Sering kita dengar jawaban, ketika mencoba mencari sebab
kemunduran umat dalam berbagai bidang, bahwa itu disebabkan oleh
keimanan dan hubungan kita dengan Allah yang lemah. Kita telah
meninggalkan mesjid dan sunnah. Kita perlu kembali ke jalan Allah sebab
itulah jalan keselamatan sekaligus jalan keluar dari kondisi yang
mengenaskan umat sekarang ini.
Siapapun pasti mafhum betapa agungnya posisi iman dan
ibadah dalam pandangan ajaran Islam. Namun dalam menemukan dan membentuk
kehidupan dua hal ini hanya merupakan bagian dari sebuah keseimbangan
yang total (mu'adalah). Siapapun yang ingin meraih kebaikan dunia dan
akhirat, maka ia harus menempuh "jalan sulit" berupa kerja nyata
kebaikan,"..dan orang orang yang beriman kepada ghaib dan melakukan
kebaikan.." (2:3) dan terlibat dalam pemanfaatan bumi,"...dan terhadap
apa yg dikaruniakan, mereka menginfakkannya.." (2:3).
Ini adalah jalan dimana semua kecerdasan dan potensi
manusia ditantang untuk digunakan sesuai sunnatullah yang ada. Jadi
tentu saja kita tidak boleh berhenti dan senang hanya sebatas ketika
melihat orang sudah ramai ke mesjid, majelis taklim meriah, sunnah
terpraktekkan, jamaah calon haji dan umrah mengular. Akan sangat naif
bila kegairahan beribadah seperti ini tidak dibarengi dengan peningkatan
kemampuan umat dalam urusan ekonomi, politik, industri, manajamen,
kegiatan riset, maupun pendidikan. Kedatangan Napoleon ke Mesir membawa
perubahan besar dalam berbagai bidang bukan karena Mesir waktu itu
kekurangan orang saleh dan mesjid sepi dari jamaah, tapi memang waktu
itu umat miskin sosok yang mahir dalam bidang ekonomi, politik, sosial
dan urusan kehidupan sehari hari. Hal yang sama terjadi di Afghanistan
dan Mauritania. Negara ini penuh dengan mesjid, jamaah shalat banyak,
dzikir sahut menyahut tak henti, hafidznya bertebaran, tapi negara ini
tergolong negara terkebelakang di dunia.
Jamal Sulthan, pemikir muslim yang banyak mengajak untuk
menempuh jalan nirkekerasan dalam mewujudkan cita cita Islam, pernah
menulis, "Kita wajib mengevaluasi akar terdalam dari cara berpikir kita
yang keliru selama ini dalam merespon keterbelakangan umat. Kemajuan
dan kemunduran adalah "anak" dari cara berpikir satu masyarakat. Ia
adalah turunan dari sistem yang dalam dan mengontrol persepsi kita
tentang alam dan bagaimana hidup di alam..."
Tidak ada komentar:
Posting Komentar