by : bendri jaisyurrahman (twitter :@ajobendri)
Negeri ini sedang sekarat dan butuh pertolongan. Bukan
karena bencana asap yang sempat berbulan-bulan membikin sesak. Sebab
bagi sebagian penduduk negeri yang masih menjomblo, mereka sudah
terbiasa bertahun-tahun merasakan hidup sesak tanpa pasangan. Bukan pula
disebabkan ekonomi gonjang ganjing tanpa kepastian. Dimana indikator
sederhananya nampak dari nilai tukar rupiah terhadap dollar yang sempat
senilai nomor hotline delivery restoran fast food (if you know what i
mean). Bukan. Bukan itu. Atau juga kisruh politik yang tak tentu arah
terkait dengan kiprah MKD yang diragukan kredibilitasnya hingga terpaksa
digantikan oleh MA. Ingat! MKD bukanlah Mami KrisDayanti dan MA juga
bukan Mama Ashanti. Serupa tapi bukan itu maksudnya. Kisruh politik yang
heboh belakangan ini meskipun menyebalkan, di sisi lain rakyat cukup
terhibur lewat pentas aksi para politisi. Para punggawa politik itu tak
ubahnya para pemain ILK (Indonesia Lawak Klub) yang memiliki slogan :
mengupas masalah tanpa solusi. Berkumpul hanya untuk haha hihi.
Sekali lagi, negeri ini bukan darurat ekonomi ataupun
politik. Sekaratnya negeri ini justru dilihat dari rusaknya sumber daya
manusianya. Khususnya generasi mudanya. Tanpa disadari, kita sedang
merencanakan kehancuran bangsa di masa depan jika membiarkan generasi
muda saat ini melemah di berbagai sisi. Tak perlu uraian fakta panjang
untuk ungkapkan hal tersebut. Kita semua tahu sama tahu. Sudah banyak
berita tentang perilaku generasi muda kita di pelbagai media. Kenyataan
di lapangan, banyak anak-anak muda yang hidup tanpa arah. Tak punya
orientasi mau kemana mereka. Lebih mudah mengekor sana sini. Hidup untuk
puaskan syahwat semata. Hingga perilaku merusak dan amoral dianggap
biasa. Seks bebas dijadikan budaya. Maka muncullah tren cabe-cabean plus
terong-terongan. Jangan dipikir ini bagian dari program pemerintah yang
sedang menargetkan swasembada sayur-sayuran. Belum lagi fenomena remaja
lelaki yang bertampang ade rai namun gemulai, gaya TNI namun perilaku
bak hello kitty. Saat ini lelaki maskulin pencinta bedak vaseline makin
menjamur. Banci dan gay tumbuh subur. Ada apa dengan negeri ini? Jreng
jreng
Orang bijak mengatakan, daripada mengutuk kegelapan lebih
baik mengutuk malin kundang anak yang durhaka. Ups..maksudnya daripada
marah-marah di saat gelap maka lebih baik segera nyalakan lilin
pengganti PLN untuk menerangi. Minimal lapor ke om fadjroel sang ‘juru
PLN’ yang diangkat jadi komisaris BUMN. Situasi negeri yang mulai gaswat
dan darurat parah habis ini -agak lebay dikit gakpapa ya?- sejatinya
membutuhkan hadirnya pahlawan baru. Super hero yang siap hadir untuk
menyelamatkan generasi muda harapan bangsa agar menjadi pribadi yang
kokoh setegar Patung Pancoran di pusat kota Jakarta. Tidak berubah dari
zaman ali sadikin hingga zaman aliando. Tetap istiqomah semenjak
berjayanya koes plus sampai ke masa menjamurnya pijat plus plus. Inilah
yang diharapkan dari remaja saat ini. Kokoh dan tegar. Tak mudah
dipengaruhi dengan berbagai macam godaan di sekitar. Sehat fisik, akal
dan batinnya.
Banyak ahli menyebutkan, rusaknya perilaku anak muda saat ini adalah buah dari kegagalan keluarga ‘memproduksi’ anak-anak yang tangguh. Hal ini erat kaitannya dengan pola asuh. Dan lebih spesifik lagi adalah peran ayah. Anak-anak ini mengalami gejala yang disebut father hunger. Lapar ayah. Kalau lapar nasi goreng masih bisa dipesan di warung sebelah, tapi kalau lapar ayah maka mutlak dipenuhi dari sosok super hero yang hadir jadi pelipur laranya.
Banyak ahli menyebutkan, rusaknya perilaku anak muda saat ini adalah buah dari kegagalan keluarga ‘memproduksi’ anak-anak yang tangguh. Hal ini erat kaitannya dengan pola asuh. Dan lebih spesifik lagi adalah peran ayah. Anak-anak ini mengalami gejala yang disebut father hunger. Lapar ayah. Kalau lapar nasi goreng masih bisa dipesan di warung sebelah, tapi kalau lapar ayah maka mutlak dipenuhi dari sosok super hero yang hadir jadi pelipur laranya.
Sambutlah sang pahlawan baru. Namanya Fatherman. Super Hero
yang dibutuhkan saat ini. Kehebatannya melebihi superman, spiderman,
salesman, indocement atau hanoman. Tak perlu menunggu kesamber petir
atau digigit laba-laba untuk jadi pahlawan baru ini. Juga tak butuh
kostum yang aneh-aneh semisal underwear yang dipakai di bagian luar
ditambah inisial ‘S’ di dada. Orang bisa langsung menebak kalau ‘S’ yang
dimaksud adalah Stress. Ya hanya orang stress yang bangga memakai CD di
bagian luar. Fatherman tidak seperti itu. Untuk menjadi fatherman
syaratnya cukup simpel. Jika Anda laki-laki dewasa yang siap mengasuh
anak dengan segudang tanggung jawab di luar, maka Anda siap dilantik
menjadi fatherman. Yang Anda butuhkan hanya skill dasar menjadi
Fatherman sekaligus topi peran yang siap berganti tergantung situasi.
Topi peran ini ibarat kostum yang harus dimiliki seorang
fatherman. Dengan topi ini fatherman bisa mendidik anak-anak agar
menjadi pribadi yang tangguh. Topi ini juga bisa jadi senjata untuk
menyelamatkan generasi muda saat ini dari kebingungan menghadapi tekanan
zaman. Dimulai dari kepungan game online, pornografi hingga narkoba.
Fatherman dengan kekuatan yang dimilikinya mampu menyelamatkan mereka.
Rahasianya ada di topi ini yang akan dibahas lebih mendalam di bagian
berikutnya. Apa saja topi yang dimaksud?
1. Topi Konselor
2. Topi Guru
3. Topi Pengasuh
4. Topi Motivator
5. Topi Entertainer
6. Topi Distributor
7. Topi Donor atau Donatur
1. Topi Konselor
2. Topi Guru
3. Topi Pengasuh
4. Topi Motivator
5. Topi Entertainer
6. Topi Distributor
7. Topi Donor atau Donatur
Dengan ketujuh topi ini seorang Fatherman akan mampu
mengatasi krisis moral di kalangan generasi muda. Mengubah generasi yang
kerap dicaci menjadi generasi yang penuh dengan sanjungan dan puji.
Namun perlu diingat, setiap super hero ada kelemahannya
yang bisa menjadi hambatannya dalam menunaikan tugas. Superman melemah
terkena krypton. Batman takluk di tangan wanita bernama catwoman. Ini
mungkin kelemahan hampir semua lelaki. Samson pun hilang kekuatannya
saat rambutnya dicukur habis. Dalam versi betawi bahkan disebutkan
rambut yang dimaksud adalah rambut ketiak. Hmmm... sepertinya samson
masih bisa beralih jadi bintang iklan rexona jika sudah pensiun. Atau
ultraman yang bakal pensiun dini kalau berendam di air terlalu lama.
Ingat, ultraman kekuatannya bersumber dari listrik. Bisa rusak kalau
kena air. Habis itu ketemu juragan madura. Jadilah potongan badan
ultraman terperosok dalam timbangan. Tinggal dikiloin saja.
Demikian pula sosok fatherman. Memiliki musuh dan pantangan
yang akan menghalangi tugasnya sebagai super hero. Dan pantangan
terbesar fatherman adalah gadget alias HP atau tablet. Ya, begitu banyak
sosok fatherman di era sekarang yang akhirnya tunduk tak berdaya di
depan gadget. Anak dibiarkan main sendiri sementara sang pahlawan
terbius permainan duel otak atau angry bird di layar gadget. Atau saat
anak sedih dan butuh hiburan, sang fatherman nampak tunduk tak berdaya
seperti terhipnotis. Sesekali cengengesan memandang layar gadget.
Bayangkan betapa terlukanya anak. Di saat ia sedih, sang super hero yang
dirindukan malah tertawa di atas penderitaan mereka. Ibarat penganten
sunat yang tersepak bola tepat di bagian kemaluannya. Ngilu euy.
Wasiat pertama yang harus disampaikan kepada calon
fatherman : berlatih sedari sekarang tuk menaklukkan saingan utama
pengasuhan yakni gadget dan yang semisal dengannya. Mulai sepakati
bersama pasangan kapan jam pemakaian, durasi, lokasi serta situasi
dimana gadget ini boleh digunakan. Jika tidak, sehebat apapun jurus dan
senjata seorang fatherman tuk selamatkan generasi saat ini, niscaya
roboh dan tak berguna jika tak pandai menguasai benda mungil dan ajaib
ini.
Jika Anda sudah berlatih mengendalikan pantangan sosok
superhero ini, bersiaplah mendapatkan panggilan. Bukan dari KPK apalagi
panggilan Yang Maha Kuasa. Ini panggilan khusus dari negeri sebagai
alarm yang menandakan negeri ini butuh sosok pahlawan seperti Anda. Dan
jawablah panggilan ini segera dengan ucapan : Aku OTW. Meski sebenarnya
Anda masih memeluk guling di ranjang yang nyaman. Selamat datang
Fatherman! (bersambung)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar