By : Bunda Rochma Yulika
Kepadamu yg telah ku bawa bersamaku meniti jalan ini,
Maaf telah melibatkanmu dalam perjalanan yang begitu melelahkan,
Perjalanan yang kerap membuat kita harus menangis darah,
Perjalanan yang lebih sering membilurkan luka,
Perjalanan yang kerap membuat kita merasa ingin berhenti dan kembali ke garis awal atau menepi...
Maaf telah melibatkanmu dalam perjalanan yang begitu melelahkan,
Perjalanan yang kerap membuat kita harus menangis darah,
Perjalanan yang lebih sering membilurkan luka,
Perjalanan yang kerap membuat kita merasa ingin berhenti dan kembali ke garis awal atau menepi...
Kepadamu yg telah kubawa bersamaku meniti jalan ini,
Maaf pernah berfikir meninggalkanmu seorang diri,
Menempuh segala perjalanan hidupmu sendirian
Bukan benar-benar meninggalkanmu,
Maaf pernah berfikir meninggalkanmu seorang diri,
Menempuh segala perjalanan hidupmu sendirian
Bukan benar-benar meninggalkanmu,
Membiarkanmu berproses di jalan ini,
Hanya untuk membuatmu memahami likunya,
Hanya untuk membuatmu bertahan diatas kakimu,
Hanya untuk membuatmu tegar dalam melangkah.
Hanya untuk membuatmu memahami likunya,
Hanya untuk membuatmu bertahan diatas kakimu,
Hanya untuk membuatmu tegar dalam melangkah.
Sebab kelak,
Ada masa dimana kita benar-benar akan sendiri
Menapaki jalan ini.
Ada masa dimana kita hanya punya Allah u dapat bertahan
Ada masa dimana kita harus berkata
"Tuan,Puan, ini aku dan jalanku"
Masa dimana menjadi benar-benar terasing di keramaian dunia.
Masa dimana kita melukis cahaya yang berbeda dari mereka.
Ada masa dimana kita benar-benar akan sendiri
Menapaki jalan ini.
Ada masa dimana kita hanya punya Allah u dapat bertahan
Ada masa dimana kita harus berkata
"Tuan,Puan, ini aku dan jalanku"
Masa dimana menjadi benar-benar terasing di keramaian dunia.
Masa dimana kita melukis cahaya yang berbeda dari mereka.
Kepadamu yg telah kubawa bersamaku meniti jalan ini,
Inilah jalan yg kita tempuh sekarang,
Jalan yg lebih banyak duri yg akan kita temui,
Jalan yg lebih terjal dan mendaki,
Jalan yg akan menguras airmata, semangat dan harapan semu,
Inilah jalan yg kita tempuh sekarang,
Jalan yg lebih banyak duri yg akan kita temui,
Jalan yg lebih terjal dan mendaki,
Jalan yg akan menguras airmata, semangat dan harapan semu,
Namun, inilah juga jalan yg akan membawa kita ke puncak,
Menikmati segala keindahan dari atas tanpa penghalang,
Yg akan mengubah airmata menjadi tawa kebahagiaan, melahirkan harapan baru yang pasti.
Menikmati segala keindahan dari atas tanpa penghalang,
Yg akan mengubah airmata menjadi tawa kebahagiaan, melahirkan harapan baru yang pasti.
Setelah perjuangan dan pengorbanan telah kita lalui.
Kepadamu yg telah kubawa bersamaku meniti jalan ini,
Genggam tanganku erat jangan ragu
Ketika kau merasa letih dan tak sanggup berdiri,
Disaat kau ingin berhenti,
Menolehlah,
Disitu masih ada aku,
Yg masih bersamamu ketika memulai perjalanan panjang ini.
Dan akan tetap tersenyum kepadamu, menganggukkan kepala.
Bahwa kau bisa terus berjalan tanpa takut, tanpa ragu.
Sebab Allah juga bersamamu.
Genggam tanganku erat jangan ragu
Ketika kau merasa letih dan tak sanggup berdiri,
Disaat kau ingin berhenti,
Menolehlah,
Disitu masih ada aku,
Yg masih bersamamu ketika memulai perjalanan panjang ini.
Dan akan tetap tersenyum kepadamu, menganggukkan kepala.
Bahwa kau bisa terus berjalan tanpa takut, tanpa ragu.
Sebab Allah juga bersamamu.
Kepadamu yg telah kubawa bersamaku meniti jalan ini.
Inilah jalan kita.
Inilah jalan kita.
Kita memang akan menjadi berbeda,
Tak lagi sama dengan mereka,
Akan di asing kan,
Tak lagi sama dengan mereka,
Akan di asing kan,
Namun karena itulah kita menjadi permata,
Dijalan ini.
Dijalan ini.
Di Jalan Dakwah. Jalan Cahaya.
Jangan takut dikatakan sok alim, karena mengajak orang lain berhijrah.
Tetapi takutlah akan teguran Allah, jika kita sudah berhijrah tetapi tidak mengajak orang lain u berhijrah juga.
Jalan cinta para pejuang.
#Teruntuk Sahabat-sahabatku Fillah di jalan dakwah😘
#Terkhusus ukhtyfillahku di dunia maya dan nyata😍
Ukhtyfillah,
Rangkullah sahabatmu sekali lagi,
Bisa jadi ia menjadi lemah, sebab engkau tak lagi peduli.🙏�
Rangkullah sahabatmu sekali lagi,
Bisa jadi ia menjadi lemah, sebab engkau tak lagi peduli.🙏�
Tak pantas kita merasa lelah mengarungi samudera dakwah
ini, karena masih terlalu banyak para pendahulu kita yang jauh lebih
letih dari kita. Tak pantas berkeluh untuk mencapai ketinggian
cita-cita dakwah ini, karena masih terlalu banyak para pendahulu kita
yang jauh lebih sibuk dari kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar