waktu yang penuh kebaikan. Waktu pagi telah dido’akan khusus oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai waktu yang berkah.
.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya...”
(HR. Abu Daud, dishohihkan oleh Syaikh Al Albani)
.
Ibnu Baththol mengatakan, “Hadits ini tidak menunjukkan bahwa selain waktu pagi adalah waktu yang tidak diberkahi. Sesuatu yang dilakukan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam (pada waktu tertentu) adalah waktu yang berkah dan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah sebaik-baik uswah (suri teladan) bagi umatnya. Adapun Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhususkan waktu pagi dengan mendo’akan keberkahan pada waktu tersebut daripada waktu-waktu yang lainnya karena pada waktu pagi tersebut adalah waktu yang biasa digunakan manusia untuk memulai amal (aktivitas), adalah waktu bersemangat (fit) untuk beraktivitas. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengkhususkan do’a pada waktu tersebut agar seluruh umatnya mendapatkan berkah di dalamnya.”
.
Selamat beraktivitas, selamat menjemput berkah! ๐Ÿ‘‹
.
๐ŸŒ rumaysho.com

7 Keajaiban Dunia

Seorang guru memberikan tugas kepada siswanya untuk menuliskan 7 Keajaiban Dunia.

Malamnya sang guru memeriksa tugas itu.
Sebagian besar siswa menulis demikian,
Tujuh Keajaiban Dunia :
1. Piramida
2. TajMahal
3. Tembok Besar Cina
4. Menara Pisa
5. Kuil Angkor
6. Menara Eiffel
7. Candi Borobudur

Lembar demi lembar memuat hal yang hampir sama.
Beberapa perbedaan hanya terdapat pada urutan penulisan daftar tersebut.
Tapi guru itu terus memeriksa sampai lembar yang paling akhir…

Tapi saat memeriksa lembar yang paling akhir itu, sang guru terdiam. Lembar terakhir itu milik si gadis kecil pendiam.
Isinya seperti ini :
Tujuh Keajaiban Dunia:
1. Bisa Melihat
2. Bisa Mendengar
3. Bisa Menyentuh
4. Bisa Disayangi
5. Bisa Merasakan
6. Bisa Tertawa, dan
7. Bisa Mencintai…

Setelah duduk diam beberapa saat, sang guru menutup lembaran tugas siswanya. Kemudian menundukkan kepalanya berdoa.
Mengucap syukur untuk gadis kecil pendiam dikelasnya yang telah mengajarkannya sebuah pelajaran hebat, yaitu:

Tidak perlu mencari sampai ke ujung bumi untuk menemukan keajaiban.
Keajaiban itu ada disekeliling kita untuk kita miliki dan tak lupa untuk kita " SYUKURI."
Apa yg kita cari dalam hidup ini...?
◆Kita hidup di kebun  merindukan kota
◆Kita hidup di kota  merindukan kebun.
◆Kalau kemarau kita tanya kapan hujan
◆Di musim hujan kita tanya kapan kemarau
◆Diam di rumah inginnya pergi
◆Setelah pergi inginnya pulang ke rumah.
◆Waktu tenang cari keramaian.
◆Waktu ramai cari ketenangan.
◆Ketika masih bujang mengeluh ingin nikah Sudah berkeluarga, mengeluh belum punya anak, setelah punya anak mengeluh betapa beratnya biaya  hidup dan pendidikan.
Ternyata SESUATU itu tampak indah karena belum kita miliki.
◆Kapankah kebahagiaan didapatkan kalau kita hanya selalu memikirkan apa yang belum ada, tapi mengabaikan apa yang sudah kita miliki. Jadilah pribadi yang SELALU BERSYUKUR. Dengan rahmat yang sudah kita miliki. Mungkinkah selembar daun yang kecil  dapat menutupi bumi  yang luas ini..??
Menutupi telapak tangan saja sulit...

Tapi kalo daun kecil ini nempel di mata kita, maka tertutuplah “BUMI" dengan Daun,
Begitu juga bila hati ditutupi pikiran buruk sekecil apa pun, maka kita akan melihat keburukan dimana-mana
Bumi ini  pun akan tampak buruk...
Jangan menutup mata kita, walaupun hanya dengan daun yang kecil...
Jangan menutupi hati kita, dengan sebuah pikiran buruk walau cuma seujung kuku.

SYUKURILAH  apa yang sudah kita miliki, sebagai modal untuk meMULIAkanNYA...
Karena hidup adalah :
WAKTU yang dipinjamkan,
dan Harta adalah BERKAT yang dipercayakan dan semua itu kelak akan di mintai pertanggungjawaban.
Jadi bersyukurlah atas nafas  yang masih kita miliki.
Bersyukurlah atas keluarga yang kita miliki.
Bersyukurlah atas pekerjaan yang kita miliki...
Bersyukur & selalu bersyukur di dalam segala hal. Segeralah berlomba dalam kebaikan di mulai dari sekarang.


Menikmati Rizqi

@salimafillah

Makanan lezat dapat diburu, hidangan mahal dapat dibeli. Untuk menikmati racikan seorang Chef Bintang Lima Michelin di Kota Paris, kita harus mengajukan reservasi jauh-jauh hari, dengan uang pangkal yang cukup untuk biaya hidup di Yogyakarta selama berbulan tanpa ngeri.

Tapi nikmatnya makan adalah rizqi, Allah Yang Maha Memberi lagi Membagi.

Seorang bapak di Gunung Kidul yang mencangkul sejak pukul 07.00 pagi, di jam 10.30 didatangi sang istri. Sebuah bakul tergendong di punggungnya, dengan isi amat bersahaja. Nasi ketan bertabur parutan kelapa. Sementara cereknya berisi teh panas, wangi, sepet, kenthel, dan legi.

Peluh dan lelah menggenapkan rasa nikmat di tiap suapan sang belahan jiwa. Senyum mereka tak terbeli oleh berapapun harga.

Ranjang paling empuk dapat dibeli. Kamar tidur paling mewah dapat dirancang. Hotel berlayanan bintang tujuh, Burj Al 'Arab di Dubai dapat menyediakan ruang rehat dengan sewa semalam seharga membangun rumah di negeri kita.

Tapi nikmatnya tidur adalah rizqi. Allah Yang Maha Memberi lagi Membagi.

Seorang anak pemulung berbantal kayu, beralas kardus, berselimut koran terlelap di atas gerobak orangtuanya pada suatu malam di Jakarta. Begitu nyenyak sampai susah untuk membangunkannya .
Gaji yang tinggi dapat dikejar dengan karir cemerlang. Uang yang banyak dapat dikumpulkan dengan memeras keringat hingga kering dan membanting tulang hingga linu. Tapi rizqi adalah soal menikmati, Allah Yang Maha Memberi lagi Membagi.

Seorang direktur sebuah BUMN bergaji besar yang duduk di samping saya dalam penerbangan kelas bisnis hanya memandang cemburu ketika sajian saya nikmati. Saya bertanya mengapa hanya air putih saja yang diteguknya, digenggam erat dalam gelas kaca.

Sungguh berat bagi beliau; mau makan manis, kata dokter, "Jangan Pak, diabetesnya." Mau makan gurih, kata dokter, "Jangan Pak, kolesterolnya." Mau makan asin, kata dokter, "Jangan Pak, hipertensinya." Mau makan kacang, kata dokter, "Jangan Pak, asam uratnya."

Ah saya membayangkan, berapakah yang dinikmati manusia dari apa yang dia sangka miliknya dan ditumpuk-tumpuk dan dihitung jumlahnya. Sekira 1000 triliun ada di rekeningnya, lalu esok pagi tiba malaikat maut menunaikan tugasnya, rizqi siapakah itu sebenarnya? Ahli waris atau bahkan musuh bisnis, Allah tak kekurangan cara untuk mengantarnya pada yang sudah dijatahkan tertulis di sisiNya.

Betapa benar Al Mushthafa ketika bersabda, "Anak Adam berkata, 'Hartaku! Hartaku!' Padahal apalah hartanya itu selain makanan yang dilahapnya hingga habis, pakaian yang dipakainya hingga usang, dan apa yang dinafkahkannya di jalan Allah lalu dia dapati Allah membalasnya berlipat di akhirat."


Rizqi adalah jaminan. Menjemputnya adalah ujian. Bekerja adalah ibadah kita; 'itqan, ihsan, ikhlas; bukan mencari rizqi, tapi mencari pahala. Sebab kita harus memindahkan kekhawatiran, dari yang dijamin kepada yang belum dijamin. Yakni; akankah pulang kita ke surga?

Beramal Harus Didahului Berilmu

Mu’adz bin Jabal –radhiyallahu ‘anhu- mengatakan, “Ilmu adalah pemimpin amal dan amalan itu berada di belakang setelah adanya ilmu.” (Al Amru bil Ma’ruf wan Nahyu ‘anil Mungkar, hal. 15)

Ulama hadits terkemuka, yakni Al Bukhari berkata, “Al ‘Ilmu Qoblal Qouli Wal ‘Amali (Ilmu Sebelum Berkata dan Berbuat)“. Perkataan ini merupakan kesimpulan yang beliau ambil dari firman Allah ta’ala,

ูَุงุนْู„َู…ْ ุฃَู†َّู‡ُ ู„َุง ุฅِู„َู‡َ ุฅِู„َّุง ุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุงุณْุชَุบْูِุฑْ ู„ِุฐَู†ْุจِูƒَ



“Maka ilmuilah (ketahuilah)! Bahwasanya tiada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mohonlah ampunan bagi dosamu” (QS. Muhammad [47]: 19).

Dalam ayat ini, Allah memulai dengan ‘ilmuilah’ lalu mengatakan ‘mohonlah ampun’. Ilmuilah yang dimaksudkan adalah perintah untuk berilmu terlebih dahulu, sedangkan ‘mohonlah ampun’ adalah amalan. Ini pertanda bahwa ilmu hendaklah lebih dahulu sebelum amal perbuatan.

Sufyan bin ‘Uyainah rahimahullah berdalil dengan ayat ini untuk menunjukkan keutamaan ilmu. Hal ini sebagaimana dikeluarkan oleh Abu Nu’aim dalam Al Hilyah ketika menjelaskan biografi Sufyan dari jalur Ar Robi’ bin Nafi’ darinya, bahwa Sufyan membaca ayat ini, lalu mengatakan, “Tidakkah engkau mendengar bahwa Allah memulai ayat ini dengan mengatakan ‘ilmuilah’, kemudian Allah memerintahkan untuk beramal?” (Fathul Bari, Ibnu Hajar, 1/108)

Al Muhallab rahimahullah mengatakan, “Amalan yang bermanfaat adalah amalan yang terlebih dahulu didahului dengan ilmu. Amalan yang di dalamnya tidak terdapat niat, ingin mengharap-harap ganjaran, dan merasa telah berbuat ikhlas, maka ini bukanlah amalan (karena tidak didahului dengan ilmu, pen). Sesungguhnya yang dilakukan hanyalah seperti amalannya orang gila yang pena diangkat dari dirinya.“ (Syarh Al Bukhari libni Baththol, 1/144)

Ibnul Munir rahimahullah berkata, “Yang dimaksudkan oleh Al Bukhari bahwa ilmu adalah syarat benarnya suatu perkataan dan perbuatan.  Suatu perkataan dan perbuatan itu tidak teranggap kecuali dengan ilmu terlebih dahulu. Oleh sebab itulah, ilmu didahulukan dari ucapan dan perbuatan, karena ilmu itu pelurus niat. Niat nantinya yang akan memperbaiki amalan.” (Fathul Bari, 1/108)

Penulis:
Al-Ustรขdz Abu Rumaysho, Muhammad Abduh Tuasikal bin Usman Tuasikal
Artikel www.remajaislam.com | Remaja Islam Mau Mengenal Islam

♻ Republished by MRA Al-Jafari Al-Alabi
๐Ÿ“‚ Grup WA & TG : Dakwah Islam
๐ŸŒ TG Channel : @DakwahIslam

Tidak Ada Yang Tidak Mungkin Bagi Allah

ODOJ Spirit Message

Sahabat...
Tidak ada yang mustahil bagi Allah dan tidak ada yang tidak mungkin di hadapan Allah.
Sebagai manusia kita punya keterbatasan untuk memahami sesuatu yang terjadi. Apa yang menurut kita terjadi ternyata tidak, dan apa yang menurut kita tidak terjadi ternyata malah terjadi.
Secara tidak sadar sering kita mengatakan "ah susah" atau"ah tidak mungkin" atau kata negatif sejenisnya.
Sahabat...
Kebiasaan mengukur atau menilai sesuatu dengan pemikiran dan keyakinan sendiri, menolak untuk percaya pada apa yang tidak kita pahami, tetapi malah percaya dengan keterbatasan kita. akan membuat kita pesimis. Padahal, jika kita yakin dan percaya bahwa kita bisa, maka kita telah mampu membuka gembok-gembok kekuatan kita.
Sahabat...
Tujuan baik akan tetapi tidak disertai keyakinan kuat makan tujuan akan sulit di raih,begitu juga sebaliknya.

Seseorang yang mempunyai keyakinan yang kuat akan menghasilkan hal-hal "yang bisa dilakukan" yang nantinya akan mendatangkan "cara" untuk mewujudkan nya.
Belajarlah dari orang-orang besar yang memiliki keyakinan akan sebuah keberhasilan. Biasakan memotivasi diri dengan kalimat "aku pasti bisa", "aku harus berhasil","aku pasti mampu hadapi" dan kata motivasi lainnya yang mampu menggerakkan tindakan mendekati harapan.
Sahabat..
Keyakinan yang mantap terhadap janji Allah dapat mendatangkan sesuatu yang luar biasa indah, akan tetapi berburuk sangka kepada Allah dapat menjadi penghalang datangnya pertolongan Allah. sebagimana hadist yang diriwayatkan oleh Ahmad,Muslim Thabrani dan Ibnu al Najar :
"Aku senantiasa mengikuti prasangka hambaKu terhadap diriKu, jika ia berprasangka baik maka kebaikan pula yang mengikutinya, jika ia berprasangka buruk maka keburukan pula yang mengikutinya"
Bersemangatlah dan berpositiflah dengan kehidupan ini, semoga Allah mempermudah mimpi-mimpi baik kita.
salam FULL Semangat !!!


Yekti Nunihartini~ Div. Training Motivasi ODOJ
cp. 085292454523
PSDM/TM/116/8/05/2016

Hidup adalah Sajadah Panjang

Episode kehidupan dimulai dari buaian bunda sampai liang lahat
Apapun yang dilaksanakan bermakna ibadah
Mencari rizqi....
Mencari ilmu....
Berlibur....
Berkeluarga....
Bercengkrama....
Apapun itu namanya haruslah KARENA ALLAH.

Awali hidup dengan Khotimah dan akhiri dengan Khusnul khotimah.

Dari WA ODOJ

Utuh

Ust. Surya Darma

Sering kita dengar jawaban, ketika mencoba mencari sebab kemunduran umat dalam berbagai bidang, bahwa itu  disebabkan oleh keimanan dan hubungan kita dengan Allah yang lemah. Kita telah meninggalkan mesjid dan sunnah. Kita perlu kembali ke jalan Allah sebab itulah jalan keselamatan sekaligus jalan keluar dari kondisi yang mengenaskan umat sekarang ini.

Siapapun pasti mafhum betapa agungnya posisi iman dan ibadah dalam pandangan ajaran Islam. Namun dalam menemukan dan membentuk kehidupan  dua hal ini hanya merupakan bagian dari sebuah keseimbangan yang total (mu'adalah). Siapapun yang ingin meraih kebaikan dunia dan akhirat, maka ia harus menempuh "jalan sulit" berupa kerja nyata kebaikan,"..dan orang orang yang beriman kepada ghaib dan melakukan kebaikan.." (2:3) dan terlibat dalam pemanfaatan bumi,"...dan terhadap apa yg dikaruniakan, mereka menginfakkannya.." (2:3).

Ini adalah jalan dimana semua kecerdasan dan potensi manusia ditantang untuk digunakan sesuai sunnatullah yang ada. Jadi tentu saja kita tidak boleh berhenti dan senang hanya sebatas ketika melihat orang sudah ramai ke mesjid, majelis taklim meriah, sunnah terpraktekkan, jamaah calon haji dan umrah mengular. Akan sangat naif bila kegairahan beribadah seperti ini tidak dibarengi dengan peningkatan kemampuan umat dalam urusan ekonomi, politik, industri, manajamen, kegiatan riset, maupun pendidikan. Kedatangan Napoleon ke Mesir membawa perubahan besar dalam berbagai bidang bukan karena Mesir waktu itu kekurangan orang saleh dan mesjid sepi dari jamaah, tapi memang waktu itu umat miskin sosok yang mahir dalam bidang ekonomi, politik, sosial dan urusan kehidupan sehari hari. Hal yang sama terjadi di Afghanistan dan Mauritania. Negara ini penuh dengan mesjid, jamaah shalat banyak, dzikir sahut menyahut tak henti, hafidznya bertebaran, tapi negara ini tergolong negara terkebelakang di dunia.


Jamal Sulthan, pemikir muslim yang banyak mengajak untuk menempuh jalan nirkekerasan dalam mewujudkan cita cita Islam, pernah menulis, "Kita wajib mengevaluasi akar terdalam dari cara berpikir kita yang keliru selama ini dalam merespon keterbelakangan umat.  Kemajuan dan kemunduran adalah "anak" dari cara berpikir satu masyarakat. Ia adalah turunan dari sistem yang dalam dan mengontrol persepsi kita tentang alam dan bagaimana hidup di alam..."

Fatherman (Bagian 1)

by : bendri jaisyurrahman (twitter :@ajobendri)

Negeri ini sedang sekarat dan butuh pertolongan. Bukan karena bencana asap yang sempat berbulan-bulan membikin sesak. Sebab bagi sebagian penduduk negeri yang masih menjomblo, mereka sudah terbiasa bertahun-tahun merasakan hidup sesak tanpa pasangan. Bukan pula disebabkan ekonomi gonjang ganjing tanpa kepastian. Dimana indikator sederhananya nampak dari nilai tukar rupiah terhadap dollar yang sempat senilai nomor hotline delivery restoran fast food (if you know what i mean). Bukan. Bukan itu. Atau juga kisruh politik yang tak tentu arah terkait dengan kiprah MKD yang diragukan kredibilitasnya hingga terpaksa digantikan oleh MA. Ingat! MKD bukanlah Mami KrisDayanti dan MA juga bukan Mama Ashanti. Serupa tapi bukan itu maksudnya. Kisruh politik yang heboh belakangan ini meskipun menyebalkan, di sisi lain rakyat cukup terhibur lewat pentas aksi para politisi. Para punggawa politik itu tak ubahnya para pemain ILK (Indonesia Lawak Klub) yang memiliki slogan : mengupas masalah tanpa solusi. Berkumpul hanya untuk haha hihi.

Sekali lagi, negeri ini bukan darurat ekonomi ataupun politik. Sekaratnya negeri ini justru dilihat dari rusaknya sumber daya manusianya. Khususnya generasi mudanya. Tanpa disadari, kita sedang merencanakan kehancuran bangsa di masa depan jika membiarkan generasi muda saat ini melemah di berbagai sisi. Tak perlu uraian fakta panjang untuk ungkapkan hal tersebut. Kita semua tahu sama tahu. Sudah banyak berita tentang perilaku generasi muda kita di pelbagai media. Kenyataan di lapangan, banyak anak-anak muda yang hidup tanpa arah. Tak punya orientasi mau kemana mereka. Lebih mudah mengekor sana sini. Hidup untuk puaskan syahwat semata. Hingga perilaku merusak dan amoral dianggap biasa. Seks bebas dijadikan budaya. Maka muncullah tren cabe-cabean plus terong-terongan. Jangan dipikir ini bagian dari program pemerintah yang sedang menargetkan swasembada sayur-sayuran. Belum lagi fenomena remaja lelaki yang bertampang ade rai namun gemulai, gaya TNI namun perilaku bak hello kitty. Saat ini lelaki maskulin pencinta bedak vaseline makin menjamur. Banci dan gay tumbuh subur. Ada apa dengan negeri ini? Jreng jreng

Orang bijak mengatakan, daripada mengutuk kegelapan lebih baik mengutuk malin kundang anak yang durhaka. Ups..maksudnya daripada marah-marah di saat gelap maka lebih baik segera nyalakan lilin pengganti PLN untuk menerangi. Minimal lapor ke om fadjroel sang ‘juru PLN’ yang diangkat jadi komisaris BUMN. Situasi negeri yang mulai gaswat dan darurat parah habis ini -agak lebay dikit gakpapa ya?- sejatinya membutuhkan hadirnya pahlawan baru. Super hero yang siap hadir untuk menyelamatkan generasi muda harapan bangsa agar menjadi pribadi yang kokoh setegar Patung Pancoran di pusat kota Jakarta. Tidak berubah dari zaman ali sadikin hingga zaman aliando. Tetap istiqomah semenjak berjayanya koes plus sampai ke masa menjamurnya pijat plus plus. Inilah yang diharapkan dari remaja saat ini. Kokoh dan tegar. Tak mudah dipengaruhi dengan berbagai macam godaan di sekitar. Sehat fisik, akal dan batinnya.
Banyak ahli menyebutkan, rusaknya perilaku anak muda saat ini adalah buah dari kegagalan keluarga ‘memproduksi’ anak-anak yang tangguh. Hal ini erat kaitannya dengan pola asuh. Dan lebih spesifik lagi adalah peran ayah. Anak-anak ini mengalami gejala yang disebut father hunger. Lapar ayah. Kalau lapar nasi goreng masih bisa dipesan di warung sebelah, tapi kalau lapar ayah maka mutlak dipenuhi dari sosok super hero yang hadir jadi pelipur laranya.

Sambutlah sang pahlawan baru. Namanya Fatherman. Super Hero yang dibutuhkan saat ini. Kehebatannya melebihi superman, spiderman, salesman, indocement atau hanoman. Tak perlu menunggu kesamber petir atau digigit laba-laba untuk jadi pahlawan baru ini. Juga tak butuh kostum yang aneh-aneh semisal underwear yang dipakai di bagian luar ditambah inisial ‘S’ di dada. Orang bisa langsung menebak kalau ‘S’ yang dimaksud adalah Stress. Ya hanya orang stress yang bangga memakai CD di bagian luar. Fatherman tidak seperti itu. Untuk menjadi fatherman syaratnya cukup simpel. Jika Anda laki-laki dewasa yang siap mengasuh anak dengan segudang tanggung jawab di luar, maka Anda siap dilantik menjadi fatherman. Yang Anda butuhkan hanya skill dasar menjadi Fatherman sekaligus topi peran yang siap berganti tergantung situasi.

Topi peran ini ibarat kostum yang harus dimiliki seorang fatherman. Dengan topi ini fatherman bisa mendidik anak-anak agar menjadi pribadi yang tangguh. Topi ini juga bisa jadi senjata untuk menyelamatkan generasi muda saat ini dari kebingungan menghadapi tekanan zaman. Dimulai dari kepungan game online, pornografi hingga narkoba. Fatherman dengan kekuatan yang dimilikinya mampu menyelamatkan mereka. Rahasianya ada di topi ini yang akan dibahas lebih mendalam di bagian berikutnya. Apa saja topi yang dimaksud?
1. Topi Konselor
2. Topi Guru
3. Topi Pengasuh
4. Topi Motivator
5. Topi Entertainer
6. Topi Distributor
7. Topi Donor atau Donatur

Dengan ketujuh topi ini seorang Fatherman akan mampu mengatasi krisis moral di kalangan generasi muda. Mengubah generasi yang kerap dicaci menjadi generasi yang penuh dengan sanjungan dan puji.
Namun perlu diingat, setiap super hero ada kelemahannya yang bisa menjadi hambatannya dalam menunaikan tugas. Superman melemah terkena krypton. Batman takluk di tangan wanita bernama catwoman. Ini mungkin kelemahan hampir semua lelaki. Samson pun hilang kekuatannya saat rambutnya dicukur habis. Dalam versi betawi bahkan disebutkan rambut yang dimaksud adalah rambut ketiak. Hmmm... sepertinya samson masih bisa beralih jadi bintang iklan rexona jika sudah pensiun. Atau ultraman yang bakal pensiun dini kalau berendam di air terlalu lama. Ingat, ultraman kekuatannya bersumber dari listrik. Bisa rusak kalau kena air. Habis itu ketemu juragan madura. Jadilah potongan badan ultraman terperosok dalam timbangan. Tinggal dikiloin saja.

Demikian pula sosok fatherman. Memiliki musuh dan pantangan yang akan menghalangi tugasnya sebagai super hero. Dan pantangan terbesar fatherman adalah gadget alias HP atau tablet. Ya, begitu banyak sosok fatherman di era sekarang yang akhirnya tunduk tak berdaya di depan gadget. Anak dibiarkan main sendiri sementara sang pahlawan terbius permainan duel otak atau angry bird di layar gadget. Atau saat anak sedih dan butuh hiburan, sang fatherman nampak tunduk tak berdaya seperti terhipnotis. Sesekali cengengesan memandang layar gadget. Bayangkan betapa terlukanya anak. Di saat ia sedih, sang super hero yang dirindukan malah tertawa di atas penderitaan mereka. Ibarat penganten sunat yang tersepak bola tepat di bagian kemaluannya. Ngilu euy.

Wasiat pertama yang harus disampaikan kepada calon fatherman : berlatih sedari sekarang tuk menaklukkan saingan utama pengasuhan yakni gadget dan yang semisal dengannya. Mulai sepakati bersama pasangan kapan jam pemakaian, durasi, lokasi serta situasi dimana gadget ini boleh digunakan. Jika tidak, sehebat apapun jurus dan senjata seorang fatherman tuk selamatkan generasi saat ini, niscaya roboh dan tak berguna jika tak pandai menguasai benda mungil dan ajaib ini.


Jika Anda sudah berlatih mengendalikan pantangan sosok superhero ini, bersiaplah mendapatkan panggilan. Bukan dari KPK apalagi panggilan Yang Maha Kuasa. Ini panggilan khusus dari negeri sebagai alarm yang menandakan negeri ini butuh sosok pahlawan seperti Anda. Dan jawablah panggilan ini segera dengan ucapan : Aku OTW. Meski sebenarnya Anda masih memeluk guling di ranjang yang nyaman. Selamat datang Fatherman! (bersambung)