Rabu, 11 Mei 2016

Inferno



Kali ini, saya akan menulis mengenai novel Inferno, karya dan Brown ini.

Untuk ceritanya, silakan dilihat di sini. Nah, tapi mungkin saya akan fokus pada tokoh Bertrand Zobrist dan penelitiannya.

Jadi gini.... Ada tokoh yang namanya Bertrand Zobrist, dia itu terinspirasi oleh Teori Malthus, yang isinya bahwa jumlah populasi akan mengalahkan pasokan makanan, yang menyebabkan berkurangnya jumlah makanan per orang. Atau waktu sekolah, di pelajaran ekonomi saya inget kalau populasi akan bertambah sesuai deret ukur, sedangkan makanan bertambah sesuai deret hitung. Karena teori ini, maka pertumbuhan populasi penduduk dunia musti 'distabilkan'. Perang, wabah, mungkin adalah cara untuk mengurangi jumlah penduduk. Tapi tetap, pertumbuhan populasi manusia masih tinggi. Nah, tokoh Zobrist ini membuat semacam virus, yang mengakibatkan manusia steril. Tapi virusnya ini menyebar dengan perhitungan tertentu. Jadi tidak 100% manusia yang terpapar virus akan steril, melainkan hanya sekian % saja. Sehingga pertumbuhan populasi manusia akan terkendali. Tapi upaya ini bisa dihentikan oleh Sheina Brooks dan Prof. langsin, serta tim WHO.

Nah.... saya ingin sekali agar pembaca tidak terpengaruh pemikirannya dengan cerita ini. Walaupun ini fiksi. Karena teori Malthus itu sangat bertentangan dengan Al Quran. (ya iyalah,,,, rasa-rasnaya tebakan saya benar 100% jikalau Malthus tidak memperlajari Al Quran). Di Al Quran, Allah sudah menjamin rizki makhluk hidup. bahkan termasuk nyamuk sekalipun.

Ini penjelasannya (copaste dari sini)
Rezeki merupakan salah satu rahasia Allah. Ia tidak bisa dikalkulasi dengaan nalar manusia. Seringkali ia bergerak diluar jangkauan nalar. Itulah yang disebut dengan rezeki tidak disangka-sangka. Al Quran mengatakan “Wayarzughu min haitsu laa yahtasib “ (Ath-Thalaq ( 65 ) : 3). Allah telah menjamin rezeki setiap makhluk-Nya. Setiap manusia yang terlahir ke dunia sudah dilengkapi dengan rezekinya masing-masing. Rasul SAW bersabda, “Allah telah menetapkan takdir semua mahluk sejak 50.000 tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi“ (HR.Muslim). Oleh karena itu selayaknyalah kita tidak perlu cemas mengenai rezeki Allah SWT. Sebab Sang Pemberi Rezeki telah menjamin, “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya. Dan Dia meengetahui tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh)” (Hud 6). “Persoalan rezeki sudah diatur oleh Allah SWT. Hal penting yang perlu dilakukan adalah sempurnakan ikhtiar, perkuat dengan doa, dan tawakal secara total kepada Allah. Biarlah Allah yang Maha Mengatur. Insya Allah, jika ikhtiar, doa serta tawakal kita total, kita akan diberikan kelapangan rezeki oleh Allah. Allah akan mengaruniakan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.

Dari Umar bin Khattab RA, ia berkata, “Saya mendengar Rassulullah SAW bersabda, ‘Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-benarnya, niscaya Allah akan memberikan rezeki kepada kalian seperti seekor burung, pagi-pagi ia keluar dari sarangnya dalam keadaan lapar dan pulang disore hari dalam keadaan kenyang “ (HR.Ahmad dan Turmuzi).

Jadi kita ga perlu khawatir dong soal rizki. Yang penting, kita berikhtiar, nurut apa yang Allah perintahkan, dan tak lupa berdoa. So.. teori Malthus sangat bertentangan yah. Perlu bukti, hm... gini deyh. Sekarang lahan-lahan pertanian mungkin menyempit karena industrialisasi atau pemukiman. Tapi di sisi lain, teknologu pangan makin berkembang kan? Yang misalnya tadinya panen setahun 2x sekarang bisa jadi setahun 4x, Hewan ternak pun ada rekayasa genetika untuk menghasilkan daging-daging dengan kualitas baik.

Allahu A'lam BishShowab.

Overall, Mr. Dan Brown is still a great author. I still enjoy reading his book.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar